Wednesday, September 16, 2015

Book Review : Beautiful Creatures (Caster Chronicles Series #1) by Kami Garcia and Margaret Stohl

No comments
Ethan Wate sejak lahir tinggal di Gatlin, South Carolina, kota kecil yang menurutnya takkan pernah berubah. Karena itu ia tidak sabar untuk meninggalkan kota itu.

Lalu datanglah Lena Duchannes, dan segalanya pun terjungkir balik.

Lena dan keluarganya memiliki kemampuan supernatural. Mereka bisa mendatangkan badai, melihat ke masa depan, bahkan memanipulasi pikiran. Gadis itu berusaha keras menyembunyikan kemampuannya dan kutukan yang menghantui keluarganya.


Ternyata, meskipun dikelilingi taman-taman yang tumbuh liar, rawa-rawa kelam, dan pekuburan yang terlupakan, ada rahasia yang tak bisa disembunyikan selamanya.




Identitas Buku
Judul :  Beautiful Creatures (Caster Chronicles #1)
Judul Terjemahan : Kasih yang Indah
Penulis : Kami Garcia dan Margaret Stohl
Penerjemah : Monica D. Chresnayani
Kategori : Fiksi, YA, Romance, Paranormal, Sihir
Tebal : 624 Halaman
ISBN : 978-979-22-7239-0
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Paperback, Cetakan Pertama, Agustus 2011
Rate : 4/5 Bintang

Review
Selama ini, Ethan Lawson Wate, seorang pemuda berusia 17 tahun, memiliki kepribadian dan kehidupan yang biasa-biasa saja. Ia tinggal bersama dengan ayahnya, seorang penulis yang selalu mengurung  diri di ruang kerjanya sejak kematian istrinya, Lila Evers Wate. Mereka berdua tinggal di Gatlin, South Carolina, sebuah kota kecil yang semenjak era Perang Saudara tidak mengalami perubahan yang berarti. Dan selama ini pula, segala keperluan di rumah itu ditangani oleh seorang pengurus rumah tangga, bernama Amma yang sudah dianggap Ethan seperti ibunya.

Belakangan ini, Ethan merasa jenuh dengan kesehariannya. Ia ingin segera bisa lulus dari sekolahnya dan pergi sejauh mungkin dari kota tempat tinggalnya itu.

Selain itu, beberapa bulan terakhir, Ethan juga mengalami mimpi buruk yang senantiasa berulang. Ia memimpikan dirinya terjatuh, terjun bebas dalam kegelapan. Semakin hari, Ethan merasa mimpi-mimpinya itu cukup menyiksa dirinya. Yang tidak ia pahami yang kadang memicunya untuk berpikir dan mengingat-ingat mimpinya itu adalah karena di dalam mimpi-mimpinya tersebut, ia tidak sendirian. Ada seorang gadis yang juga jatuh. Gadis yang selalu berseru memanggil namanya. Seorang gadis dengan wajah dan aroma yang sama, aroma lemon dan rosemary. Bahkan, yang lebih aneh lagi selain memimipikan sesuatu yang sama secara berulang, Ethan sudah beberapa kali ini terbangun dalam keadaan kotor, ada tanah di beberapa bagian tubuhnya. Jendela kamarnya terbuka, padahal, Ethan sangat yakin, sebelum ia tidur ia telah menutup dan mengunci jendelanya. Ia juga yakin, ia tidak terbangun atau ada orang lain yang memasuki kamarnya dan membuka jendela kamarnya itu. 

Ethan merasa, mimpi-mimpinya itu semakin lama semakin terasa nyata.

Pada suatu hari, dimana hari itu adalah hari pertama masuk sekolah, di tahun keduanya di Stonewall Jackson High, karena merasa sangat mengantuk, ia tertidur dan seperti biasa, bermimpi seperti yang selama ini ia impikan. Ketika terbangun, Ethan mendapati pemutar musiknya sedang memutar sebuah lagu yang ia yakin ia tidak pernah menyimpan lagu tersebut ke dalam iPod-nya itu, apalagi mendengarkannya. Penasaran, Ethan memutar lagu tersebut, terdengar sebuah lantunan lagu yang moody, mengerikan  dan terasa memiliki kekuatan hipnotis. Lagu tersebut berjudul Enam Belas Bulan.

Pada hari itu pula, di Stonewall Jackson High, lebih tepatnya lagi di kelasnya Ethan, ada murid baru. Seorang cewek dengan penampilan nyentrik. Dari perkenalannya, ia mengaku tinggal seorang diri di Ravenwood Manor di puncak bukit yang terpencil. Ia bernama Lena Duchannes.

Dengan penampilan nyentriknya yang serba gothic dan kerap kali mengenakan pakaian berwarna hitam, serta kendaraan berupa mobil panjang berwarna hitam yang mirip dengan mobil jenazah, Lena terlihat cukup menarik. Menarik karena memang ia terlihat beda dari siswi-siswi lainnya di Stonewall Jackson High.

Semenjak pertama kali melihat Lena, Ethan merasa seakan-akan ia sudah mengenal Lena sejak lama. Lebih dari itu, saat mereka bertatapan, Ethan yakin bahwa gadis yang menghantui mimpi-mimpinya selama berbulan-bulan adalah Lena Duchannes.

Merasa perlu mencari tahu apa kaitan antara mimpi-mimpinya dengan Lena, Ethan mulai mencoba akrab dan mengajak Lena untuk berteman. Namun rencana Ethan tidak berjalan dengan lancar, karena teman-teman Ethan yang tergabung dalam klub basket, terutama para gadis cheerleader, sepakat untuk dan mengucilkan Lena.

Rupanya, usaha mereka untuk mengucilkan Lena cukup berhasil, karena kini hampir seluruh siswa/siswi sekolah menjauhi Lena.

Tak hanya di sekolah, di rumah, saat Amma yang ia tahu sebagai seseoang dengan hati yang baik dan biasanya selalu berpikir logis, juga memerintahkan Ethan untuk tidak berhubungan dengan Lena. Dengan mimik wajah yang serius, Amma pernah berkata jika Ethan tetap berhubungan Lena, maka Ethan akan terlibat berbagai masalah.

Hanya Wesley Jefferson Lincoln, sahabat akrab Ethan, yang tetap setia mendampingi Ethan, menerima dan tetap bersikap baik kepada Lena.

Lena Duchannes memang bukan manusia biasa, ia adalah Caster, manusia yang memiliki kemampuan supernatural secara turun-temurun, dan pada usianya ke-16 nanti, ia akan di-inisiasi upacara kedewasaan dan saat itu pula ia akan menghadapi takdirnya apakah akan menjadi Pihak Terang (manusia dengan penuh kebajikan) atau Pihak Kegelapan (manusia dengan niat-niat dan perilaku jahatnya).

Sebagai mana remaja seusianya yang penuh gejolak dengan emosinya labil, terutama menjelang ulang tahunnya, Lena merasa khawatir, ketakutan dan tertekan. Hal itu disebabkan karena ibu kandungnya yang tak pernah ia kenal adalah bagian dari Pihak Kegelapan. Dari informasi-informasi yang ia dapat, ia mengetahui bahwa ibunya terkenal karena sering melakukan peerbuatan-perbuatan jahat dan ia tak terkalahkan. Ia cemas, ia tidak ingin menjadi seperti ibunya.

Setiap kali Lena mencapai emosi tinggi, marah ataupun merasa ketakutan maka cuaca buruk, hujan deras disertai dan badai melanda kota Gatlin. Semebntara itu, meskipun banyak ditentang, Ethan terus berhubungan dengan Lena. Semakin ia berniat untuk menjauhi Lena, justru ia semakin merasa tidak mampu untuh menjauh dari Lena.

Semakin sering menghabiskan waktu dengan Lena, Ethan semakin menyadari bahwa ia mampu mendengar dan membaca pikiran serta kata hati Lena, dari sejak pertemuan pertama mereka.

Suatu hari di sudut taman dekat tempat tinggal Lena, di Ravenwood Manor, Ethan dan Lena menemukan sesuatu yang terkubur di kubur, sebuah bandul kalung antik dengan grafir : ECW dan GKD, dan pada saat mereka berdua memegang bandul tersebut,


BOOM!!!

Tiba-tiba saja, saat itu terjadi fenomena aneh yang menimpa Ethan dan Lena, keduanya tertarik dalam pusaran yang melempar mereka kembali ke masa lampau pada era Perang Saudara yang terjadi di Gatlin, tepat pada saat pembantaian dan penjarahan rumah-rumah penduduk.

Di "masa lampau" tersebut, ada seorang wanita muda yang menarik perhatian Ethan dan Lena, dia bernama Genevieve yang tengah berusaha mencapai rumahnya demi menyelamatkan keluarganya, hanya untuk mendapati rumahnya yang telah menjadi puing-puing. Keluarganya tewas, terperangkap di dalam kobaran api, hanya Ivy, pelayan setia keluarganya yang selamat.

Mereka juga menyaksikan pertemuan tak terduga antara Genevieve dengan kekasihnya, Ethan Carter Wate yang tidak lain adalah kakek moyang keluarga Ethan, yang namanya terhapus dari silsilah keluarga besar Ethan karena ia dianggap pengkhianat perang.

Sayangnya, pemandangan itu tiba-tiba terputus dan membawa mereka kembali ke masa kini.

Setelah mengalami kejadian aneh tersebut, Ethan dan Lena merasa sangat penasaran, mereka berdua bertekad mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa kaitan peristiwa tersebut dengan mereka berdua.

Sementara itu, tanpa penjelasan yang bisa diterima oleh Ethan, Amma terus saja mengingatkan Ethan untuk tidak berhubungan dengan Lena. Bahkan Amma membuatkan jimat penolak bala dan kutukan untuk Ethan. Saat Ethan memperlihat apa yang ditemukannya, yaitu bandul kalung bergrafir tersebut, dengan nampak sedikit kaget dan cemas, Amma memerintahkan Ethan untuk segera mengembalin dan mengubur bandul tersebut ketempat asalnya. Namun, Ethan tidak melakukannya.

Melalui berbagai cara dan taktik secara sembunyi-sembunyi, saat mereka berdua, Ethan dan Lena memegang bandul kalung itu, maka mereka dapat mengikuti kembali kelanjutan kisah Ethan Carter Wate dengan Genevieve yang kemudian diketahui memiliki nama lengkap Genevieve Duchannes, nama belakang yang sama dengan nama belakang yang dimiliki oleh Lena.

Dengan berbagai peristiwa dan petualangan yang tak terbayangkan dialami oleh Ethan bersama Lena, berhasilkah keduanya menguak misteri yang menghubungkan tali keturunan mereka berdua? Lalu, setelah melewati upacara inisiasi nanti, akankah Lena menjadi seorang Caster Putih seperti yang selalu ia harapkan selama ini? Jika tidak, sanggupkah Lena melawan takdirnya? Mengingat Ethan seorang mortal dan Lena seorang Caster, bagaimana pula hubungan Ethan dan Lena selanjutnya?


==========

Penasaran? Silahkan baca bukunya yaa... ^_^
Saya aja yang udah baca buku ini sampai selesai masih dibikin penasaran. Iyaa, gimana nggak, ini ternyata baru buku pertamanya dari seri Caster Chronicles hasil duetnya Margaret Stohl dan Kami Garcia. Dua penulis ini membuat seriesnya ke dalam empat buku, yaitu Beautiful Creatures, Beautiful Darkness, Beautiful Chaos, dan Beautiful Redemption.

Jadi penasaran, pengen baca lanjutannya. Tapi gak tahu, buku-buku selanjutnya itu udah terbit di Indonesia juga apa belum yah... Soalnya, saya gak mencari tahu lagi tentang seri ini. Jujur saja, bahkan awalnya saya tidak begitu tertarik untuk membaca buku ini. Buku yang dari sinopsis dibelakang bukunya kita bisa menebak jalan ceritanya, percintaan seorang mortal dengan seseorang yang memiliki kekuatan sepranatural plus latar belakang keduanya yang sangat jauuuh berbeda. Tapi... setelah membaca beberapa halaman, ketagihan deh... seru, banyak kejutannya, Ethan juga sweet dan romantis banget sama Lena. Ceritanya tidak membosankan seperti yang saya duga sebelumnya. Ditambah, terjemahannya juga bagus sehingga buku ini sangat enak dibaca.

Three words for this book : Unique, Epic and Addictive.
And Hi there, Beautiful Darkness, Beautiful Chaos, Beautiful Redemption and Dream Dark, come to Mama... ^_^

No comments :

Post a Comment