Friday, October 2, 2015

Book Review : Cerita Rakyat Dari Prancis 1 dan 2 - Seri Pendidikan Budaya by Nh. Dini

No comments
Cerita Rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat. Ada dua jenis cerita rakyat: puisi dan prosa. Puisi adalah karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh dengan makna. Dan prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide.

Cerita rakyat dalam bentuk prosa terdiri dari :
1. Dongeng :  merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang disampaikan secara terun-temurun dari nenek moyang. Dongeng berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik), dan juga menghibur.

2. Legenda : adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor

3. Mite : Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci atau sakral, misalnya cerita tentang tokoh kayangan atau tokoh supranatural yang memiliki kekuatan hebat. Tokoh mite adalah dewa atau manusia setengah dewa dan menyangkut peristiwa yang terjadi di dunia lain pada masa lalu


Identitas Buku
Cerita Rakyat Dari Prancis 1 dan 2 - Seri Pendidikan Budaya oleh Nh. Dini
Bahasa : Indonesia
Tebal buku 1 dan 2 : 42 Halaman dan 50 Halaman
Kategori : Cerita Rakyat, Legenda, Mitos, Dongen
Penerbit : PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta
Diterbitkan oleh PT Grasindo, 1999
ISBN buku 1 dan 2 : 9796696878 dan 9796696967
Rate : 5/5 bintang untuk buku 1 dan 2

Dan karena buku-buku ini masing-masing merupakan kumpulan cerita-cerita pendek, yang juga jumlahnya tidak banyak, saya tidak ingin bercerita banyak juga tentang masing-masing ceritanya, karena akan lebih baik dibaca sendiri supaya kamu juga merasakan apa yang saya rasakan, yaitu merasa berkeliling Prancis, mengunjungi tempat-tempat yang memiliki dongeng-dongeng, legenda dan mitos dan diceritakan langsung oleh penduduknya disana. Hwahh, haha... dasar penghayal tingkat tinggi ya... ^_^

Nah, pada buku pertama seri pendidikan budaya yang berjudul Cerita Rakyat dari Prancis 1 ini, dimuat enam cerita rakyat yang berasal dari Prancis, yakni :
"Rubah jadi-jadian dari Morlange", yang berkisah tentang Pangeran Morlange, yang ditakuti rakyatnya. Ia akan sangat murka jika ada petani yang tidak bekerja dengan baik dan hasil panennya sedikit. Perangainya kasar dan penuh dengan kedengkian. Ia juga mengharuskan rakyatnya untuk membayar pajak melebihi dari jatah yang sebenarnya. Namun kemudian, karena suatu hal, ia berubah menjadi seseorang yang penuh dengan kedermawanan. Hal apakah yang sanggup membuatnya kepribadiannya berubah 180 derajat itu?

"Peri Polybotte", bercerita tentang peri yang paling berpengaruh di wilayah Gerardmer. Dia memiliki kekuatan nujum yang disegani oleh para penghuni alam gelap, sehingga ia pun ditakuti oleh penduduk di sekitar wilayah itu. Suatu hari, sang peri tertarik dengan seorang pria penunggang kuda. Dengan segala cara ia berusaha menarik perhatian sang penunggang kuda, kemudian tanpa basa-basi, ia meminta pria itu untuk bersedia menjadi pendampingnya. Namun ia menolak. Karena penolakan itu, laki-laki dari alam manusia tersebut kemudian menjadi korban nujumnya yang disebut-sebut sebagai yang paling dahsyat. Bahkan hingga kini, sisa-sia nujum tersebut masih tersisa disekitar daerah itu.

Penasaran bagaimana cerita lengkapnya Pangeran Morlange ataupun Peri Polybotte? Bagaimana pula dengan kisah "Katedral Metz", "Sebuah Tiang yang Menangis", "Santo Nikolas" dan "Menara Kutu".?

Silahkan baca bukunya ya... Dan supaya lebih lengkap, lanjutkan pula dengan membaca buku keduanya. Dimana pada Cerita Rakyat dari Prancis bagian ke-2 ini, memuat lima cerita, yakni "Germain L'Auxerrois", "Genevieve dari Paris", "Kota Ys", "Dongeng dari Crau", dan "Dongeng Rubah dan Manusia"

Sarat akan pesan-pesan moral, dengan cara penyajian yang menarik dan penggunaan bahasa yang sederhana serta dilengkapi ilustrasi yang menarik, membuat buku ini sangat layak dibaca oleh anak-anak, guru, orangtua, dan siapa saja yang berminat pada cerita rakyat dari Prancis.

Semoga tulisan ini bisa sedikit membantu kamu yang memiliki buku-buku ini namun masih ragu untuk membacanya. Ayoo, jangan ragu lagi, baca yaa :)  

No comments :

Post a Comment