Saturday, November 11, 2017

GIVEAWAY: @ade_reads 1K Giveaway

No comments
Hai Haai... saya sedang mengadakan giveaway di akun Instagram saya: @ade_reads, dengan pilihan hadiah buku-buku seperti yang terlihat pada foto dibawah ini,


1. Gone With The Wind by Margareth Mitchell

2. The Devil Who Tamed Her by Johanna Lindsay
Review saya untuk buku ini bisa dibaca di:
Book Review: 

3. It Had To Be You by Suzan Elizabeth Philips
Review saya untuk buku ini bisa dibaca di:

4. Blue Vino by K. Fisher

5. Berlabuh di Lindoya by K. Fischer

6. A Painting of Pains by Hanna Natasha

7. Bridget, Si Ratu Sekolah by Paige Harbison
Review saya untuk buku ini bisa dibaca di:

8. Always The Bride by Jessica Fox
Review saya untuk buku ini bisa dibaca di:

9. Fangirl by Rainbow Rowell

10. Eleanor and Park by Rainbow Rowell

11. Attachments by Rainbow Rowell

12. Selama Kita Tersesat Di Luar Angkasa by Maggie Tiojakin

13. Hunted by P.C.Cast + Kristin Cast
Review saya untuk buku ini bisa dibaca di:

Kok sebagian bukunya gak ada reviewnya? Hihii...iyaa, penyakit saya inii...kadang kalau sudah baca buku suka malees banget nulis review, malah belakangan ini makin menjadi aja lho, hihi :P

Lanjuts, pada giveaway ini nanti akan dipilih satu orang pemenang, dan sang pemenang boleh memilih hingga 4 judul buku yang ada di foto lho... Jadi, kalau di foto tersebut ada judul-judul buku yang selama ini ada di wishlist kamu, jangan ragu buat ikutan ya... Masih ada waktu buat kamu untuk mengikuti giveaway ini, karena giveawaynya sudah berlangsung sejak tanggal 1 November lalu sampai dengan 14 November 2017 mendatang.

Cara Ikutannya? Mudah banget, langsung aja cek peraturannya di:

Terima kasih... dan semoga beruntung!

Saturday, September 16, 2017

MV & Lyric || Somewhere Out There by Linda Ronstadt feat James Ingram

No comments

Somewhere out there, beneath a pale moonlight
Di suatu tempat di luar sana, i bawah cahaya bulan yang pucat

Someone's thinking of me, and loving me tonight
Seseorang memikirkan ku, dan mencintai ku malam ini

Somewhere out there, someone's saying a prayer
Di suatu tempat di luar sana, seseorang mengucapkan doa

That we'll find one another
Bahwa kita akan menemukan satu sama lain

In that big somewhere out there
Dalam suatu tempat yang luas di luar sana

And even though I know how very far apart we are
Dan meskipun ku tahu seberapa jauh kita terpisah

It helps to think we might be wishing on the same bright star
Ini membantu untuk berpikir bahwa mungkin kita berharap pada bintang terang yang sama

And when the night wind starts to sing a lonesome lullaby
Dan ketika angin malam mulai menyanyikan sebuah lagu ninabobo kesepian

It helps to think we're sleeping underneath the same big sky
Ini membantu untuk berpikir bahwa kita sedang tidur di bawah langit besar yang sama

Somewhere out there, if love can see us through
Di suatu tempat di luar sana, jika kita bisa melihat cinta itu

Then we'll be together
Lalu kita akan bersama-sama

Somewhere out there, out there dreams come true
Di suatu tempat di luar sana, dimana impian jadi kenyataan

Friday, September 15, 2017

Langkah-Langkah Mudah Mengganti Password Wifi IndiHOME

No comments
IndiHOME atau Indonesia Digital HOME adalah salah satu produk layanan dari PT Telekomunikasi Indonesia berupa paket layanan komunikasi dan data seperti telepon rumah (voice), internet (Internet on Fiber atau High Speed Internet), dan layanan televisi interaktif (USee TV Cable, IP TV). Karena penawaran inilah Telkom memberi label IndiHOME sebagai tiga layanan dalam satu paket (3-in-1) karena selain internet, pelanggan juga mendapatkan tayangan TV berbayar dan saluran telepon. Hapal banget ya? Ahh...abis nyontek kok dari Wikipediaaa, hahaha...

Nah, sebagai salah satu pelanggan selama hampir dua tahun, saya merasa cukup puas dengan layanan IndiHOME ini. Cukup puas? iya gak puas-puas banget, ada kecewa-kecewanya gitu. Pertama, sejak beberapa bulan terakhir ini layanan HBO on Demand yang menyediakan film-film blockbuster dan serial-serial keren itu tidak bisa diakses secara gratis seperti sebelumnya. Sekarang, untuk setiap film yang akan ditonton kita harus membelinya terlebih dahulu. Tombol PLAY jadi tidak ada, diganti dengan tombol BUY. Nggak ngerti juga sih apa memang sekarang itu harus ada tambahan biaya lagi untuk mendapatkan layanan tersebut sehingga si tombol PLAY itu bisa muncul lagi, atau memang ya begitulah aturannya. Belum pernah tanya juga sama Customer Service-nya. Lhaa... ya tanya dong neeng... Abisnya kalau nelpon ke CS nya gitu suka dikepoin. Tanya-tanya nama lah... tempat tinggal lah... ahahaa... kan itu mah memang begitu ya. Kedua, kadang suka lemot bahkan lemot banget. Bikin sedih aja kalau lagi nonton streaming-an, lagi belajar atau ada kerjaan yang membutuhkan layanan internet, eh malah lelet bin lemot begitu. Ketiga, tarif paket dan layanan IndiHOME ini kok ya makin kesini makin mahal tanpa ada peningkatan kualitas yang benar-benar signifikan. Keempat, saat terjadi gangguan yang mengharuskan saya untuk memanggil petugasnya, mereka itu entah memang benar-benar sibuk banget apa gimana, karena misalnya saya melakukan telepon pengaduan hari ini, mereka bilang akan datang hari itu juga, tapiii... mereka datangnya beberapa hari kemudian. Pokoknya respon mereka jelek banget. Mungkin gak disetiap daerah seperti itu juga sih ya... Ah, jadi curcol kan saya jadinya. Begitulah... dan habisnya mau gimana lagi, pernah kepikiran juga untuk ganti dengan layanan yang lain, tapi kok ada khawatir gak lebih bagus juga dari IndiHOME, ciee... hehe... Iya deh untuk sekarang sampai entah kapan, mungkin masih bakalan pakai IndiHOME aja.

Daaan... kadang karena alasan tertentu, kita, iya kita, saya sama kamu yang juga sesama pelanggan IndiHOME ini, berada pada situasi yang mengharuskan kita untuk mengganti password Wifi IndiHOME. Sebentar, perasaan.. ini kata-kata saya apaan banget deh, hehe.. Caranya mudah lho, tapi sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu informasi bawaan yang kita butuhkan untuk mengubah password wifinya yaitu:

IP Address : 192.168.1.254
Username : admin
Password : admin

Informasi tersebut didapatkan dari bagian belakang atau bagian bawah modem, dan untuk IP, biasanya IP bawaan modem adalah 192.168.1.1 atau 192.168.1.254 untuk memastikan yang manan IP Address kamu, silahkan cek modem kamu yaa...

Langkah-Langkah Mudah Mengganti Password Wifi IndiHOME

Langkah 1:
Ketik IP Address pada form url di web browser kamu, lalu tekan Enter.

Langkah 2:
Maka akan muncul Pop-up Windows seperti yang terlihat pada gambar dibawah, masukan Username dan Password, lalu klik Log In untuk masuk ke halaman Control Panel.

Tampilan Log In Pop-up Windows 

Langkah 3:
Setelah masuk ke halaman Control Panel, klik menu Interface Setup, lalu klik sub menu Wireless, gulir ke bagian bawah lalu pada bagian Pre-Sharred Key ganti password dengan password baru yang sudah kamu tentukan, terakhir klik SAVE dibagian bawah. Jika kamu juga ingin mengganti nama SSID atau nama tampilan Wifi, kamu bisa menggantinya dengan cara mengetikkan nama SSID baru yang kamu inginkan, jangan lupa klik SAVE yaa...

Untuk lebih jelas, silahkan perhatikan gambar di bawah ini:

Langkah-Langkah Mudah Mengganti Password Wifi IndiHOME
Selesai! ternyata mudah banget ya, dan pasti sebenarnya sudah banyak sekali yang mengetahui dan berbagi informasi ini, tapi buat kamu yang belum tahu lalu terdampar di halaman blog saya ini, terima kasih yaa... semoga bermanfaat!.

Bisakah Kita Bertukar Posisi?

No comments
Credit: BennuBird

Bisakah kita bertukar posisi?

Iya, seandainya saja kita bisa bertukar posisi.
Tapi... 
tidak, tidak, tidak seperti itu.
Aku tidak ingin kamu menjadi aku.
Tapi aku yang ingin menjadi kamu.
Aku ingin tahu bagaimana rasanya dicintai dengan begitu tulus dan sekaligus juga, aku ingin belajar bagaimana caranya mengabaikan orang lain.

Sunday, September 3, 2017

MV & Lyric || Back At One by Brian McKnight

No comments


It's undeniable that we should be together
Tak bisa dibantah bahwa kita harus bersama

It's unbelievable how I used to say that I'd fall never
Tak bisa dipercaya bahwa dulu aku sering berkata takkan pernah jatuh cinta

The basis is need to know, if you don't know just how I feel
Harus didasari pengertian, jika kau tak tahu perasaanku

Then let me show you now that I'm for real
Maka biarlah kutunjukkan padamu bahwa aku sungguh-sungguh

If all things in time, time will reveal, yeah
Jika semuanya tepat waktu, waktu kan menunjukkan, yeah

II
One, you're like a dream come true
Satu, kau seperti mimpi yang jadi nyata

Two, just wanna be with you
Dua, aku hanya ingin bersamamu

Three, girl, it's plain to see
Tiga, kasih, mudah dilihat

That you're the only one for me
Bahwa kaulah satu-satunya untukku

And four, repeat steps one through three
Dan empat, ulangi langkah satu sampai tiga

Five, make you fall in love with me
Lima, jatuh cintalah padaku

If ever I believe my work is done
Jika aku yakin pekerjaanku selesai

Then I'll start back at one, yeah yeah
Maka kan kumulai lagi dari satu, yeah yeah

It's so incredible, the way things work themselves out
Sungguh mengagumkan, bagaimana semuanya terjadi

And all emotional once you know what it's all about, hey
Dan sungguh mengharukan begitu kau tahu tentang apa semua ini

And undesirable for us to be apart
Dan kita tak diharapkan berpisah

I never would've made it very far
Tak pernah aku kan sejauh ini

'Cause you know you got the keys to my heart
Karena kau tahu kau punya kunci ke hatiku

'Cause, 
Karena

Back to II

Say farewell to the dark of night
Ucapkan selamat tinggal pada gelap malam

I see the coming of the sun
Kulihat datangnya mentari

I feel like a little child 
Aku merasa seperti anak kecil 

Whose life has just begun
Yang hidupnya baru dimulai

You came and breathed new life 
Kau hadir dan hembuskan hidup baru 

Into this lonely heart of mine
Ke dalam hatiku yang sepi ini

You threw out the lifeline just in the nick of time
Kau lemparkan tali penolong dalam waktu demikian singkatnya

Back to II

Friday, September 1, 2017

Book Review: The Flat Earth Conspiracy by Eric Dubay

2 comments
Saya sudah baca buku ini, versi ebook (bahasa Inggris) beberapa bulan yang lalu. Saya lupa tepatnya kapan, kira-kira ketika Teori Flat Earth saat itu sedang mulai ramai diperbincangkan kembali di sosial media.

Cover ebook The Flat Earth Conspiracy by Eric Dubay


Buku ini pertama kali diterbitkan 9 November 2014 dan diterbitkan di Indonesia pada bulan yang sama, November tahun 2016. 

Cover buku terjemahan berbahasa Indonesia, The Flat Earth Conspiracy
Seperti yang terlihat pada gambar pertama diatas, pada edisi bahasa Inggris tersebut judul buku ini hanya The Flat Earth Conspirasy, tanpa anak judul yang kalau diterjemahkan akan menjadi : "Bukti-Bukti Ilmiah Bumi Itu Datar". Ini embel-embel darimana ya, omong-omong? 

Bagi yang penasaran, berikut adalah blurb buku tersebut dari edisi terjemahannya:

Selama ini kita meyakini bahwa bentuk bumi adalah bulat. Pengetahuan tentang bumi bulat itu diajarkan di semua ruang sekolah di seluruh dunia. Bumi bulat sudah menjadi sistem kepercayaan kita. Namun, ilmu pengetahuan terus berkembang. Apa yang kita yakini sekarang bisa jadi berubah kemudian. Keyakinan bahwa bumi bulat yang sudah mapan selama ratusan tahun itu digugat. 

Seorang peneliti internasional bernama Eric Dubay mengungkap fakta bahwa teori bumi bulat adalah ilusi yang ditanam di otak kita lewat kebohongan sains dan propaganda media selama lebih dari 500 tahun. Teori bumi bulat merupakan bentuk konspirasi terbesar sepanjang masa. 

Dalam penelitian yang dituangkan di buku ini, Eric Dubay mengungkap fakta-fakta mencengangkan yang membuktikan bahwa BUMI INI DATAR, BUKAN BULAT. Banyak fakta yang dikupas dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Salah satu fakta ilmiah yang kuat dan belum bisa dibantah adalah fenomena gerhana matahari dan bulan yang tidak akurat jika dihitung berdasarkan teori bumi bulat. 

Apa saja fakta-fakta tak terbantahkan lain yang membongkar kebohongan teori bumi bulat? Baca buku ini dan Anda akan tercengang!

Sebuah blurb yang cukup menjanjikan dan sangat menarik untuk dibaca ya, bukan? Nah, secara umum buku ini berisi penyangkalan proyek pendaratan di Bulan, eksperimen serta gambar tentang kebenaran bumi datar menurut mereka, yakni para penganut teori Flat Earth (FE), juga kutipan-kutipan dan pendapat/klaim pada era tahun 1800an yang memang saat itu sedang mulai booming klaim bahwa bumi itu sebenarnya berbentuk datar tidak bulat, yang kemudian oleh sebagian orang/kelompok klaim ide tersebut diterima dan berkembang.

Tentu saja tidak ada bukti ilmiah yang mereka sajikan yang menyatakan bahwa klaim Bumi Datar atau Flat Earth ini adalah 100% benar pada buku ini. Sekalipun mungkin bagi sebagian orang paparan-paparan konsep khas FEnya tersebut akan cukup mencengangkan. Jika pembaca cukup jeli, pada judul buku ini ada kata "Conspiracy" (konspirasi), yang kita tahu itu artinya pemufakatan yang ilegal atau tidak sah.

Omong-omong mengenai penulis, siapakah sosok Eric Dubay ini? Eric Dubay adalah salah satu orang yang meyakini bahwa Bumi berbentuk datar. Lebih detail mengenai sosok beliau ini, silahkan googling saja ya, teman-temaan. Yang pasti upayanya membuat pembaca percaya dengan yang diuraikan layak diacungi jempol deh :P

Berdasarkan pengalaman pribadi, dibutuhkan kesiapan mental dan keterbukaan pikiran yaaang selebar-lebarnya serta keikhlasan hati yang benar-benar tulus untuk membaca buku ini, hehe... Iya, sebenarnya tidak ada yang salah dengan buku ini, karena teori Flat Earth itu (pernah) ada, bahkan mungkin akan selalu ada dan menjadi topik pembicaraan yang menarik untuk sebagian/sekelompok orang. Selain itu, tidak bisa kita pungkiri, hingga saat ini, penganutnyapun juga tidak sedikit, entah nantinya akan bagaimana, saya hanya bisa berharap orang-orang akan semakin cerdas untuk menerima setiap informasi yang mereka terima, mampu memfilter mana informasi yang harus dan layak untuk diserap dan mana yang tidak.

Saya sendiri menganggap buku ini sebagai sebuah catatan untuk dibaca siapapun yang ingin mengetahui bahwa; ada lho konsep-konsep lain yang (ilegal) yang kemudian (sayangnya) dipercaya sebagai kebenaran bagi sebagian yang lainnya. Selebihnya saya menganggap buku ini sebagai bacaan fiksi ilmiah belaka. Tidak lebih ;)

Book Review: Physics Of The Future by Michio Kaku

No comments
Imagine, if you can, the world in the year 2100.

In Physics of the Future, Michio Kaku—the New York Times bestselling author of Physics of the Impossible—gives us a stunning, provocative, and exhilarating vision of the coming century based on interviews with over three hundred of the world’s top scientists who are already inventing the future in their labs. The result is the most authoritative and scientifically accurate description of the revolutionary developments taking place in medicine, computers, artificial intelligence, nanotechnology, energy production, and astronautics.

Find me on Instagram: @ade_reads


In all likelihood, by 2100 we will control computers via tiny brain sensors and, like magicians, move objects around with the power of our minds. Artificial intelligence will be dispersed throughout the environment, and Internet-enabled contact lenses will allow us to access the world's information base or conjure up any image we desire in the blink of an eye.

Meanwhile, cars will drive themselves using GPS, and if room-temperature superconductors are discovered, vehicles will effortlessly fly on a cushion of air, coasting on powerful magnetic fields and ushering in the age of magnetism.

Using molecular medicine, scientists will be able to grow almost every organ of the body and cure genetic diseases. Millions of tiny DNA sensors and nanoparticles patrolling our blood cells will silently scan our bodies for the first sign of illness, while rapid advances in genetic research will enable us to slow down or maybe even reverse the aging process, allowing human life spans to increase dramatically.

In space, radically new ships—needle-sized vessels using laser propulsion—could replace the expensive chemical rockets of today and perhaps visit nearby stars. Advances in nanotechnology may lead to the fabled space elevator, which would propel humans hundreds of miles above the earth’s atmosphere at the push of a button.

But these astonishing revelations are only the tip of the iceberg. Kaku also discusses emotional robots, antimatter rockets, X-ray vision, and the ability to create new life-forms, and he considers the development of the world economy. He addresses the key questions: Who are the winner and losers of the future? Who will have jobs, and which nations will prosper?

All the while, Kaku illuminates the rigorous scientific principles, examining the rate at which certain technologies are likely to mature, how far they can advance, and what their ultimate limitations and hazards are. Synthesizing a vast amount of information to construct an exciting look at the years leading up to 2100, Physics of the Future is a thrilling, wondrous ride through the next 100 years of breathtaking scientific revolution.
--- From the Hardcover edition.

My Thought
Focusing on medical care, scientist have created a way to insert a chip and it's complete with a TV camera and radio into a pill takes TV images of your intestines and radios them to a receiver. One advantage of a patients intestines and detect cancers, without the inconvenience of sticking a 6 foot long tube up the large intestine.
In addition, DNA chips are alsio being created which detect mutated genes when youblow on them. That'ss just a sample of the technology being created.

I love the Michio Kaku's writing style, he is not only scientific but he describes the future in a way you can actually picture it your mind.

An interesting book that predicts the future within the next decades to the next century by a physicist. So, I highly suggest this book if you like physics and technology.

My favorite quote (page : 84 - 85):
"But science, not superstition, 
is based on reproducible, testable, and falsifiable data."

About author
Dr. Michio Kaku is an American theoretical physicist at the City College of New York , best-selling author, a futurist, and a communicator and popularizer of science.

Michio_Kaku
He has written several books about physics and related topics of science. He has written two New York Times Best Sellers, Physics of the Impossible (2008) and Physics of the Future (2011). Dr. Michio is the co-founder of string field theory (a branch of string theory), and continues Einstein’s search to unite the four fundamental forces of nature into one unified theory.

Kaku was a Visitor and Member (1973 and 1990) at the Institute for Advanced Study in Princeton, and New York University. He currently holds the Henry Semat Chair and Professorship in theoretical physics at the City College of New York.

Tuesday, August 15, 2017

Seriously!

No comments
Seriously, I proud of him. For me he is a Superman. He is my Einstein, Veta, Brandon, Darcy, Edmund, Knightley, Tilney, Frederick, Gilbert, Bertram, Hans Solo, Edward, Jace, Patch, Xavier, Warner, Oliver and etc... etc... etc.

I like his smile, his perverse mind, and his rather weird hair. I know he’s not the cutest guy in the world and falling in love with him is something I haven't expected and I couldn't stop, even I tried.

I think of him every morning and all the time. I dream of him every night.

He is my world, my everything.

He knows about what I feel, but he doesn’t care. He’s off with some girl. She’s probably prettier, nicer and smarter than me. But no matter how great she is, she’ll NEVER love him like I do.

Early Morning, August 15th 2017

Saturday, February 25, 2017

Book Review : Cosmos by Carl Sagan

2 comments
One of the best-selling science books ever published in the English language. Author Carl Sagan died in 1996. Associated Press: "Carl Sagan is one of the most brilliant scientists of our times... He has done an excellent writing job as he delves into the past, present, and future of science, dealing with the mindstaggering enormity of the cosmos in which we exist." New York Times Book Review: "Enticing, imaginative, readable, iridescent." This book has a bound full color glossy center photo insert.

Find Me on Instagram : ade_reads

Humans... How little we are. How little we know.

Finally I finished this book last night at about 23:00. This is one of the best popular scientific books that I have read. This book is well written, reads like a mystery novel and is a great source of interesting information. Scientific information is explained in "simple reader" language.

The focus in this book is on astronomy : how big is our universe, how old it is, how it "works", etc. Sagan pays a lot of attention to stars and galaxies, but also presents the more advanced topics of black holes and pulsars. There are also occasional earthly detours - evolution of life on earth, ancient greeks, the library of Alexandria, voyages of explorers, etc. The book also tries to bring up some philosophical questions, especially in relation to the possibility of other civilizations in the cosmos, and how a contact between us and them would happen.

Highly recommendation!

"The atoms of our bodies are traceable to stars that manufactured them in their cores and exploded these enriched ingredient across our galaxy, billions of years ago. For this reason, we are chemically connected to all molecules on Earth. And we are atomically connected to all atoms in the universe. We are not figuratively, but literaly stardust."
Neil deGrasse Tyson

Wednesday, January 25, 2017

Book Review : The Circle by Dave Eggers

1 comment
Paperback, 600 pages
Published September 2016 by Bentang Pustaka
(first published October 8th 2013)
Genres : Fiction, Science fiction, Technology, Adult

Just finished reading this book before it hits the big screen April this year. Starring by Emma Watson and Tom Hanks. This book is completely relevant to our current social media filled lives


==========================================

SECRET ARE LIES, SHARING IS CARING,
PRIVACY IS THEFT

The Circle is about Mae, Maebelline Renner Holland (24 year old) who thanks to a sweet hook up from a friend lands a job at The Circle, the world largest internet company (like Google, Facebook, Twitter and etc in one) that has big plans for privacy, government and surveillance. Definitely got me thinking more about the role that social media already plays in our lives, the transparency of our life and the implications of that transparency. I think it's time to take a step back and evaluate this point

This book is not very engaging, the storyline is poor but Eggars touches on some of the internet erras biggest questions, such a privacy, oversharing the attention drain and more. I appreciated he brought out about the above topics

I love Mercer, by the way 😭😭 and I hate Mae 😠

Book Review : It Had To Be You by Susan Elizabeth Phillips

No comments
Bagi Phoebe Somerville, tim football bernama Chicago Stars jelas bukan sebuah warisan yang glamor. Tapi itu tidak seberapa dibandingkan harus berhadapan langsung dengan si pelatih, Dan Celebow, yang tak hanya seksis tapi juga pemarah. Buruknya lagi, ternyata perasaan itu timbal-balik. Di mata Dan, Phoebe adalah bos yang paling dia benci setengah mati, tak lebih dari sekadar perempuan tak berotak yang bahkan sama sekali tak tahu-menahu tentang aturan permainan football. Benar-benar tak berguna!

Jadi, apakah ada penjelasan yang logis tentang ketertarikan Dan kepada Phoebe? Lalu, kenapa bagi Phoebe, bibir Dan yang kasar dan kurang ajar itu menyebalkan sekaligus menggoda untuk dicium? Api dan bensin ditakdirkan untuk saling menghancurkan, bukannya malah saling jatuh cinta... dan membakar satu sama lain dengan gairah yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata.

Ya Tuhan. Ini memang benar-benar kisah cinta yang tak masuk akal!

Paperback, 504 halaman
Diterbitkan oleh Gagas Media, April 2011 
(Pertama kali terbit 1 Januari 1994)
Genre : Fiksi, Romance, Dewasa, Olahraga, Humor

Komedi, terutama komedi romantis adalah salah satu genre bacaan favorit saya. Tapi justru untuk buku pemenang Laughter Romance Award tahun 2000 ini, yang awalnya saya pikir, saya akan sangat menyukai buku ini, tapi ya... ternyata tidak. Lebih tepatnya ada bagian-bagian cerita yang saya suka dan ada bagian-bagian yang tidak saya suka. Tidak suka disini maksudnya yaa,benar-benar gak suka, haha...

Phoebe Somerville, tokoh utama perempuan pada cerita ini digambarkan sebagai sesosok perempuan dengan masa kecil yang menyedihkan. Ia kerap mendapat hinaan karena badannya yang gemuk, kemudian ia mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh saudara sepupunya. Sebuah pengalaman yang begitu pahit untuk Phoebe, terlebih ia tidak bisa berbagi kesedihannya itu dengan orang lain. Ibunya sudah meninggal, sedangkan ayahnya tidak pernah mempercayai sedikitpun kata-katanya. Phoebe tumbuh menjadi remaja yang rapuh. Beranjak dewasa, ia memutuskan untuk pergi ke Paris dan menjadi seorang model. Yak! model!. :P

Kemudian, sosok Phoebe yang rapuh telah bertransformasi menjadi sosok perempuan muda yang cantik dengan tubuh yang indah, cerdas dan juga tangguh. 

Ditengah pro dan kontra terhadap karienrnya sebagai sebagai model lukisan telanjang, ckckk... ia mendapat kabar bahwa ayahnya yang sudah cukup lama tidak iatemui, meninggal dunia. Usai acara pemakaman elegan dengan dihadiri oleh orang-orang terhormat yang kemudian berubah kacau karena ulah Pooh, anjing kesayangan Phoebe, Phoebe diberitahukan pengacara ayahnya bahwa ia mendapatkan warisan berupa tim football profesional bernama Chicago Star yang paling terkenal saat itu. Sesuatu yang jauh diluar dugaan Phoebe. Ia justrumengira tidak akan mendapatkan satu senpun harta warisan, mengingat selama ini ia memiliki hubungan yang tidak baik dengan ayahnya. Ia semakin bingung karena tidak tahu apa-apa tentang football.

Melalui Chicago Star, Phoebe bertemu dengan Dan Calebow, pelatih Chicago Star yang dikenal sebagai laki-laki tampan namun pemarah. Bagi Dan, Phoebe tak lebih dari sekadar perempuan tak berotak dan tak berguna. Begitu pula sebaliknya, bagi Phoebe, Dan adalah laki-laki kasar yang menyebalkan. 

Lalu apa jadinya Chicago Star jika ide-ide dan pemikiran pemilik dan pelatihnya saja selalu bertolak belakang... dan bagaimana bisa ditengah situasi seperti itu Dan dan Phoebe justru saling tertarik... -_-

2/5 bintang untuk buku ini. Kenapa? Saya tidak suka dengan bagian tentang kebiasaan hidup bebas beberapa tokohnya. Meskipun sebenarnya ini bisa sangat dimaklumi karena Amerika menjadi setting tempat pada cerita ini. Tapi saya suka dengan ide penulis yang menggabungkan tema olahraga dan roman menjadi sebuah cerita yang ternyata bisa menarik untuk diikuti, juga bagian dialog-dialog antar tokohnya yang kocak dan cerdas. Buku ini juga mencoba mengingatkan pembacanya bahwa manusia pada dasarnya baik, bahwa ada pahlawan setiap hari dimana saja, dan bahkan ketika hidup dirasa berada pada masa paling kelam, percayalah kegelapan tidak akan pernah menang.