Saturday, May 12, 2012

AWAN sebagai Parameter dalam Meteorologi.

No comments
Awan merupakan salah satu parameter yang sangat penting dalam meteorologi sekaligus paling rumit.

Awan dapat terbentuk dalam suatu lingkungan yang mendukung proses pendinginan udara
Dalam bidang meteorologi kita akan mempelajari Pengertian awan, jenis-jenis awan, proses terjadinya awan (tapi tidak kita bahas pada post ini), species awan, gambar awan, dll. 

Ternyata ada banyak yang harus dipelajari tentang awan.
Oleh karena itulah, ada 1 bidang yang khusus membahas tentang awan, yaitu Fisika Awan. Untuk lebih jelasnya, kita langsung ke materi tentang awan :

PENGERTIAN AWAN
Di troposfer ada empat macam istilah, yaitu :
a. Fotometeor , merupakan partikel cahaya atau yang memancarkan cahaya

b. Litometeor, merupakan partikel-pertikel kering yang mengambang di udara

c. Elektrometeor, merupakan partikel yang mengandung muatan listrik, banyak terdapat di awan Cb.

d. Hydrometeor. Merupakan partikel-partikel basah (air atau padat ) yang ada di atmosfer atau di udara maupun di permukaan.

Dalam kaitannya dengan awan yang kita pelajari lebih cenderung pada Hydrometeor. Hidrometeor merupakan salah satu fenomena cuaca yang berada di atmosfer yang berhubungan dengan awan. Keberadaannya bisa melayang di udara, turun bebas, naik, atau mengendap di permukaan bumi. 
Contoh :
Yang jauh dari permukaan berupa awan
Yang dekat dengan permukaan berupa kabut dan mist
Dan yang berada di permukaan berupa embun, salju, dan gletser

Dari berbagai sudut pandang, kita dapat mendefinisikan awan yaitu sebagai berikut :
Awan adalah Hydrometeor yang jauh dari permukaan bumi.
Awan adalah kumpulan dari partikel cair atau butir-butir salju atau campuran keduanya yang mengambang di atmosfer pada tempat dan waktu tertentu
Pada saat-saat tertentu , kabut yaitu uap air yang berada di suatu tempat dapat naik dan akan menyebabkan atau membentuk awan stratus yang disebabkan oleh pemanasan matahari sehingga arus naik menjadi cepat.

Jadi secara umum, pengertian awan adalah kumpulan tetes-tetes air atau butir-butir es atau kedua-duanya yang mengembang di atmosfer pada suatu tempat dan waktu tertentu. 

BENTUK AWAN
Bentuk atau wujud awan sangat tergantung dari hal-hal berikut ini: 
1. Massa udara
Massa udara adalah sekelompok udara yang menghuni suatu daerah yang luas yang memiliki suhu, kelembaban, dan kerapatan yang sama. Massa udara dibagi menjadi 2 yaitu :
Massa udara labil : akan membentuk awan yang bertimbun-timbun, bergulung-gulung, dilihat seperti menara atau bunga kol. misalnya awan Cumulus
Massa udara yang stabil akan menyebabkan awan rata / datar, lembaran misalnya awan Stratus.

2. Suhu awan 
Awan panas dengan suhu lebih besar dari 0C contohnya awan Cumulus.
Awan dingin dengan suhu lebih kecil dari 0C contohnya awan Stratus.

3. Gerak udara
Jika di atas angin lemah dan di bawah kuat, wujud / bentuk awan seperti gambar di bawah ini:
Jika di atas angin kuat dan di bawah lemah, wujud / bentuk awan seperti gambar di bawah ini:
Jika angin pada umumnya lemah, baik di atas maupun di bawah, wujud awan akan seperti di bawah ini :
dan kalau anginnya kuat, awan akan terberai, atau hilang.

PERTUMBUHAN AWAN
Berdasarkan pertumbuhannya awan dibagi menjadi tiga yaitu :
High cloud (Ch) : Ci, Cc, Cs
Medium cloud (Cm) : Ac, As, Ns
Low cloud (Ch) : Sc, St, Cu, Cb
Pada daerah tropis, ketinggian awan dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel tinggi awan
Keterangan : 
Ns, As, Cu, Cb tidak tetap karena As, Cu, Cb kadang-kadang di lapisan tinggi dan Ns berada di lapisan rendah.
Awan terletak pada lapisan Troposfer dengan ketinggian dasar awan yang berbeda-beda tergantung pada tempatnya. 
Berdasarkan Base Cloud, WMO membagi lapisan awan menjadi tiga tingkatan:

PENAMAAN AWAN
Penulisan nama awan
- Huruf kapital / balok (CIRRUS, STRATUS)
- Sesuai singkatan yang telah ditentukan (Ci, Cb, Cc).

JENIS AWAN (C)
Awan dibedakan berdasarkan ketinggian dan jenisnya.
1) Berdasarkan ketinggian dasar awan, maka jenis awan terbagi tiga, yaitu:
  • Awan tinggi (CH) seperti Cirrus (Ci), Cirrocumulus (Cc), dan Cirrostratus (Cs).
  • Awan menengah (CM) seperti Altocumulus (Ac), Altostratus (As), dan Nimbostratus (Ns).
  • Awan rendah (CL) seperti Stratus (St), Cumulus (Cu), Cumulunimbus Cb), dan Stratocumulus (Sc). 
2) Berdasarkan wujud atau fisiknya:
  • Berupa benang-benang halus atau mirip bulu-bulu ayam → Cirrus.
  • Bergulung-gulung, bertimbun-timbun mirip menara, dan puncaknya mirip bunga kol → Cumulus.
  • Berupa lembaran-lembaran rata dan datar → Stratus.
  • Tampak ada endapan/butir-butir air → Nimbus.

KAJIAN JENIS AWAN
Awan dikaji berdasarkan ketinggiannya, ada juga awan yang tumbuh vertikal ke atas, dan awan-awan tambahan, baik dari sebab yang lain maupun yang menempel pada awan tertentu.

1. Jenis awan berdasarkan tinggi dasar awan
a. High level cloud (Ch)
Ketinggiannya lebih besar dari 6000m atau lebih dari 20.000 feet. Suhu awan ini cukup dingin, kurang dari -80 C. Komposisi utamanya terdiri dari kristal- kristal es atau butir-butir salju, tipis dan berwarna putih. Pada saat matahari di bawah horizon akan tampak berwarna-warni yang sangat indah
b. Medium level cloud (Cm)
Ketinggian jenis awan ini antara 2.000-8.000 meter atau 6.500-20.000 feet. Awan ini lebih rendah dibandingkan high level cloud. Komposisi utamanya terdiri dari tetes-tetes air dan jika suhunya cukup dingin maka bias bercampur dengan butir-butir es dan hujan
c. Low level cloud (Cl)
Ketinggiannya kurang dari atau sama dengan 2000 meter atau kurang dari atau sama dengan 6500 feet. Komposisi utamanya terdiri dari tetes-tetes air apabila suhunya tinggi

2.     Vertically Development cloud
Yang termasuk jenis ini adalah awan cumulus dan cumulus nimbus yang pembentukannya melalui arus konveksi atau pengangkatan secara frontal. Ketinggian pucak awan mendekati 12000 meter Atau lebih besar dari 39000 feet. Untuk awan Cb ketinggiannya bisa mencapai 15000 meter.

3. Kumpulan Awan yang tidak termasuk kelompok 1 dan 2
a. Awan yang terbentuk karena pengaruh keadaan benda-benda tersebut, misalnya : pesawat contrail, dataran tinggi atau gunung : awan orografik
b. Awan tambahan ,yang menempel pada induknya, contoh : awan mamatus (mamma), arkus, inkus, dan lain-lain.

No comments :

Post a Comment