Friday, January 13, 2012

Book Review : Mamo - Zein, Kisah Cinta Yang Bersemi Di Bumi Dan Berbuah Di Langit by Ramadhan El Bouthy

8 comments
Assalamualaikum...

Kisah cinta nyata Mamo-Zein membuat dr. Said Ramadhan El Bouthi seorang ulama syiria menghidupkan kembali nafas cinta mereka dengan menulis novel seni terlaris di Timur Tengah yaitu Mamo- Zein Qishshotu Hubbin Nabaa Fil Ardh Wa Antsaa Fis Sama, yang oleh diterjemahkan menjadi Mamo- Zein kisah cinta yang bersemi di bumi dan berbuah di langit.


Bukan Laila Majnun
Bukan pula Romeo dan Juliet
Yang mati sia-sia karena Cinta

Inilah Cinta yang Agung
Cinta Karena Allah
Sang Raja Diraja
Meski tak jelas benar bagaimana wujud mencintai karena Allah.

Sungguh, sebuah romantika cinta yang menyayat hati
Dimana sang pecinta tertawan oleh pesona keindahan pujaan hati

Namun semuanya tinggallah harapan, ketika cinta tak sampai dalam pelaminan
Duka pun menggantung di langit hati
Awan awan mendung mengarak menimbulkan hujan tangis membasahi hati para pecinta.

Prolog
Bouthy membawa pembaca (seakan) ke dunia virtual dengan kata- kata puitik ” duhai dayang-dayang! Penuhi cawanku denggan minuman anggur yang diperas dari saripati belahan jiwa dan diambil dari madu murni rahasia hati”, lalu Bouthy mengenalkan tokoh Mamo sebagai seorang pencinta yang merana dengan kekasihnya Zein gadis indah yang hatinya putih seperti awan angkasa. Saat membaca halaman pertama novel ini kita akan langsung merasakan kentalnya (keindahan) gaya bahasa timur tengah yang menghanyutkan, kita seperti hidup di masa dimana kisah MAMO dan ZEIN berbunga.

Syahdan, seorang pelayan istana Mamo namanya menjadi mabuk kepayang karena cintanya pada Putri Zein, adik seorang Raja Amir Zainuddin. Namun karena di Pulau Buton Kerajaan Kurdistan tersebut dan bahkan di zaman sekarang pun masih juga memandang derajat keduniawian sebagai parameter “kufu” nya seseorang dalam pernikahan. Padahal dengan jelas junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW mengabarkan bagaimana selayaknya rambu-rambu dalam menerima pendamping hidup.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ

“Apabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (H.R Tirmidzi)

Begitulah kisah cinta Mamo dan Putri Zein dirundung duka, kerinduan pada pujaan hati sempurna sudah ketika Amir Zainuddin menjadi murka atas pengaruh licik dari salah satu pelayan istana, Bakar. Sehingga karena pengaruh cinta Mamo kepada Putri Zein, hukuman pancung hampir saja dijatuhkan pada Mamo andaisaja Tajouddin sahabat karib Mamo tidak memberikan perlindungan.

Berbulan-bulan sudah Mamo dijebloskan dalam penjara bawah tanah, nyaris hanya lubang jendela tempat penjaga istana menjenguk Mamo itulah seberkas cahaya samar memasuki lorong penjara yang pekat. Namun penjara bukanlah tempat Mamo meratapi nasib cintanya. Meski raga menjadi kuyu, dada tak segagah seperti dulu dan kini tinggallah kulit pembalut tulang-tulang yang kian menyembul. Lengkap dan sempurnalah kezaliman dunia menghanyutkan perlahan raga Mamo
Akan tetapi, dibalik semua itu Mamo yang menjadi korban kedzaliman karena cinta sucinya pada Putri Zein menemukan Cinta Hakiki, Cinta Sejati dari Yang Maha Mencintai. Kini, hari-harinya tak lepas dari dzikrullah. Hanya Allah, Allah dan Allah yang menghiasi relung jiwa dan senandung lisannya. Mamo menemukan Cinta yang begitu indah dan secara nyata Putri Zein-lah petunjuk jalan menuju Cinta pada-Nya

Sesaat sebelum ruhnya melayang keharibaan Sang Kholiq dengan lirih Mamo bangun dari sujudnya yang panjang. Didapatinya Putri Zein dihadapan serta dikelilingi oleh kerabat istana.

“Putri Zein, engkau adalah cahaya hatiku”
“Dan Mamo, engkaulah permata hatiku”
“Engkau adalah penguasa jiwaku”
“Dan engkau adalah kiblat jiwaku”

“Putri Zein, ketahuilah aku mencintaimu karena Allah, dan aku ingin engkau juga mencintaiku karena Allah”
“Jangan khawatir Mamo, engkau adalah kiblatku, aku pasti akan mengikutimu”
“Bagaimana shalatmu?”
“Meski aku memikirkanmu, tapi shalat lima waktu tak pernah lepas dariku”
“Bagaimana Qur’anmu?”
“Aku tak pernah melupakannya sedetikpun”
“Putri Zein, Allah adalah tujuanku dan engkau adalah petunjuk menujuNya”
“mamo, aku pun juga begitu”

Dialog kedua pecinta tersebut menggetarkan seluruh kerabat istana.
Kisah Mamo dan Putri Zein berakhir denngan kematian Mamo di penjara bawah tanah sesaat setelah dikabarkan padanya bahwa Amir Zainuddin dirundung sesal dan telah mengampuninya, kini sang Amin telah mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan pernikahannya dengan Putri Zein, namun semua terlambatlah sudah. mamo sudah tak peduli lagi dengan dunia pun dia tak akan kembali percaya pada Amir yang tak bisa melindungi dirinya sendiri dari kebinasaan. Mamo telah menemukan Cinta Sejatinya, Raja Diraja yang mamp menguasai dan mengendalikan seluruh Amir di dunia.

Kematian Mamo mengguncang hati Tajouddin, sehingga dia begitu marah, kemarahannya memuncak dan tak terbendung ketika melihat Bakar, penebar fitnah tersebut berada di kerumunan jasad Mamo. Tajouddin mencekik leher Bakar, kemudian menghempaskan tubuhnya secara liar hingga meregang nyawa.
Putri Zein, tertatih mengiringi proses pemakaman kekasih hatinya, hingga ruhnya pun melayang ketika dia menahan pilu memeluk batu nisan Mamo.

Inilah Cinta Yang Bersemi Di Bumi dan Berbuah Di Langit
Merupakan kisah nyata yang dikemas apik oleh penulisnya
Bahasanya penuh sastra, mengharu biru
Meluluhlantakkan emosi

Epilog
Bouthy mengakhiri novel ini dengan rayuan doa-doa mendalam pada Tuhan Yang Maha Cinta agar ditunjukan keindahan cinta hakiki. Rampung menyusun 20 mozaik- mozaik cinta langit Mamo-Zein menjadi gambaran cinta ideal yang indah.
Patut dibaca oleh semua kalangan, terutama bagi mereka yang ingin mencari hikmah bagaimana SEJATINYA CINTA.

Wassalamualaikum... Wr.Wb.

8 comments :

  1. Ada yang jual kaga..
    Dulu ana pernah baca,
    Tpi sekarang seakan rindu akan menikmati dan memiliki pula...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, tapi mungkin sudah agak susah nyarinya... ini buku yang bagus banget :)

      Delete
  2. Bisa pesan dengan saya novelnya. Hubungi aja saya. Saya juga menjual buku-buku dari beberapa penulis lainnya :)

    ReplyDelete