Sunday, February 12, 2012

Al-Qur'an Dasar Tanya Jawab Ilmiah - Nazwar Syamsu (bagian 5)

No comments
9. Apakah perbedaan teori tentang semesta yang bergerak Expanding menurut Hubble,dan bergerak Static menurut Einsten dengan yang bergerak Paralel menurut  Al-Qur'an.
Perbedaan ketiga teori tersebut mungkin disangkakan orang tidak begitu penting padahal dia mengandung pengaruh yang amat besar pada mana terdapat ajaran yang menyesatkan aliran pikiran serta ajaran yang benar dan cocok dengan pemikiran logis. Ayat 6/116 menyatakan bahwa kalau manusia ramai ini mengikuti dugaan semata seperti yang menjadi dasar kedua teori itu, akan sesatlah manusia itu dalam menetapkan hal-hal selanjutnya.

Satu kesesatan tidak diperbaiki akan mendatangkan kesesatan yang berujung dengan kecelakaan. Dalam hal-hal yang manusia tidak mungkin mendapatkan bahan dan cara untuk mengetahui. Al-Qur'an memberikan rumus-rumus logis yang cocok dengan pemikiran wajar. Rumus-rumus demikian membuktikan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an itu memang diturunkan oleh Allah Pencipta dan Pengatur, sebaliknya memberikan kesempatan pada manusia ramai untuk meningkatkan kemajuan di segala bidang tanpa ragu dan kesesatan, akhirnya juga bertujuan membenarkan ada-NYA dan membenarkan Tuhan Yang Maha Esa.

Hubble yang menyatakan semesta raya ini bergerak Expanding dengan alasan bahwa semua benda angkasa itu dulunya berasal dari satu Atom Raksasa yang meledak, maka pecahannya berupa galaxy-galaxy yang ber gerak ke segala jurusan tanpa ujung. Masing-masingnya semakin berj auhan sebanding dengan per bedaan arah dari setiap galaxy itu. Dengan demikian daerah semesta raya ini jadi semakin luas dan meluas tidak putus-putusnya di sepanjang zaman.

Teori Hubble demikian terang tak mungkin diterima oleh ummat yang beragama disamping tidak dapat dibenarkan oleh pemikiran sehat juga bernada materiale atheistis. Untuk dapat membenarkan teori itu, orang haruslah lebih dulu dapat menjawab soal-soal yang mungkin dimajukan seperti dibawah ini:
  1. Hal apakah yang menyebabkan terwujudnya Atom Raksasa itu, cara bagaimana adanya benda itu, apakah oleh Yang Maha Kuasa?
  2. Kalau dikatakan Atom Raksasa itu terwujud sendirinya maka teranglah dia bertentangan dengan logika, dan kalau memang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa, darti manakah didapatnya keterangan demikian, kitab suci manakah yang menyatakan begitu?
  3. Pada bagian manakah kira-kiranya Atom Raksasa itu dulunya sebelum dia terpecah di angkasa raya. Tentunya daerah angkasa tersebut kini menjaadi daerah hampa yang sangat luas karena setiap pecahan Atom Raksasa tersebut tertolak oleh ledakan tanpa penghalang, berger ak ke suatu arah selama jutaan tahun. Kenapa para sarjana tidak per nah mendapatkan daerah hampa dimaksud di cakrawala sampai saat ini?
  4. Dikatakan jarak galaxy-galaxy semakin menjauh tersebab arah geraknya saling ber beda,kenapa kini dilihat adanya galaxy yang semakin dekat dan kemudian menjauh dan sebaliknya?
  5. Hal apakah yang menyebabkan bintang-bintang dal;am suatu galaxy mengorbit keliling pusat galaxy itu, bukankah setiap bintang berasal dari pecahan yang juga bergerak ke segala jurusan dari titik ledakan pertamas tadi? Dan yang lebih aneh, hal apakah yang menyebabkan bintang-bintang itu dikitari oleh planet-planet yang ber beda wujudnya dan fungsinya dari bintang-bintang yang diorbitnya?
Enstein beranggapan bahwa semesta raya ini dulunya berasal dari benda raksasa yang pecah dan pecahan-pecahannya menjadi galaxy-galaxy yang bergerak melengkung 360 derajat ke segala arah. Demikian gerak itu disepanjang zaman hingga menimbulkan daerah semesta raya yang tetap luasnya, tidak menyempit dan tidak melebar dinamakan Static.

Teori ini bersamaan dengan teori Hubble pada permulaannya tetapi berbeda pada kelanjutannya. Jijka orang memakai teori itu mengenai benda angkasa, hendaklah orang itu dapat menjawab pertanyaan 1,2 diatas tadi serta menyelesaikan soal-soal berikut ini:
  1. Hal apakah yang menyebabkan setiap galaxy itu bergerak pada garis yang melengkung berkepanjangan?
  2. Tidakkah terlintas pada pikiran orang itu bahwa sewaktu masing-masing galaxy yang bergerak pada ber bagai arah dengan layang melengkung 360 derajat, akhirnya akan bertemu sesamanya pada titik ledakan per mulaan dan semuanya akan berantukan? Dimanakah titik ledakan pertama tersebut, dan kenapa sampai kini belum terjadi perantukan itu?
  3. Menambah maksud pertanyaan pada 5 diatas tadi, hendaklah orang dapat menjelaskan kenapap wujud bintang, planet dan bulan jadi berbeda. Bukankah semua itu berasal dari satu ledakan, hal apakah yang menyebabkan per bedaan benda-benda angkasa tersebut?
Perlu disampaikan disini bahwa Issac Newton pada tiga abad yang lampau telah pula mengemukakan satu teori absolut bahwa semesta raya ini Static dan benar-benar Static denga arti bahwa semua bintang di angkasa senantiasa tetap di tempatnya. Teori itu pada abad 14 Hijriyah tidak dipakai orang lagi karena orang dapat membuktikan bahwa setiap bibntang ataupun galaxy senantiasa bergerak dan berpindah tempat di cakrawala.

Selanjutnya dibawah ini kita kemukakan pula teori yang berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang memberikan pokok pikiran bahwa semesta raya itu bergerak Paralel.
  • Semesta raya berasal dari ALMA" yang diberi Rawasia (batang magnet-magnet bar) Zdengan berbagai system Rawasia itu terwujudlah berbagai macam benda angkasa, terpisah menurut keadaan dan susunan sebagai terlihat kini. Untuk itu perhatikanlah maksud ayat 11/7, 21/30 dan 41/10. Ayat terakhir ini juga menyatakan perbedaan Rawasia antara yang ada pada bintang, bulan dan planet serta berbeda-beda pula nilai tarik masing-masingnya.. Demikianlah benda angkasa itu ada yang menjadi bintang atau sueya dengan system magnet yang kita namakan Regular. Yang menjadi planet memiliki Rawasia dengan system Simple. Dan yang menjadi bulan atau satelit memiliki Rawasia yang kita namakan Spot. Jadi bukanlah semesta  raya itu terdiri dari bintang-bintang yang berasal dari ledakan suatu benda raksasa.
  • Ayat 70/4 menerangkan bahwa semesta raya berputar disumbunya 360 derajat dalam masa 50.000 tahun. Ayat 22/47 menyatakan tatasurya berputar disumbunya selama 1000 tahun 360 derajat dan selanjutnya, kedua ayat itu memberikan kesan bahwa gerak putaran semesta berlaku pada satu arah dan tidak mungkin ada yang melawan arah. Hal ini menjadi dasar untuk diberi nama gerak Pralalel.

No comments :

Post a Comment