Tuesday, April 17, 2012

SEORANG PENGEMUDI BERJUMPA MAKHLUK LUAR ANGKASA (bagian 1)

No comments
Kisah ini saya tuliskan kembali dari majalah BETEBEDI yang terbit di tahun 1980, dari halaman 14 hingga halaman 20, dengan sedikit-sedikit perubahan susunan kata. Menurut majalah tersebut, kisah ini awalnya di tuturkan oleh Bryant & Hellen Reeve, dalam bukunya yang berjudul The Flying Saucer Pilgrimage. yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh seseorang bernama Anton T. (mungkin beliau ini adalah redaksi dari majalah BETEBEDI tersebut). Mengenai Bryant & Hellen Reeve ini, mereka merupakan dua orang penyelidik/pengamat UFO dan Alien. Dari informasi yang saya dapat, mereka berdua ini juga adalah seorang contactee, yaitu orang yang mengaku atau orang yang memiliki pengalaman bertemu secara langsung dengan makhluk luar angkasa.

Berikut adalah kisah Salvador, seorang sopir taxi yang bertemu dengan makhluk luar angkasa yang dikisahkan oleh Bryant & Hellen Reeve.
Dan untuk mengetahui informasi tentang makhluk luar angkasa yang bertemu dengan Salvador, silahkan klik disini. Mungkin dari pembaca disini ada yang menganggap bahwa kisah ini hanya sekedar dongeng atau khayalan belaka, itu wajar dan saya pun paham karena apa yang dikisahkan oleh seorang contactee, oleh sebagian orang memang tidak mudah diterima atau dipercayai begitu saja. Namun, Sayang kalau ada informasi seperti ini dilewatkan.



Di Mexico sini, malah Salvador benar-benar bertemu muka dengan makhluk dari planet lain itu?
Mengetahui bahwa ada orang kita sendiri bertemu dengan makhluk dari planet lain di negeri kita, sama sekali berbeda denganhanya sekedar memperbincangkan adanya pertemuan seperti itu di beberapa Negara lain yang jauh letaknya dari tempat kediaman kita. Lebih besar dari pesonanya dan lebih mengasyikkan.! Ibaratnya begini, mana yang lebih seru : nonton adu banteng atau nonton adu jotos di layar putih atau menyaksikannya dengan mata kepala sendiri di arena? Kini mexico mempunyai kesempatan untuk memiliki sendiri orang yang banyak mengatahui tentang UFO seperti Adam Ski.
                Namun, tentu saja pengalaman Salvador itu harus diselidiki dan diperiksa betul tidaknya. Selalu ada saja orang yang meragukan kebenarannya. Dan mereka ini cukup banyak jumlahnya. Banyak orang yang menanyakan pertanyaan yang logis, seperti :
“Mengapa si sopir baru menceritakan pengalamannya yang hebat ini setelah hamper 17 bulan lamanya? Mengapa tadinya ia bungkam saja?”
Jawaban terhadap pertanyaan itu adalah bahwa sebenarnya ia sudah menuturkan pengalamannya itu kepada beberapa orang tertentu setelah terjadinya peristiwa itu. Namun, ia telah diejek karena orang tidak percaya akan kisahnya. Ia telah memberitahukan pengalamannya itu kepada istrinya, dan mereka sepakat bahwa demi mempertahankan pekerjaanya ia perlu menutup mulut.
                Kisahnya ini sangat membangkitkan rasa ingin tahu kami, sehingga kami banyak mengadakan pertemuan dengan Seno “Gebe” dan si sopir untuk membahas pengalamannya dengan cemat. Kisahnya ini kami tulis sangat terperincin dengan hal yang sekecil-kecilnya. Kami jadi kenal baik dengan dirinya dan atas permintaannya sendiri memanggil dia “Salvador”. Kami yakin dia tidak akan berkebaratan kami menyebut namanya dalam tulisan ini, kami sendirpun berhasrat mengetahui ada-tidaknya piring terbang dan tentang semua kejadian yang bertahan dengan aadanya pertemuan ini secara terperinci. Demikian pula Senor “Gebe”. Kami semua menyadari bahwa dalam peristiwa ini tak ada saksi yang dapat memperkuat pernyataan Salvador, namun kami pun mengetahui bahwa hanya beberapa orang saja yang bertemu dengan makhluk dari planet lain itu yang mempunyai saksi. Setiap penyelidikan harus menyadari adanya situasi seperti ini. Harap diingat bahwa adalah penyelidik UFO-secara pribadi- tidak lebih dari itu. Tak ada sesuatu yang bersifat “resmi” dalam penyelidikan kami. Kebijaksanaan kami dalam hal ini adalah menemui secara langsung orang yang mempunyai pengalaman demikian dan tinggal selama beberapa waktu lamanya bersama guna benar-benar “menghayati” pengalaman mereka. Sesudahnya kami dapat menarik kesimpulan sendiri. Kami tak pernah bermakssud untuk meyakinkan orang lain tentang benr-tidaknya hal itu. Kami hanya ingin meyakinkan diri kami sendiri dengan satu atau berbagai cara yang mungkin. Kaegairahan kami untuk membukitikan tidak benarnya pertemuan ini sama besarnya dengan kegairahan kami untuk membuktikan kebenarannya.
                Kami telah berbincang-bincang dengan Senor “gebe” tantang kemungkinan mengusahakan agar ssi sopir memperoleh cuti dan menemani kami ke Valles, dekat dengan tempat pertemuan Salvador dengan makhluk dari luar angkasa itu. Maksudnya agar kami dapat mengadakan penyelidikan yang cermat. Senor  “Gebe” berpendapat bahwa saran saya ini adalah gagasan yang baik. Maka direncankanlah perjalanan kami. Sementara menanti keberangkatan, kami berusaha sedapat-dapatnya memperoleh keterangan tentang Salvador dan latar belakang keluarganya. Selain itu waktu menanti ini kami gunakan pula untuk menuliskan kisah perjumpaannya dengan makhluk dari luar angkasa itu.
                Anda mungkin ingin tahu bagaimanakah rupa/sosok dan kepribadian dari Salvador. Baiklah, Salvador adalah seorang pemuda Mexico yang tampan yang juga rendah kedudukan sosialnya. Tubuhnya pendek, tegap dan berambut hitam legam. Dalam hal pendidikan ia tidak beruntung. Ia tidak sempat memperoleh pendidikan yang cukup. Ia telah menikah dan mempunyai 7 orang anak, yang dihidupi dari nafkahnya sebagai seorang sopir pribadi dan pengemudi taxi. Menurut kesan kami secara pribadi, ia seorang yang sangat menyenangkan dalam pergaulan dan suka berkelakar. Wajahnya memperlihatkan watak yang baik dan kita dapat  merasakan ketulusan dan kesungguuhan hatinya. Kerenddahan hatinya sangat mengesankan kami, ia sama sekali tidak sombong atau pongah. Ia merasa tak layak mendapat banyak perhatian. Salah satu sifatnya yanga sangat menonjol ialah ingatannya yang luar biasa tajamnya. Daya ingatnya seperti kamera. Lagi pula ia mempunyai daya observasi yang istimewa sehingga dapat mengingat berbagai data hingga yang paling kecil sekalipun. Ia seorang yang sangat soleh dan takwa pada agamanya. Ia tidak suka minum minuman keras. Kami jadi sahabat karib.
                Intisari pengalamannya yang luar biasa kami tuturkan kembali di bawah ini tepat sebagaimana diceritakan oleh Salvador kepada kami.


(bersambung)

No comments :

Post a Comment