Friday, April 5, 2013

Kemana Ya Perginya Lilin yang Terbakar Itu?

| | 10 Komentar

Assalamualaikum...

Pernah menyalakan lilin? Tentu, hampir setiap orang pernah menyalakan lilin. Lilin yang diberi nyala api pada sumbunya, ukuran atau bentuknya akan menyusut. Misal, lilin yang sebelum dibakar memiliki panjang sekitar 20 cm setelah dibakar, lama kelamaan lilin itu akan habis kecuali sedikit lelehan dibagian bawahnya.

Lalu, kemanakah perginya lilin yang terbakar itu?


Berikut penjelasannya :
Lilin yang telah habis terbakar itu pergi ke tempat yang sama seperti yang dituju oleh bensin dan minyak ketika dibakar; yakni ke udara. Tentu saja dalam wujud yang secara kimia telah berubah yaitu karbondioksida dan uap air.

Lilin yang terbakar akan berubah menjadi gas dan sejumlah energi (panas dan cahaya)

Lilin biasanya dibuat dari parafin, yakni capuran hidrokarbon, bahan yang kita jumpai dalam minyak bumi. Seperti tersirat dalam namanya, molekul-molekul hidrokarbon hanya terdiri dari atas atom-atom hidrogen dan atom-atom karbon.

Ketika bahan ini terbakar, mereka bereaksi dengan oksigen dalam udara. Paduan karbon dan oksigen menjadi karbon dioksida, sedangkan paduan hidrogen dan oksigen menjadi air (mungkin tidak harus semuanya). Kedua produk ini berwujud gas pada suhu bakar, jadi semuanya terbang ke udara.

Banyak hidrokarbon lain yang kita bakar: metana dalam gas alam, propane dalam gas elpiji, butana dalam gas untuk pemantik rokok, korosin dalam kompor atau lampu minyak tanah, dan bensin dalam mesin kendaraan bermotor. Semuanya terbakar menjadi karbon dioksida dan uap air, yang kelihatannya menghilang dalam proses tersebut. Kertas, kayu, dan batu bara mengandung beberapa bahan lain yang tidak terbakar, maka yang dihasilkan ketika dibakar adalah karbon dioksida, air, dan abu.

Oke, seandainya kamu masih sulit percaya bahwa nyala api menghasilkan air, coba deh yang berikut ini:
Taruh beberapa bongkah es batu dalam sebuah panci aluminum yang kecil dan tipis, biarkan menjadi dingin, setelah itu pegang di atas nyala api sebatang lilin atau sebuah pemantik api gas. 
Beberapa saat kemudian, periksa bagian bawah panci, maka kita akan melihat uap air dari nyala api yang telah mengembun menjadi air.

Kesimpulan :
Lilin yang telah habis terbakar itu tidak hilang, tetapi ada di udara berubah menjadi zat-zat baru yang berwujud gas, yaitu gas karbondioksida dan uap air. Apabila seluruh hasil pembakaran ditampung dan ditimbang, niscaya massanya sama dengan massa lilin ditambah dengan massa oksigen yang terpakai pada pembakaran itu.

Nah, itu jawaban dan penjelasan mengenai lilin yang telah habis terbakar, sekarang jadi tahu kan...?, semoga bermanfaat ya...

Wassalamualaikum... Wr, Wb.

10 comments:

  1. wow.............. keren :) .

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekeren yang punya blog ini,
      hihihi....

      Delete
  2. mungkin ke hati km? atau ke hati aku?? hahahha

    ReplyDelete
  3. tapi banyak yang bilang kalau lilin itu terbuat dari lemak,atau minyak goreng yang didinginkan,he...he...,terima kasih penjelasan tentang lilinnya.komplit banget sip.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya betul, dulu pada masa tertentu di Amerika memang demikian, mereka membuat lilin dari lemak, tepatnya lemak hewan.
      terima kasih, semoga bermanfaat :)

      Delete
  4. Ikut nyimak nih kk,, ilmu yg menarik,,, nambah ilmu lagi nih tentang lilin....

    ReplyDelete
  5. mkasi nih buat artikel nya mengenai lilin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama... terima kasih udah mampir :)

      Delete