Sunday, July 1, 2012

RAHIM

No comments
Rahim atau uterus adalah organ reproduksi betina yang utama pada kebanyakan mamalia, termasuk manusia. Salah satu ujungnya adalah serviks, membuka ke dalam vagina, dan ujung satunya yang lebih luas, yang dianggap badan rahim, disambung di kedua sisi dengan tabung Fallopian. 

Rahim terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran di organisme yang berbeda. Pada manusia adalah berbentuk buah pir dan seukuran telur ayam. Beberapa organisme seperti kelinci, kambing dan kuda mempunyai rahim bipartite atau "bertanduk".

Rahim ditempatkan di pelvis dan dorsal (dan biasanya agak kranial) ke kandung kemih dan ventral ke rektum. Rahim ditahan pada tempatnya oleh beberapa ligamen. Di luar kehamilan, ukuran garis tengahnya adalah beberapa sentimeter. Rahim kebanyakan terdiri dari otot. Lapisan permanen jaringan itu yang paling dalam disebut endometrium. 

Pada kebanyakan mamalia, termasuk manusia, endometrium membuat lapisan pada waktu-waktu tertentu yang, jika tak ada kehamilan terjadi, dilepaskan atau menyerap kembali.
Lepasnya lapisan endometrial pada manusia disebabkan oleh menstruasi (dikenal dengan istilah "datang bulan" seorang wanita) sepanjang tahun-tahun subur seorang wanita. 

Pada mamalia lain mungkin ada siklus yang panjang selama enam bulan atau sesering beberapa hari saja. 

Fungsi utama rahim menerima pembuahan ovum yang tertanam ke dalam endometrium, dan berasal makanan dari pembuluh darah yang berkembang secara khusus untuk maksud ini. Ovum yang dibuahi menjadi embrio, berkembang menjadi fetus dan gestates sampai kelahiran.
Karena rintangan anatomis seperti pelvis, rahim didorong sebagian ke dalam perut sampai perluasannya selama kehamilan. Di kehamilan pun rahim manusia beratnya hanya sekitar sekilogram (2.2 pon)

Di dalam Islam diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, 
“Seorang lelaki pernah mendatangi Rasulullah, lalu dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu.’ Lelaki itu bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu.’ Lelaki itu bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu.’ Lelaki itu bertanya (lagi), ‘Kemudian siapa lagi?’ Lelaki itu menjawab, ‘Bapakmu.’” 
(HR. Bukhari dan Muslim)

 
Syair Untuk Ibu
Karya Syaikh Abdurrahman asy-Syaghuri (Semoga Allah senantiasa menjaga dirinya)Wahai Ibu, melalui dirimu-lah Allah telah memunculkan kami di alam semesta ini.

Meskipun engkau harus merasakan pedihnya penderitaan dan kehinaan.
Sembilan bulan engkau telah mengandung kami, dan selama itu pula engkau dalam penderitaan.
Engkau baru bisa lepas dari penderitaan itu setelah melakukan persalinan.
Berapa banyak engkau telah melahirkan para dermawan yang telapak tangannya selalu memberi.
Dan berapa banyak engkau telah melahirkan generasi- generasi baru yang akan menerjuni berbagai arena kehidupan.
Wahai Ibu, sungguh sering engkau begadang karena tidak bisa tidur.
Sementara air susu dari kedua putingmu selalu memberikan nutrisi kepada kami.
Sepanjang malam air matamu selalu menetes.
Ketika duri telah menusuk salah satu tangan kami.
Tangan kananmu sering menjadi bantal kami.
Sedangkan tangan kirimu mendekatkan kedua payudaramu ke mulut kami.
Ketika kami mendapatkan kebaikan, engkau pun akan merasa gembira.
Kegembiraanmu jelas terlihat pada bibirmu yang tersenyum, yang dapat menghidupkan semangat kami.
Namun, jika ada hal buruk yang menimpa kami, engkau pun akan menutup terangnya waktu pagi dengan kegelapan (bersedih).
Sesungguhnya engkau adalah orang termulia yang selalu membantu kami.
Karena itulah, agama (Islam) pun telah memberikan dorongan kepada kami untuk meraih keridhaanmu.
Wahai Ibu, hal itu kami lakukan agar Tuhanmu meridhai kami.
Pada dirimu terdapat petunjuk, anugerah dan semua kebaikan.
Jika kami durhaka kepadamu, maka nerakalah yang akan menjadi tempat kembali kami.


Berikut gambar-gambar perkembangan bayi manusia di dalam Rahim ibu,









Subhanallah....
Terima Kasih, Ma... You Are The Greatest Mom In The World.
I Love U, Mom...



































No comments :

Post a Comment