Sunday, July 13, 2014

Mengenal Bipolar Disorder

4 comments
Assalamualaikum...

Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi , seseorang yang menderita bipolar disorder memiliki mood swings yang ekstrim alias tidak wajar yaitu pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi).

Bipolar disorder (Gangguan Bipolar, dalam bahasa Indonesia) bisa juga disebut sebagai gangguan manic-depresif adalah jenis penyakit psikologi,  dan merupakan gangguan otak yang menyebabkan atau ditandai dengan adanya perubahan mood (alam perasaan), energi dan aktivitas yang sangat ekstrim pada diri seseorang, yaitu berupa depresi dan mania. 

Pengambilan istilah bipolar disorder mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrim.

Gejala yang ditimbulkan Gangguan Bipolar sangat mengganggu, berbeda dengan naik turunnya mood yang biasa dialami oleh orang pada umumnya. Bahkan selain memengaruhi kemampuan untuk melakukan tugas atau pekerjaan sehari-hari, gejala gangguan Bipolar bisa menyebabkan rusaknya hubungan sosial, performa sekolah atau pekerjaan yang buruk, dan bunuh diri.


Gejala Dan Tanda Gangguan Bipolar
Orang dengan Gangguan Bipolar merasakan emosi intens yang tidak biasa, hal ini terjadi di periode tertentu yang disebut Episode Mood. Masing-masing Episode Mood merepresentasikan perubahan drastis dari mood dan perilaku normal seseorang. Ketika seseorang dengan Gangguan Bipolar terlalu gembira atau excited berarti orang ini berada pada Episode Manic. Di episode Manic seseorang akan menampilkan perubahan perilaku seperti berbicara dengan sangat cepat, melompat-lompat dari satu ide ke ide yang lain, sangat mudah terganggu, bertambahnya kuantitas aktifitas secara cepat, tidak mudah merasa lelah dan waktu tidur menjadi jauh lebih sedikit, timbul kepercayaan yang tidak realistis pada kemampuan diri sendiri.

Sebaliknya jika ia merasakan sedih yang sangat mendalam dan tidak berdaya berarti orang ini berada pada Episode Depresi. Ia akan kehilangan minat pada aktifitas yang biasanya disenangi. Selain itu akan muncul masalah pada konsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan. Bahkan memikirkan kematian atau bunuh diri atau sampai melakukan percobaan bunuh diri.

Gangguan Bipolar bisa terjadi meskipun ketika perubahan mood tidak terlalu ekstrim. Bisa saja, beberapa orang dengan Gangguan Bipolar mengalami hypomania, yaitu episode Manic yang tidak terlalu parah. Ketika episode hypomania, seseorang akan merasa sangat baik, produktivitas tinggi, dan berfungsi dengan optimal. Seseorang mungkin tidak merasa ada yang salah dengan dirinya, tapi keluarga dan sahabat terdekat biasanya bisa menyadari adanya perubahan mood yang tidak biasa. Jika gejala seperti ini diteruskan tanpa ada penanganan yang tepat, orang dengan hypomania akan mengalami mania atau depresi yang parah.

Faktor-Faktor Pemicu Gangguan Bipolar
Hampir semua ilmuwan yang meneliti tentang penyakit ini menyatakan bahwa tidak ada penyebab tunggal yang bisa memicu Gangguan Bipolar. Ada banyak faktor resiko yang bergabung dan menghasilkan Gangguan Bipolar.

  1. Genetik dan Lingkungan
    Gangguan Bipolar cenderung diwariskan di keluarga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan susunan gen tertentu akan lebih rentan untuk terkena Gangguan Bipolar dibandingkan orang kebanyakan. Menurut penelitian Finn dan Smoler tahun 2003, keluarga dekat orang yang terkena gangguan Bipolar memiliki resiko 10 kali lipat terkena gangguan Bipolar. Kemunculan gangguan bipolar yang lebih dini juga terkait dengan resiko genetik. Tapi genetik bukan satu-satunya faktor resiko dari Gangguan Bipolar. Faktor genetik ini dapat terpicu apabila lingkungan juga mendukung munculnya gangguan Bipolar, seperti lingkungan yang stressfull.

  2. Fungsi dan Struktur Otak
    Salah satu penelitian menggunakan MRI menemukan bahwa korteks prefrontal otak pada orang dewasa dengan Gangguan Bipolar cenderung lebih kecil dan kurang berfungsi dibandingkan orang dewasa tanpa Gangguan Bipolar. Prefrontal Korteks adalah bagian otak yang terlibat dalam fungsi eksekutif seperti pemecahan masalah dan pembuatan keputusan.

Penanganan Gangguan Bipolar
Gangguan Bipolar bisa timbul mulai dari masa kanak-kanak sampai tua. Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20-30 tahun. Semakin dini seseorang menderita bipolar, risiko penyakit akan lebih berat, berkepanjangan, bahkan sering kambuh. Sementara anak-anak berpotensi mengalami perkembangan gangguan ini ke dalam bentuk yang lebih parah dan sering bersamaan dengan gangguan hiperaktif defisit atensi. Orang yang berisiko mengalami gangguan bipolar adalah mereka yang mempunyai anggota keluarga mengidap penyakit bipolar.

Gangguan Bipolar memang biasanya akan berlangsung seumur hidup. Bipolar memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tapi bisa ditangani secara efektif dengan treatment jangka panjang. Jadi, orang dengan Gangguan Bipolar tetap bisa menjalani hidup yang produktif. Penanganan yang tepat membantu orang dengan gangguan Bipolar mengontrol perubahan mood yang terjadi pada dirinya.

Penanganan yang efektif biasanya menggabungkan antara farmakologi atau penggunaan obat dan psikoterapi. Untuk penanganan dengan obat-obatan, seseorang harus berkonsultasi dengan psikiater atau berobat ke pusat kesehatan.

Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala Bipolar adalah penstabil mood, antipsikotik, dan antidepresan. Masing-masing obat ini memiliki efek samping yang berbeda-beda pada tubuh penggunanya dan seringkali sangat tidak nyaman, seperti diare, penglihatan kabur, dan pusing, namun obat-obatan ini harus tetap dikonsumsi secara rutin.

Untuk psikoterapi, ada beberapa teknik yang bisa dipilih dalam penanganan gangguan Bipolar. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) adalah teknik psikoterapi yang diterapkan pada individu dengan Bipolar Disoreder. Teknik ini membantu mereka untuk belajar mengubah pikiran dan perilaku yang merusak atau negatif . Family-focused therapy adalah teknik yang melibatkan anggota keluarga. Teknik ini membantu keluarga untuk mengenali gejala-gejala yang mungkin timbul dan apa yang bisa dilakukan oleh keluarga. Teknik ini juga berusaha meningkatkan komunikasi dan kemampuan penyelesaian masalah dalam keluarga. Interpersonal and social rhythm therapy adalah teknik yang berusaha meningkatkan kemampuan sosial orang dengan Gangguan Bipolar.

Hal-Hal yang Harus Dilakukan Jika Menemui Orang Dengan Gangguan Bipolar
Jika kamu menemukan seseorang dengan Gangguan Bipolar, hal pertama dan terpenting yang harus dilakukan adalah membantunya untuk memeroleh bantuan berupa diagnosa dan penanganan yang tepat.

Kamu bisa mengantarkannya ke psikiater, psikolog, atau pusat kesehatan terdekat. Beri dukungan agar orang tersebut mau memeroleh penanganan. Selain itu, Kamu juga bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu teman atau keluarga yang mengalami Gangguan Bipolar :
  1. Beri dukungan emosional, pengertian, dan kesabaran baginya
  2. Pelajari tentang Gangguan Bipolar, sehingga Kamu dapat memahami apa yang ia rasakan
  3. Ingatkan dan kontrol jalannya penangan, baik obat-obatan maupun psikoterapi.
  4. Jangan pernah mengabaikan keinginannya untuk menyakiti diri sendiri, laporkan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Bagaimana Jika Kamu Sendiri Merasakan Gejala Bipolar...
Segera cari bantuan ke tenaga kesehatan, baik psikiater, psikolog, maupun pusat kesehatan lainnya untuk mendapat penanganan. Selain itu :
  1. Tetap jaga rutinitas sehari-hari.
    Seperti tidur, makan dan berolahraga secara teratur.
  2. Jauhkan stress.
  3. Pelajari sebanyak yang kamu bisa tentang gangguan bipolar.
    Semakin banyak kamu tahu, semakin baik kamu akan berada dalam membantu pemulihan kamu sendiri.
  4. Monitor suasana hati kamuPerhatikan tanda-tanda suasana hati kamu saat terasa mulai berayun di luar kendali sehingga kamu dapat menghentikan masalah sebelum dimulai.
  5. Jangan pernah meninggalkan obat yang telah diresepkan oleh tenaga kesehatan.
Wassalamualaikum... Wr. Wb.



Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_bipolar
http://www.nimh.nih.gov/health/topics/bipolar-disorder/index.shtml
http://health.kompas.com/read/2013/10/08/1322091/Penderita.Bipolar.Biasanya.Pintar.
Smoller, J.W. & Finn, C.T. 2003. Family, Twin, and Adoption Studies of Bipolar Disorder. American Journal of Medical Genetics Part C. 123C, pp : 48-58.

4 comments :

  1. namanya aneh banget, ini gangguan jenis baru yia?

    ReplyDelete
  2. hmmm, saya baru kenal yang namanya "Gangguan Bipolar" rasanya nama itu masih asing ya di indonesia.

    ReplyDelete
  3. Setelah ane baca, kok pembahasannya jadi serem y?
    Semoga ane dan keluarga besar ga ada yang menderita GANGGUAN BIPOLAR

    ReplyDelete
  4. Hmm.. baru tau kak ade. hahaha..
    iya tuh gan @abdur, Ganguan Bipolar sepertinya masih asing di Indonesia. hehehe

    ReplyDelete