Friday, September 11, 2015

Book Review : The Cuckoo's Calling (Cormoran Strike Series #1) by Robert Galbraith

No comments
Ketika seorang supermodel jatuh dari ketinggian balkon di Mayfair yang bersalju, polisi menetapkan bahwa ini kasus bunuh diri. Namun, kakak korban meragukan keputusan itu, dan menghubungi sang detektif partikelir, Cormoran Strike, untuk menyelidikinya.

Strike seorang veteran perang yang memiliki luka fisik dan luka batin. Hidupnya sedang kisruh. Kasus ini memberinya kelonggaran dalam hal keuangan, tapi menuntut imbalan pribadi yang mahal: semakin jauh dia terbenam dalam kasus ini, semakin kelam kenyataan yang ditemuinya---dan semakin besar bahaya yang mengancam nyawanya...


Identitas Buku
Judul : The Cuckoo's Calling
Judul Terjemahan : Dekut Burung Kukuk
Penulis : Robert Galbraith (Nama samaran dari J.K. Rowling)
Penerjemah : Siska Yuanita
Kategori : Fiksi, Thriller, Misteri, Kriminal, Detektif
Tebal : 520 Halaman
ISBN : 978-602-03-0062-7
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Paperback, Cetakan Pertama, Desember 2013
Rate : 3/5 Bintang

Review
Diawal cerita, kita sudah langsung disuguhi sebuah tragedi. Lula Landry, yang oleh teman-teman dekatnya biasa dipanggil Cuckoo ini adalah seorang super model yang sedang berada di puncak kariernya itu ditemukan tewas. Ia terjatuh dari balkon apartemennya yang berada di lantai 3. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, pihak kepolisian menyatakan bahwa korban tewas bukan akibat terjatuh, melainkan ada unsur kesengajaan yakni bunuh diri.

"Bunuh diri memang kejadian yang sulit diterima."
(The Cuckoo's Calling, halaman 40)

John Bristow, kakak dari Lula Landry yang juga berprofesi sebagai pengacara merasa tidak puas dengan apa yang telah diputuskan oleh tim kepolisian. Ia yakin, bahwa adiknya tidak mungkin melakukan bunuh diri, terbunuhnya sang adik pastilah karena pembunuhan yang telah direncanakan, entah tujuannya apa dan oleh siapa. Untuk membuktikan kebenaran dugaannya, John Bristow menemui, Cormoran Strike, seorang detektif.

"Begitulah yang mereka lakukan terhadap kesuksesan; mereka memburumu, mereka mencabikmu." 
(The Cuckoo's Calling, halaman 80)

Cormoran Strike adalah seorang detektif partikelir (swasta). Ia veteran perang yang kehilangan separuh kakinya di Afganishtan. Ia memiliki latar belakang sebagai seseorang yang di cap sebagai anak haram. Ia terlahir dari hubungan gelap ayahnya yang seorang bintang rok terkenal saat itu dengan seorang groupie (secara harfiah groupie adalah orang yang secara seksual atau emosional mencoba menjalin kedekatan dengan selebriti atau figur-figur tertentu) yang juga pecandu narkoba. Masa kecil dan masa remaja Cormoran adalah masa-masa yang penuh dengan kemuraman. Begitu pula dengan percintaannya. Ia kerap kali mengalami patah hati, dan di usianya yang ke-35 tahun ini, ia juga baru saja putus dari tunangannya, Charlotte.

Bisnisnya saat ini sebagai detektif partikelirpun tidaklah terlalu bagus. Sehari-harinya, ia tinggal di sebuah tempat yang sekaligus ia jadikan sebagai kantor. Setiap malam, ia hanya tidur hanya diatas kasur lipat yang tipis.

Seperti halnya pepatah yang mengatakan bahwa hidup itu ibarat sebuah roda yang berputar, ada bagian yang kadang berada diatas dan kadang harus berada di bawah. Begitu juga dengan kehidupan Cormoran saat ini, ia benar-benar sedang berada pada titik terendahnya.

Datanglah John Bristow, menemui dan meminta Cormoran untuk menyelidiki kematian adik perempuannya, yang menurut keyakinannya bukanlah peristiwa bunuh diri segaimana hasil dai penyelidikan polisi, melainkan sebagai pembunuhan, yang bahkan mungkin telah direncakan untuk adiknya itu.

Mendengar apa yang dijelaskan oleh calon kliennya itu, Cormoran menganggap hanya akan membuang-buang waktu saja untuk menerima dan menyelidiki kasus tersebut. Kasus yang bahkan oleh kepolisianpun sudah jelas-jelas dinyatakan sebagai peristiwa bunuh diri. Namun,  ketika John Bristow menawarkan bayaran yang menggiurkan, karena di masa-masa sulitnya ini, ia sedang benar-benar sangat membutuhkan uang.

Mulailah Cormoran menyelidiki kasus terbunuhnya sang super model, Lula Landry. Pada awalnya, Cormoran tidak begitu antusias dengan apa yang sedang ia kerjakan itu. Ia bekerja hanya sebagai kewajiban demi mendapatkan haknya, yakni bayaran dari John Bristow. Cormoran begitu sangat ingin kasus yang ia tangani ini cepat selesai. Namun, dari apa yang kerjakan selama ini, hasilnya cukup mengejutkan. Berdasarkan informasi dari tetangga apartement Lula yang berada dua tingkat dibawahnya, yaitu pasangan produser Freddie Bestigui dan istrinya, Tansy, mengaku mendengar teriakan Lula sebelum akhirnya mereka mendengar keributan atas ditemukannya Lula dalam keadaan tewas dibawah. Bahkan, tidak hanya itu, menurut pasangan suami istri tersebut, mereka juga sempat mendengar keributan pertengkaran antara Lula dengan seseorang.

Namun kemudian, kesaksian yang disampaikan oleh Nyonya Bestigui tersebut dianggap tidak relevan karena diketahui ia tengah mengkonsumi narkoba dan pada saat kejadian dia berada di dalam flatnya yang kedap suara. Hasil penyelidikan dari polisi yang berhasil diperoleh Cormoran menunjukkan rekaman CCTV bahwa ada 2 orang yang berlari keluar dari tempat kejadian persis setelah terjatuhnya Lula dari balkon. Kedua orang tersebut tidak berhasil diidentifikasi oleh polisi.

Cormoran kemudian menanyai juga teman-teman dekat Lula yang pada hari kejadian bersama-sama dengan Lula, yaitu sahabatnya sesama super model, Ciara Porter dan penata riasnya. Kemudian pacar Lula yang dianggap selalu membawa masalah dan pada hari kejadian bertengkar dengan Lula, aktor Evan Duffield. Cormoran juga mencari teman Lula yang tidak diketahui namanya yang pada hari kejadian bertemu dengan Lula dan menurutnya, ia merupakan saksi penting dari apa saja akitivitas Lula pada hari itu yang juga mungkin menjadi pemicu atau salah satu pemicu kematiannya. 

Dibantu oleh sekretaris sementaranya, Robin, penyelidikan demi penyelidikan yang dilakukan Cormoran, semakin mengarah pada hal-hal yang menunjukkan bahwa kematian Lula memang bukanlah peristiwa bunuh diri.

Sayangnya, seseorang yang dianggap Cormoran mengetahui lebih banyak dari apa yang dia katakan kepada Cormoran, ditemukan tewas tenggelam. Meskipun demikian, Cormoran semakin mendekati kesimpulan mengenai pembunuhnya. Kini, tanpa disadari, justru Cormoran lah yang berada dalam bahaya. Si pembunuh yang merasa telah diusik, mulai mengintai Cormoran.

Berhasilkah Cormoran mengungkap kasus pembunuhan terhadap Lula Landry? Sangggupkah ia terlepas dari bahaya yang juga tengah mengintai dirinya?

===========

I finished this book a few days ago, I read it in a day and a half. This is for the first time, saya membaca buku karya J.K. Rowling yang pada buku ini, beliau menggunakan pseudonym, Robert Galbraith.

Dari ide cerita, buku ini sebenarnya menarik. Cuma, menurut saya, ceritanya terlalu bertele-tele, jadinyaa bikin gemes. Dari hasil penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan oleh lead dalam cerita ini, sang pembunuh yang sedang dicari-cari juga sebenarnya sudah bisa ditebak, tapiii... karena kebanyakan muter-muternya jadi bikin greget!

Ceritanya flat tidak banyak kejutan, tidak ada juga perasaan tegang seperti yang biasanya dirasakan pada membaca buku-buku bergenre yang sama, begitu pula saat-saat akhir pengungkapan kasusnya. Padahal katanya novel ini bergenre thriller. Dengan label sebagai novel detektif pula, setelah membaca hingga halaman terakhirnya, saya merasa tidak benar-benar menemukan sosok detektif seperti halnya sosok-sosok detektif dengan ciri khasnya masing-masing pada kisah-kisah yang lainnya. Pada sosok yang katanya detektif, Cormoran ini, saya malah lebih banyak disuguhi sisi/kisah hidup Cormoran yang seringnya mengalami galau.... -___-

Jadinya, maaf-maaf nih yaa.... saya gak suka sama karakter Cormoran Strike. Saya malah suka sama karakter sekretarisnya, Robin, yang selalu penuh semangat dan bahkan tidak mengeluh sekalipun dalam pekerjaannya itu, ia mendapat gaji yang kecil.

Tapi, jika ada buku lainnya dari kisah Cormoran Strike ini, penasaran pengen baca juga. Semoga di kisah-kisah lainnya, bisa lebih sesuai dengan ekspektasi saya terhadap sebuah bacaan yang bergenre thriller dan detektif. 

No comments :

Post a Comment