Tuesday, September 29, 2015

Book Review : 13 to Life (13 to Life #1) by Shannon Delany

No comments
Everything about Jessie Gillmansen’s life changed when her mother died. Now even her hometown of Junction is changing.  Mysterious dark things are happening. All Jessie wants is to avoid more change. But showing a hot new guy around Junction High, she’s about to discover a whole new type of change. Pietr Rusakova is more than good looks and a fascinating accent—he’s a guy with a dangerous secret. And his very existence is sure to bring big trouble to Jessie’s small town.
It seems change is the one thing Jessie can’t avoid.


Identitas Buku
Judul : 13 to Life (13 to Life #1)
Penulis : Shannon Delany
Tebal : 308 halaman
Bahasa : Inggris
Kategori : Fantasi, YA, Romance, Werewolf, Shapeshifter
Penerbit : St. Martin's Griffin, 22 Juni 2010
ISBN13 : 9780312609146
Rate : 3/5 bintang

Review
Pfft… agak bingung, harus mulai menulis review buku ini dari mana, karena yaa… menurut saya, ceritanya memang agak-agak membingungkan.

Memang membingungkan seperti apa sih?
Oke, oke… saya coba ceritain yaa…

Jadi begini, ada Jessica, ada Pietr, juga ada Sarah.

Nah, Jessica ini suka sama Pietr, Pietr juga suka sama Jessica. So, gak ada masalah dong, secara keduanya juga saling suka dan keduanya juga tahu akan perasaan masing-masing? Ada. Ada masalah… Masalahnya, Sarah, temannya Jessica juga suka sama Pietr. Grggh… nyebelin gak sih, Sarah ini. -__-

Dan, Jessica juga tahu banget tentang bagaimana perasaannya Sarah kepada Pietr. Ditambah keadaan Sarah yang sakit, Jessie, begitu biasa Jessica dipanggil, yang memang tipe perempuan lembut dan baik hati ini membulatkan hati untuk merelakan Pietr bersama Sarah.

Duh, Jessie… baik banget. Di bagian ini, aku dibuat terenyuh, dengan kebesaran hati Jessie yang merelakan Pietr, cowok yang disukainya untuk bersama dengan Sarah, temannya sendiri. Dan sama Sarah, aku sempat kesel banget, maksain banget deh. Tapi… di luar karakternya yang memang bitchy, dan dengan keadaan dia yang lemah karena sakit, yaa… dia memang berhak juga kok untuk hidup bahagia.

Melihat kebersamaan Pietr dan Sarah, ternyata, lama-lama, Jessie tidak bisa lagi membohongi perasaannya sendiri. Cintanya kepada Pietr semakin lama semakin besar. Begitu pula apa yang dirasakan Pietr terhadap Jessie. Mereka berdua pun sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama secara diam-diam. Dengan berbagai cara, Pietr selalu berusaha untuk mencoba memutuskan hubungannya dengan Sarah. Tapi selama itu pula, Pietr tidak pernah berhasil.

Sampai dibagian ini, kembali, saya dibuat kesal sama Sarah. Haha… keren nih penulisnya, dengan cepat bisa membolak-balikan perasaan saya sebagai pembaca, terhadap tokoh-tokohnya. Tidak hanya itu, kemudian, saya juga keseel banget juga sama Jessica. Yaps, gimana greget dan kesel sama Jessie, sikap Jessie aneh, aku gak suka. Dia, menyuruh Pietr pacaran sama Sarah, tapi di belakang Sarah, Jessie tidak menolak saat Pietr mengajaknya bertemu. Bahkan lebih dari itu, hubungan keduanya jadi lebih dekat. Dan ketika, Pietr bicara tentang niatnya untuk memutuskan hubungannya dengan Sarah, Jessie malah ngelarangnya. Mau mu opo toh, mba Jess? >_<

Yaa, begitulah jessie, selaaalu saja melindungi Sarah dan berbaik hati kepada Sarah. Padahal ya, Ibunya Jess itu meninggal karena Sarah.

Jadi, Sarah yang disebut sebagai cewek paling cantik tapi juga dikenal sebagai cewek yang bertabiat buruk se-Jinction, kota kecil tempat mereka tinggal ini memang bukan tipe cewek baik-baik. Dulu, dibawah pengaruh alkohol, Sarah menyetir mobil yang akhirnya ia menabrak ibunya Jessie hingga ia meninggal dunia. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ibunya berpesan agar Jess selalu menjaga dan membimbing Sarah dengan baik.

Hmm… aneh ya dengan ibunya Jessie. Sebenarnya ada hubungan apa antara Ibunya Jessie, Sarah dan juga Jessie? 

Tanpa diketahui Sarah, Pietr dan Jessica yang saling jatuh cinta sangat bahagia dengan kebersamaan mereka. Kadang, Jess merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia merasa telah berbuat salah karena menjalani hubungan dengan Pietr secara diam-diam dibelakang Sarah yang kini telah berubah menjadi gadis baik-baik. Namun kemudian ia pun merasa berhak untuk mempertahankan cintanya. Ditengah dilema itu, Pietr selalu menguatkan Jessie dan berkata, bahwa Jessie tidak salah. Mereka pun semakin dekat. Terlebih ketika Jessie mengetahui bahwa Pietr dan keluarganya, keluarga Rusakova adalah  kaum werewolf. Dan Jessie tetap menerima Pietr apa adanya. Tidak ada yang berubah dengan perasaannya terhadap Pietr.

Nah, selama ini, keluarga Rusakova tengah dikejar-kejar oleh mafia. Cukup mengejutkan, ternyata keluarga ini merupakan makhluk percobaan.

Mengapa mereka (keluarga Rusakova) dikejar-kejar oleh mafia?
Siapakah sebenarnya pihak yang telah “menciptakan” keluarga Rusakova? Untuk keperluan apa mereka diciptakan? Bagaimana pula kelanjutan hubungan Pietr dan Jessica?

=================

Jujur agak nyesel beli buku ini, aku kira bukan seri, hihii… Memang, seperti yang aku tulis di awal, membacanya agak sedikit membosankan dan bikin bingung. Si A suka sama si B, si B gak suka sama si A, si B malah suka nya sama si C. Dan si C ini pura-pura gak suka sama si B, malah mendukung banget supaya si A bisa sama-sama si B. -___-

Tapi, semakin banyak halaman yang yang saya baca, saya mulai bisa mengikuti dan menikmati ceritanya. Terlebih ketika banyak kejutan yang gak pernah saya pikirkan sebelumnya. Seperti ketika diketahui bahwa Pietr dan seluruh keluarganya adalah makhluk percobaan, dengan alur yang cepat dan perubahan beberapa karakter para tokohnya sukses membuat menghapus “label” kepada buku ini sebagai buku yang membosankan. Aksi perlawanan keluarga Rusakova terhadap para mafia yang mengejar mereka cukup menegangkan untuk dibaca. Yeps, bunuh-bunuhan. >_<

Oh iya satu lagi, saat Pietr bertemu dengan seorang perempuan yang kemudian ya, singkat cerita Pietr menganggap perempuan itu sebagai kakak perempuannya yang hilang, tapi ternyata… si perempuan ini adalah cucu dari salah satu ilmuwan pencipta makhluk-makhluk keluarga Rusakova. Agak-agak gimana gitu, pas baca bagian ini.T_T

Meskipun dengan mengusung ide cerita yang sebenarnya bisa dikatakan ide cerita yang biasa banget karena banyak banget pula yang menggunakan ide cerita ‘werewolf’ dan ‘shifter’, plus masih banyaknya pertanyaan yang tidak terjawab di buku pertama ini, jadi penasaran juga pengen bisa baca lanjutannya, yang setelah tadi sempat googling, ternyata seluruh serinya ada lima buku.

13 To Life Series by Shannon Delany
Recommended buat kamu yang suka kisah werewolf dan manusia, yang dibalut dengan romance sedikit thriller dan sedikiiiit juga fiksi ilmiah.

No comments :

Post a Comment