Monday, January 6, 2014

ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN

11 comments
(Renungan untukku, untukmu dan untuk kita semua )
karya Alm. Remy Soetansah

Hari ini ku mati,
Perlahan... Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan... Semua pergi meninggalkanku...

Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
Aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
Sendiri, menunggu pertanyaan malaikat...

Belahan hati, belahan jiwa pun pergi. 
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka...

Sanak keluarga menangis, Sangat pedih. Aku pun demikian, Tak kalah sedih...
Tetapi aku tetap sendiri. Disini, menunggu perhitungan.

Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap, dan maaf pun tak bakal didengar. 
Aku benar-benar harus sendiri...

Ya Allah,
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU, Untuk aku perbaiki diriku.

Aku ingin memohon maaf pada mereka...
Yang selama ini telah merasakan dzalimku,
Yang selama ini sengsara karena aku, tersakiti karena aku...
Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yang telah kukumpulkan,
Yang bahkan kumakan,

Ya Allah,
Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu, Untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta...
Teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkn hati mereka.
Maafkan aku ayah dan ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu.

Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku,
Menyenangkan saudara-saudaraku... Untuk sungguh-sungguh beramal soleh.

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yang pernah kuraih dulu, tak ada artinya sama sekali...

Mengapa kusia-siakan waktu hidup yang hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu...


Aku dimakamkan hari ini,

Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri...

Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai Yaumul Hisab dan dikumpulkan di Padang Masyar…

* * *

Puisi diatas adalah salah satu puisi yang sangat saya sukai. Membaca puisi diatas... hampir selalu sukses membuat saya berderai air mata. Kata-katanya begitu dalam, begitu bermakna, dan begitu menyentuh.
Dan maksud saya me-reshare puisi karya Alm. Remy Soetansah ini, selain menjadi nasehat buat kita semua, berharap semoga renungan ini dapat bermanfaat dan menginspirasi bagi siapapun yang membacanya untuk menjadi yang lebih baik lagi sebelum semuanya "terlambat", Amin...

11 comments :

  1. hmmmm sangat menyentuh puisinya mbak.. ini bisa kita baca pas di malam hari yang sunyi mbak.. agar hati kita bener -bener bisa merasakan ... tapi dengan membaca puisi seperti ini kita akan bisa menjadi pribadi yang lebih baik ya mbak,.. tidak tertutup dengan duniawi mata hati kita...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali yang Mas Nady ungkapkan diatas
      Sedikit mendalam denga komentar di renungan
      Dari Mbak Dee ini semoga kita semua. termasuk
      Orang yang selamat dunya dan Akherat saja yah Mbak + Mas :)

      Delete
    2. Amin...

      betul, tulisan karya Alm. Remy Soetansah ini adalah favorit saya, sangat menyentuh dan makna nya begitu dalam :D

      Delete
  2. Sangat menyayat hati nih Mbak syair puisi nya
    Dan ini bisa buat renungan saya. terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul... bikin sedih... terutama jika membayangkan kalau si "aku" itu adalah saya T_T

      Delete
  3. mengena banget ya Mbak.
    apalagi Bang remy juga sudah tiada kini.

    ReplyDelete
  4. aduh de, puisinya bagus. iya, aku pernah membaca puisi ini dan langsung tersentuh :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mba...semoga bisa ada hikmahnya yang bisa dipetik :D

      Delete
  5. jadi merinding juga,, gimana kalo menimpa gue, padahal tabungan phala masih dikit :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita semua selalu diberi nikmat sehat dan umur yang panjang :D

      Delete