Thursday, March 3, 2016

Gerhana Matahari Total di Indonesia

2 comments
Gerhana merupakan peristiwa astronomis ketika sebuah objek menghalangi pandangan ke objek lainnya.

Gerhana Matahari terjadi ketika piringan Bulan menutupi sebagian atau seluruh piringan Matahari. Terjadi pada fase bulan baru, ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.

Skema Terjadinya Gerhana Matahari
Ketampakan gerhana bergantung pada jarak Bulan, Matahari, dan posisi pengamat. Gerhana Matahari Total (GMT) hanya dapat diamati dari daerah yang dilintasi bayangan umbra Bulan. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) dapat dilihat dari daerah yang dilintasi bayangan penumbra Bulan.

Skema Terjadinya Gerhana Matahari Beserta Letak Posisi Umbra dan Penumbra 
Pada 9 Maret 2016, sebagian besar Pasifik, meliputi Indonesia, Malaysia, dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara dan benua Australia akan dapat menyaksikan gerhana matahari parsial.

Di Timur Samudera Pasifik, gerhana matahari total akan terjadi selama lebih dari 4 menit. Sedangkan, wilayah daerah lainnya mengalami gerhana matahari parsial. Sebagian besar India dan Nepal akan mengalami gerhana matahari parsial. Sementara itu, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini akan dapat menyaksikan lebih dari 50% gerhana parsial. Sedangkan Kamboja, Myanmar, Vietnam dan Thailand akan melihat sekitar 50% gerhana matahari parsial. Sementara Australia, China, Jepang dan Alaska akan mendapatkan kurang dari 50% gerhana parsial.

Gerhana Matahari Total di Indonesia
Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 akan menjadi peristiwa menarik dan yang paling dinanti masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, jalur totalitas dari peristiwa Gerhana itu akan melintasi Indonesia dari barat ke timur.


Sebelumnya, gerhana matahari total yang melintasi Indonesia terjadi pada tanggal 24 Oktober 1995. Di tahun 1980-1990, terjadi 3 gerhana total yakni 11 Juni 1983, 22 November 1984 dan 18 maret 1988. Setelah 9 Maret 2016, gerhana matahari total berikutnya akan terjadi tanggal 20 April 2042 dan 12 September 2053.

Pada tanggal 20 April 2023 dan 25 november 2049, Indonesia akan dilewati gerhana hibrida (gerhana matahari cincin dan total yang terjadi bersamaan dalam satu gerhana), dan sebagian wilayah Indonesia berkesempatan melihat gerhana matahari total.

Selama 2 abad atau dari tahun 1901-2100 (abad 20 dan 21), Indonesia dilintasi oleh 14 Gerhana Matahari Total termasuk di dalamnya gerhana hibrida.

Gerhana Matahari Total terjadi setiap 18 bulan atau 1,5 tahun. Atau 2 gerhana matahari total dalam 3 tahun. GMT terakhir di Indonesia terjadi tahun 1995 dan yang berikutnya akan terjadi tahun 2042. Tapi di tahun 2023, saat gerhana matahari hibrida, sebagian wilayah Indonesia akan menyaksikan gerhana matahari total.

Gerhana Matahari Total di Indonesia memang langka karena tidak setiap gerhana matahari total terjadi di tempat yang sama di dunia. Berdasarkan perhitungan statistik, dari seluruh gerhana matahari total yang sudah terjadi, rata-rata, GMT akan kembali ke lokasi yang sama (bukan negara) dalam kurun waktu 375 tahun. Artinya satu lokasi yang sama secara rata-rata bisa mengalami gerhana matahari total, satu kali dalam 375 tahun.

Akan tetapi, ini hanya perhitungan statistik. Pada kenyataannya, satu lokasi yang sama bisa mengalami GMT kurang dari 375 tahun atau bahkan bisa menunggu lebih dari 1000 tahun untuk mengalami kembali GMT.

Indonesia akan bisa menikmati kembali gerhana matahari total saat terjadi gerhana matahari hibrida pada tahun 2023. Tapi bukan pada lokasi yang sama seperti sekarang. Jalur total akan melewati perairan banda dan salah satu kota yang bisa melihat totalitas adalah Biak.

Gerhana akan berlangsung pada pagi hari,
ketika Matahari beranjak naik dari ufuk timur

Gerhana Matahari dengan geometri yang persis sama di setiap gerhana akan terjadi lagi dalam rentang 18 tahun 11 hari 8 jam. Siklus ini dinamai siklus Saros. Gerhana yang terjadi dalam satu siklus saros akan terjadi di titik simpul orbit yang sama dengan Bulan berada pada jarak yang sama dari Bumi dan di waktu yang sama.  Lokasi terjadinya gerhana dalam satu siklus Saros akan bergeser atau tidak di lokasi yang sama.

Satu siklus Saros berlangsung selama 1226 -1550 tahun dan terdiri dari 69 – 87 gerhana yang merupakan perpaduan gerhana sebagian, total, cincin dan hibrida. Dari keseluruhan gerhana dalam satu siklus Saros, terdapat 40 – 60 perpaduan gerhana total, cincin dan hibrida.

Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 merupakan gerhana seri saros 130. Gerhana yang persis sama sebelumnya terjadi tanggal 26 Februari 1998 dan gerhana berikutnya akan terjadi 20 Maret 2034. Ketiganya merupakan gerhana total dengan durasi total 4 menit 9 detik.



Sumber dan referensi :
lapan.go.id
langitselatan.com
wikipedia/Gerhana Matahari Total 9 Maret

2 comments :

  1. hmmm bener mbak saya lagi menunggu kedatangan nya khususnya wilayah jambi

    ReplyDelete