Monday, January 1, 2018

Book Review II Jane Eyre by Charlotte Bronte

No comments
Jane Eyre adalah salah satu karya fiksi klasik terpopuler sepanjang masa. Walaupun miskin dan tidak cantik, Jane memiliki jiwa dan semangat yang tak terkalahkan, serta kecerdasan dan keberanian besar. Sebagai anak yatim-piatu, Jane menghabiskan masa kecilnya bersama keluarga bibinya yang kejam. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Lowood, dia bekerja sebagai pengajar bagi anak perempuan Mr. Rochester, seorang tuan tanah yang sinis dan misterius. Padang belantara Yorkshire menjadi latar belakang kisah cinta yang lambat laun berkembang antara Jane Eyre dan Mr. Rochester, namun begitu banyak rintangan dan tragedi yang mesti dihadapi, perpisahan yang mesti dijalani sebelum mereka bisa bertemu lagi.


Identitas Buku
Judul: Jane Eyre
Penulis: Charlotte Bronte
Genre: Novel, sastra klasik 
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Lulu Wijaya
Dimensi Buku : 20x13,5 cm/688 halaman/500 gr
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9789792263107
Pertama kali terbit di Indonesia, Oktober 2010

Review
Kisah dimulai saat Jane, begitu Jane Eyre biasa disapa, masih berusia 10 tahun.
Ia adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama dengan orang tua asuhnya, Mrs. Reed. Sebelumnya, Mr. Reed lah, yang merupakan saudara lelaki ibu Jane ini, yang memutuskan untuk merawat Jane yang yatim piatu, sejak ia masih bayi.

Ketiga anak keluarga Reed, Eliza, John, dan Georgiana Reed, sangat senang menganggu Jane. Bahkan, dua pelayannya pun dengan terang-terangan menunjukkan sikap tidak suka terhadap Jane. Sekalipun perlakuan-perlakuan tidak adil yang dilakukan oleh anggota keluarga dan para pelayannya diketahui oleh Mrs. Reed, namun ia tidak pernah memperdulikan hal itu.

Suatu hari, Jane yang lagi-lagi diganggu oleh John, mulai hilang kesabaran. Ia memberontak dan kemudian mendapat hukuman, sekalipun, tentu saja, ia tidak bersalah. Jane mendapat hukumannya berupa kurungan di sebuah ruangan, yang mereka sebut sebagai ruangan merah. Ruangan tersebut adalah sebuah ruangan yang besar yang mewah yang ada dirumah keluarga Reed. Namun, ruangan tersebut juga terkesan sangat suram. Di ruangan ini pula, sembilan tahun yang lalu, Mr. Reed menghembuskan nafas terakhirnya. Sepeninggal pamannya itulah, Jane mulai merasa terasing di tengah keluarga Reed.

Pada masa-masa hukuman yang berlangsung selama tiga bulan itu, Jane hidup dalam kesendirian. Bessie, salah satu pelayan keluarga Reed, kadang berbaik hati menemui, menemani dan mengajaknya bicara. Hingga akhirnya, ia diberitahu, bahwa ia akan dikirim ke Lowood, sebuah sekolah asrama.

Setibanya di sekolah asrama tersebut, ternyata keadaan tidak lebih baik untuk Jane. Namun, di asrama inilah Jane berkenalan dengan seorang gadis bernama Helen Burns. Gadis yang kerap kali mendapat banyak teguran dan cambukan rotan dari gurunya, Miss Scatcherd.

Walaupun keadaan lebih memprihatinkan dibanding di rumah keluarga Reed, Jane merasa lebih betah tinggal di asrama Lowood ini. Sebagian besar pengajar di Lowood sangat kejam dan tidak menyenangkan. Hanya Miss Temple , pengawas sekolah, yang dihormati Jane. Kepribadiannya yang baik dan hangat. membuat Jane banyak belajar darinya.

Delapan tahun kemudian, dengan usaha kerasnya, Jane berhasil menjadi seorang guru.

Di usianya yang ke-18, Jane menjadi seorang guru pribadi untuk Adele Varens. Anak perempuan berusia 7 tahun ini adalah anak asuh dari Mr. Rochester, seorang tuan tanah yang jarang tinggal di rumahnya yang megah dan mewah, Thornfield Hall.

Di Thornfield Hall, Jane berteman baik dengan Miss Fairfax, seorang wanita paruh baya yang menjabat sebagai kepala pelayan. Ia sangat ramah dan baik hati. Hubungan Jane dan Adele pun kian hari kian terjalin dengan baik.

Seiring berjalannya waktu, ditengah seringnya mereka berbeda pendapat, ternyata Jane menyimpan perasaan cinta pada Mr. Rochester, yang juga kemudian mengetahui hal tersebut. Perbedaan usia keduanya yang terpaut 20 tahun seolah bukan masalah bagi Jane. Namun kemudian, Jane hanya memendam perasaannya, bahkan ia berusaha untuk menghapus perasaan tersebut. Mengapa? karena selain perbedaan status, Mr. Rochester juga telah memiliki seseorang yang kabarnya akan segera ia pinang, Miss Blance Ingram.

Patah hati Jane kian menjadi dengan kemunculan, sosok Mrs. Rochester.

Betul!. Sebelumnya, Mr. Rochester ternyata pernah menikah. Hingga saat itu, sejak lima belas tahun yang lalu, Mr.Rochester ini masih berstatus menikah.

Sementara itu, bibinya, Mrs. Reed dikabarkan tengah sakit keras dan meminta Jane untuk segera mengunjunginya.

Sejujurnya, Jane tidak pernah bisa melupakan perlakuan tidak adil yang sering  diberikan bibinya itu kepada dirinya.

Akankah Jane, yang selama ini telah tumbuh menjadi perempuan muda yang baik hati dan bijaksana ini melupakan sakit hatinya dan mau mengunjungi Mrs. Reed? Bukankah ini adalah kesempatan yang baik untuk pergi dari Thornfield Hall... Namun, akankah semudah itu bagi Jane untuk menghapus perasaannya terhadap Mr. Rochester?

Segera baca Jane Eyre dan temukan jawabannya yaa...

Kelebihan, Kekurangan dan Rating
Ini adalah kali kedua aku membaca ulang Jane Eyre. Melalui buku yang sama yang diterbitkan oleh Gramedia, sebelumnya, karena font yang kecil dan padat aku kurang bisa menikmati cerita klasik yang pertama kali diterbitkan pada 171 tahun yang lalu ini. Yeps! Sudah tua, tapi hingga saat ini, kisah yang ditulis oleh Charlotte Bonte ini tidak lekang oleh waktu. Karena hal inilah akhirnya aku membulatkan tekad, menguatkan niat dan akhirnya memutuskan *lebaay, haha* untuk membaca ulang buku ini. Dengan mengesampingkan tampilan font dan spasi, yang menurutku kurang nyaman di mata, kali ini ternyata aku sangat menikmati cerita dengan setting tahun 1800an di Inggris ini. Sekalipun menggunakan bahasa baku, terjemahannya enak dibaca, dan cita rasa keaslian Jane Eyre sebagai salah satu sastra klasik Inggris masih sangat terasa, salah satunya dengan tetap mempertahankan sapaan: 'Miss', 'Mrs.', 'Sir dan 'Mr.'

Menggunakan gaya bercerita alur mundur, kisah hidup Jane dituturkan dengan apik. Sangat apik. Diambil dari sudut pandang Jane Eyre sendiri dimana seolah ia sedang menceritakan kisah hidupnya yang penuh warna. Membaca buku ini seperti sedang membaca diary Jane. Dimulai sejak ia berusia 10 tahun,  dengan keadaan hidup yang sangat memprihatinkan: Yatim piatu, miskin dan kerap mendapat perlakuan tidak adil dan kejam dari keluarga angkatnya. Namun kemudian, ia mampu tumbuh menjadi sosok perempuan yang cerdas, mandiri, dermawan, pemberani dan bijaksana. Narasi yang disampaikan jelas dan terasa sangat pribadi dengan adanya penggunaan kalimat-kalimat interaksi seperti yang ada pada kalimat pertama di bab penutup: "Pembaca, aku menikahinya.". Setiap kejadian, dan setting tempat diceritakan dengan detil. Semakin banyak halaman yang dibaca, makin bikin betah mengikuti jalan ceritanya.

Selain mengingatkan agar kita selalu belajar, bekerja keras dan mensyukuri apa yang kita miliki, secara keseluruhan, buku yang berjudul asli: "Jane Eyre: An Autobiography" ini mengangkat tiga tema, yaitu tentang hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan Tuhannya dan yang paling menonjol adalah tentang feminisme, sebuah gerakan perempuan yang menuntut kesamaan dan keadilan hak dengan pria.

Highly recommended, bagi kalian yang menyukai bacaan bergenre klasik dan romantis... dan bagi siapapun yang ingin lebih memahami tentang: arti cinta yang tulus, yang berasal dari hati tanpa memandang fisik, latar belakang, status sosial dan materi, bahkan perbedaan usia. Oh, oke, sebagian orang pasti setuju dengan pernyataan itu. Tapi bagi sebagiannya lagi, mungkin itu terdengar klise, teoritis, dan absurd ya... Tapi,mengapa tidak untuk mencoba mengubah pola pikir seperti itu, karena dengan membentuk pola pikir yang baru, hasil yang baru pun akan didapat. Caranya? Salah satunya, coba baca buku ini.
*eh ini aku ngomong apa sih sebenarnya
*tujuannya kemanaa,
*mulai deh...

Ya udah dari pada makin kemana-mana, 5/5 bintang untuk Jane Eyre!


Eh, hampir lupa... ini kutipan favorit aku dari sekian banyak kutipan yang aku tandai pada buku ini:


"Aku tak pernah berniat mencintainya; pembaca tahu aku sudah berjuang keras untuk mencabut benih-benih cinta di dalam jiwaku; tapi sekarang, saat aku melihatnya lagi, benih-benih itu langsung bertumbuh, hijau dan kuat! Dia membuatku mencintainya tanpa memandangku."
(halaman 262, Jane Eyre - Charlotte Bronte)

Terima kasih sudah membaca review Jane Eyre versi aku, semoga bisa bermanfaat ya ;)

No comments :

Post a Comment