Sunday, July 24, 2016

No comments

Book Review : An Astronaut’s Guide to Life on Earth by Chris Hadfield

Colonel Chris Hadfield has spent decades training as an astronaut and has logged nearly 4,000 hours in space. During this time he has broken into a Space Station with a Swiss army knife, disposed of a live snake while piloting a plane, and been temporarily blinded while clinging to the exterior of an orbiting spacecraft. The secret to his success – and survival – is an unconventional philosophy he learned at NASA: prepare for the worst – and enjoy every moment of it. 

In An Astronaut’s Guide to Life on Earth, Chris Hadfield takes readers deep into his years of training and space exploration to show how to make the impossible possible. You might never be able to build a robot, pilot a spacecraft or perform basic surgery in zero gravity like Colonel Hadfield. But his vivid and refreshing insights will teach you how to think like an astronaut, and will change, completely, the way you view life on Earth – especially your own.
=================================================


Book Details
Paperback, 296 pages
Published October 29th 2013 by Macmillan
Original Title : An Astronaut’s Guide to Life on Earth
ISBN : 1447257510 (ISBN13: 9781447257516)
Edition Language : English
Characters : Chris Hadfield
Genres : Nonfiction, Biography (Autobiography), Science, Space

=================================================

My Thought
This is one of the best book I've ever read. Highly informative, but also witty and smartly written. I learned so much about both sides of being an astronaut, about right attitude, perseverance, patience, humality, focus and dicipline.

This book explains what is living, loving and working as an astronaut and what is the best way to learn how to live on this planet and relate with the people if not from one of the most important astronaut alive. He has been trained for years to handle the most dangerous and stressfull situations, where the smallest mistake can kill you basically, living a lot of time far from his family and living for months with other people in a tiny space which is the ISS and still able to handle this incredible amount of pressure growing up an amazing family and achieving the most tricky challenges. 

Colonel Chris Hadfield, the first Canadian to walk in space is a humble and inspiration guy, who also has the coolest job. You, make me want to follow my dreams, because i still want to be an astronaut...

By the way, I love his ISS version of Space Oddity, makes getting this book that much more of a pleasure.


“Life off Earth is in two important respects not at all unworldly: you can choose to focus on the surprises and pleasures, or the frustrations. And you can choose to appreciate the smallest scraps of experience, the everyday moments, or to value only the grandest, most stirring ones.”
― Chris Hadfield, An Astronaut's Guide to Life on Earth

It's a wonderful and heart warming book, and highly recommend reading it. This book will open your minds.

=================================================

About Author
Born in Sarnia, Canada August 29, 1959
Twitter : Cmdr_Hadfield

Chris Hadfield is one of the most seasoned and accomplished astronauts in the world. The top graduate of the U.S. Air Force Test Pilot School in 1988 and U.S. Navy test pilot of the year in 1991, Hadfield was selected by the Canadian Space Agency to be an astronaut in 1992. He was CAPCOM for 25 Shuttle launches and served as Director of NASA Operations in Star City, Russia from 2001-2003, Chief of Robotics at the Johnson Space Center in Houston from 2003-2006, and Chief of International Space Station Operations from 2006-2008. Hadfield most recently served as Commander of the International Space Station where, while conducting a record-setting number of scientific experiments and overseeing an emergency spacewalk, he gained worldwide acclaim for his breathtaking photographs and educational videos about life in space. His music video, a zero-gravity version of David Bowie's "Space Oddity," received over 10 million views in its first three days online.
1 comment

Book Review : Cinta Sepanjang Amazon by Mira W.

"Jika aku mencium kakimu memohon ampun, masih adakah harapan untuk membatalkan perceraian kita?"

Aries sangat mencintai istrinya. Dengan cinta sepanjang Sungai Amazon.
"Selama Sungai Amazon masih mengalir," itu sumpahnya di depan Vania. "Cintaku kepadamu takkan pernah kering."

Tetapi ketika Vania ingkar janji dan menyakiti hati suaminya untuk kedua kalinya, masih adakah maaf baginya?
Karena harga pengkhianatannya kali ini adalah harga sebuah nyawa!




Identitas Buku
Judul : Cinta Sepanjang Amazon
Penulis : Mira W.
Kategori : Romance, Fiksi, Drama
Tebal : 368 halaman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2008
Rate : 2/5 Bintang


Review
Vania, adalah seorang mahasiswa tingkat akhir dan pemilik warung internet (warnet) yang berlokasi di kampus tempatnya kuliah. Vania adalah sosok gadis yang cerdas, mandiri dan pekerja keras.

Suatu hari, warnet Vania didatangi oleh Aries, yang terkenal dengan sebutan cowok seratus hari. 

P.L.A.Y.B.O.Y
Iyakk... playboy banget gitu ceritanya -__-

Nah, Ia pun tertarik untuk menaklukkan hati Vania yang sejak pertemuan mereka, Vania yang selalu bersikap judes dan galak kepada dirinya. Hampir kesemua orang juga sih... pokoknya kalau nganu-nganu sama dia, siap-siap diteriakin, dijudesin deh...

Siapa sih Aries? Aries ini adalah calon direktur perusahaan rokok terkenal. Anak konglomerat yang juga anak mami gitu deh...

Kegigihan Aries mendekati Vania, lama-lama membuat hati Vania mulai goyah. Mereka menjalin cinta dan tidak lama kemudian berencana menikah. Secepat itu? yaa... secepat itu...

Tentu saja, rencana tersebut ditentang oleh keluarga Aries karena keluarga Aries menganggap Vania tidak sepadan dengan derajat mereka. Namun Aries nekad menikahi Vania. Ia bahkan keluar dari rumahnya yang megah, meninggalkan keluarganya dan tinggal bersama Vania di sebuah rumah sederhana yang juga sempit. 

Kabur... demi menikah dengan pujaan hati, padahal kan yaa dia anak mami banget, tapi ternyata bisa juga ya dia melakukan itu... Oh inikah kekuatan cinta? ^_^

Aries menjual mobil mewahnya, sebagian ia kembalikan kepada ayahnya dan sebagian lagi ia gunakan untuk mengajak Vania berlibur, mereka berbulan madu ke sungai Amazon. 

Agak-agak gimana gitu ya... Honeymoon, ke Amazon... -_-

Awal-awal pernikahan, rumah tangga mereka berjalan mulus. Hingga kemudian, masalah muncul ketika Guntur, sahabat sekaligus pengawal Aries, ingin terus bersama Aries. Dia selama ini hidup menumpang dirumah kecil Vania. Meskipun mulai merasa kesal dengan keberadaan Guntur, Vania tidak mampu menyuruh Guntur ataupun meminta Aries agar Guntur pergi dari rumah mereka, karena untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka saja, masih kesulitan

Hingga suatu hari, Vania yang pulang kerja, capek..mendapati rumah yang berantakan, dan Guntur yang tak henti-hentinya merokok, bahkan Aries yang selama ini jarang sekali merokok, ikut-ikutan merokok. Saat itu juga, Vania marah dan meminta Aries agar Guntur segera pergi dari rumah mereka. 

Aries? Dia tidak tega kalau harus menyuruh Guntur pergi, ia merasa berutang budi, Guntur selama ini selalu ada untuknya. 

Persahabatan mereka ini ya, patut dicontoh, hehe... 

Mengetahui bahwa dirinya sumber pertengkaran Aries dan Vania, Guntur merasa bersalah, tapi ia tidak tau apa yang harus dia lakukan

Pertengakaran hebat tak terelakkan. Aries pergi dari rumah. Guntur yang emosi karena terus disindir dan diberi sikap tidak menyenangkan dari Vania, setelah bertengkar dan menampar Vania, ia kemudian malah tertantang untuk memperkosa Vania. 

Guntur... Guntur... eh alaah... ckckckk...

Guntur yang merasa telah mengkhianati Aries mengorbankan diri untuk melindungi sahabatnya itu saat Aries berkelahi dengan lawan main biliarnya.

Guntur meninggal dan Aries kembali ke rumah orang tuanya.

Mas Aries ini gimana ya... udah pamitan keluar dari "istana"nya, terus balik lagi... dan yang bikin dua kakaknya Sagitariadan Taurina sebel banget, dengan tangan terbuka, menyambut hangat kedatangan Aries

Di sisi lain, Vania mengalami depresi karena ia hamil... anak Guntur!. 

Vania berniat menggugurkan kandungannya demi menyelamatkan pernikahannya. Karena Ia tidak tahu bagaimana harus memberi tahu Aries tentang kehamilannya. Terlebih ia harus mengatakan bahwa ia mengandung anak Guntur. Dan saat itu, Aries kembali mencari Vania, Aries marah mengetahui Vania berniat melenyapkan calon anaknya. Aries meminta Vania mempertahankan anaknya dan mereka akan bercerai, setelah bayi mereka lahir. Aries tidak tahu tentang peristiwa yang terjadi antara Guntur dan Vania

Aries dan Vania kembali hidup serumah, tetapi saling diam.

Ketika Vania melahirkan, Aries memberi kesempatan tiga bulan untuk Vania tinggal bersama anaknya. Aries telah bertekad akan menceraikan Vania dan membawa anaknya ke hadapan ayahnya. Namun, Vania kabur membawa anaknya tepat ketika Aries telah menelepon ayahnya dan membatalkan perceraiannya dengan Vania.

Vania melarikan diri ke Australia. Bagian yang bisa dibilang gak logis, biaya dari mana? menjualrumah sepetak gitu apa mencukupi?

Di sana, Vania bertemu dengan Rudi, pria 40-an tahun yang menderita kanker hati. 

Vania dan Rudi tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan, ketika tahu umurnya tidak lama lagi, Rudi bertolak ke Jakarta untuk meminta warisannya pada Rangga, kakak Rudi yang menikah dengan kakak Aries, Sagitaria

Sagitaria, kakak Aries yang cerdas, tidak mudah dibodohi. Ketika Sagitaria melihat foto Vania yang ditunjukkan oleh Rudi, Sagitaria memberitahu Aries. Aries menemui Vania dan memaksanya kembali ke Indonesia. Aries menolak menceraikan Vania, meskipun Aries tahu Rudi diambang maut. Namun ketika Arvan, anak Vania, terus merengek memanggil-manggil Rudy dengan sebutan "Papa", Aries tahu dia tidak ada di hati anaknya

Aries merelakan Vania untuk Rudi. 

Dari hasil tes DNA yang dilakukan Gita kepada Arvan, Aries tahu bahwa Arvan adalah anak Guntur. Dan saat itu pula ia sadar, cintanya untuk Vania tak pernah padam, cintanya tetap sepanjang Amazon. 

Sepuluh tahun setelah kematian Rudi, Aries tetap menunggu Vania di sungai Amazon. Dan apakah Vania juga akan datang menemui Aries? 

=================================================

Cukup kecewa dengan karakter para tokohnya, eh kecuali Aries deh ya.. karakternya diceritakan jadi lebih baik dari sebelumnya. Karakter Vania yang katanya mandiri, itu kemana?? dia malah mau-mau aja hidup bergantung serumah sama Rudi padahal masih berstatus istri Aries.

Secara keseluruhan dan menurut aku, iya... ini hanya menurut aku aja ya... karakter tokoh-tokohnya lemah... semua peristiwa terjadi begitu saja dan serba kebetulan. Beberapa bagian malah gak logis banget kalau menurut aku. Stres aku bacanya.... gak ada tokoh yang bikin aku :
"Hey, oke aku memihak kamu"

Kata-katanya di beberapa bagian dialognya memang menggunakan kata-kata yang kalau menurut aku kasar,tapi banyak juga bagian dialog yang lucu.... komedi romantis banget diawalnya. Sayangnya, makin banyak halaman yang aku baca, ekspektasi aku terhadap jalan ceritanya jauh banget.

Tapi meskipun demikian, ada pesan yang bisa kita dipetik disini, hmm... apa ya, ah oke... selain hendaknya berpikir dahulu secara matang sebelum mengambil keputusan (menikah terutama yaa), juga ada bagaimana kita harus mencoba belajar memaafkan orang yang kita cintai. Memang agak klise dan berat tapi kalau dicoba rasanya tidak ada yang salah bukan? hohoho :P
No comments

Book Review : Merpati Tak Pernah Ingkar Janji by Mira W.

"Selamat, Maria!" seru Guntur, susah payah mendekati gadis itu. "Mainmu bagus sekali! Benar nggak sih kakimu dari kayu?".

"Dia cewek pilihan Tuhan!" bentak Rena kepada Guntur. "Kamu jangan kurang ajar!". "Satemu kutambah dua porsi lagi kalau kamu berhasil mengajak dia, Ren!". "Huu, sate sih apaan! Kalau Maria yang kamu mau, upahnya mesti bistik ayam!". "Bistik gajah pun boleh, Ren! Kamu tinggal pilih aja di Bonbin Ragunan, mau yang mana! Besok binatang itu udah jadi bistik di piringmu!". "Mendingan kamu lekas-lekas menggelinding pergi, Tur! Teman-temanku sudah siap mengeroyokmu!". "Masa ngajak dia pergi aja nggak boleh? Ini sekolah apa biara?". "Surat kelakuan baikmu meragukan!". "Kalau begitu kamu yang harus kasih aku rekomendasi, Ren!". "Wah, aku sendiri tidak percaya kok sama kamu!". "Jadi aku mesti berusaha sendiri nih? Oke, Neng! Lihat saja nanti!".

Dan Guntur benar-benar melaksanakan ancamannya. Dikejarnya Maria ke mana pun dia pergi, di mana pun dia bersembunyi. Bahkan ketika gadis kuper yang misterius itu terkapar di rumah sakit, Guntur masih sanggup menggunakan akal bulusnya untuk melarikan Maria! Namun janji tak dapat diingkari...

Di ujung tragedi yang membalikkan kehidupan remaja mereka yang memerah jambu, akhirnya Maria menemukan dirinya sendiri...



Identitas Buku
Judul : Merpati Tak Pernah Ingkar Janji
Penulis : Mira W.
Kategori : Romance, Fiksi, Drama
Tebal : 183 halaman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 1984
Rate : 4/5 Bintang

Review (((Spoiler Alert)))
Maria selama ini dipingit sama ayahnya. Pokoknya dia itu dijaga banget supaya gak kena pengaruh-pengaruh negatif dari luar.

Nah, kenapa Maria dipingit itu karena ayahnya, Pak Handoyo sudah berjanji akan menjadikan Maria sebagai seorang biarawati. Setelah sebelumnya Maria sekolah di rumah, home schooling gitu... Nah, sebelum masuk biara, karena masih terlalu muda untuk menjadi seorang biarawati, Maria dimasukkan ke SMA khusus putri.

Karena sebelumnya Maria gak pernah punya teman, sehari-hari dirumah tinggal bersama ayahnya. Ketika memasuki lingkungan sekolah bertemu guru, teman-teman sebayanya, itu jadi sesuatu yang baru dan bikin Maria canggung banget.

Dengan keadaan yang gak bisa bergaul, dandanan yang norak, pemalu dan gampang nangis karena gak tau harus gimana meghadapi mereka yang bernama "teman-teman" itu, Maria jadi bahan ejekan. Tapi sekalipun mendapat perlakuan tidak enak dari temen-temennya, dia seneng banget pas aktivitas belajar di kelas...dia sadar, ternyata banyak hal yang belum ia pahami dan belum ia ketahui. Bahkan, dia gak tahu tentang menstruasi

Suatu ketika, saat pelajaran olahraga, tanpa ada yang menyangka, tanpa dia sadari sendiri, Maria bermain voli dengan sangat baik. Mulailah teman-temannya respect sama dia. Merasa di akui, Maria mulai bisa dan percaya diri buat beradaptasi dengan teman-temannya.

Lalu, muncullah sosok cowok, yang dikenal berandalan, playboy daaan... tampan. Dari SMA mana gk ceritan jelas, hehe...mereka ketemu pas ada pertandingan voli antar sekolah. Tapi Guntur udah terkenal juga di SMA putri. Saat pertama kali melihat Maria, dia langsung tertarik. Bukan rasa tertarik yang suka gitu... Tapi tertarik karena dia merasa aneh, kok ada sih cewek kyk gitu, yg selalu pakai rok, celana olahraga panjang, rambut dikepang dua, norak dan kampungan banget di matanya

Guntur yang awalnya cuma mau mainin Maria, jadi beneran suka dan jatuh cinta, banget... sama Maria.

Tapi ya tentu saja... Sekalipun dihati kecil juga Maria suka sama Guntur, itu gak mungkin... Ayahnya gak akan menyetujui Maria dekat dengan cowok. Menurut ayahnya, cowok itu salah satu makhluk yang harus dia jauhi. Laki-laki yg boleh ia tahu hanya ayahnya dan Yesus

Karena rasa cintanya kepada Maria itu, Guntur sampai agak-agak lupa dengan taruhan yg ia lakukan dengan teman-temannya. Taruhannya, kyk biasa gitu deh... Kl Guntur berhasil jadian atau paling nggak berhasil ngajak Maria ke pesta mereka, berarti Guntur tu cowok yg paling keren deh diantara mereka. Dan tercium jugalah kedekatan Maria dengan Guntur. Dan disaat-saat ini pula, Maria mulai agak berontak dan bertanya-tanya "Kenapa sih ayahnya, berlaku seperti ini sama dirinya, anaknya yang hanya satu-satunya? Dan kenapa, apa sebenarnya alasan ayahnya begitu berambisi agar Maria menjadi seorang biarawati?"

Dari suster Cecillia, kepala sekolahnya... Maria diberitahu tentang sejarah keluarganya.
Pak Handoyo, ayahnya Maria... Dulu adalah seorang Romo, tidak ada yang mengetahui bagaimana awalnya atau apa alasannya, dia tiba-tiba saja mengundurkan diri. Dan setelah itu, seorang, yang saat itu teman dari suster Cecillia (aku lupa udah jadi biarawati atau masih calon), juga mengundurkan diri. Dan akhirya semua terjawab, mereka menikah, lahirlah Maria. Dan ibunya meninggal saat melahirkan Maria. Sejak saat itu, pak Handoyo "menyerahkan" putrinya, untuk Tuhan. Jadi maksudnya itu, karena dulu ibunya seorang biarawati, menikah dengan dirinya, lalu neninggal saat melahirkan, maka ia berjanji akan menjadikan Maria juga sebagai biarawati, mengabdikan hidupnya kepada Tuhan

Maria yang saat itu, tengah pergi dari rumah, dan setelah mendengar kisah keluarganya dari Suster Cecillia, akhirnya mengambil keputusan untuk mau menjadi seorang biarawati untuk memenuhi janji ayahnya kepada Tuhan

Disinilah aku nemu kaitan hubungan antara judul dan jalan cerita, putri pak Handoyo yang sebelumnya penurut banget, tanpa bertanya-tanya, berjanji mau menjadi biarawati...lalu kemudian memberontak, menolak, kabur, tapi akhirnya ia kembali dan memenuhi janjinya. Ya, ibarat Merpati yang jinak...pergi dan selalu kembali. Eh iya gitu ya? Gak pernah punya burung Merpati :D

Bertahun-tahun kemudian, setelah insiden penembakan yang tadinya ditujukan teman Guntur ke pak Handoyo, tapi tembakannya mengenai Guntur, sampai Guntur hampir kehilangan nyawanya, pak Handoyo dipenjara karena memang awalnya dia yang ngamuk-ngamuk dirumah Guntur menuduhnya menculik Maria. Padahal saat itu Maria kabur ke rumah Elita, teman baiknya di sekolah. Maria yang kini sudah menjadi seorang, itu namanya apa ya... Pokoknya dia jadi disebut Suster Maria. Udah jadi biarawati berarti ya? Ia mengurus sebuah rumah sakit sederhana.
Pada suatu hari, rumah sakitnya harus menampung para korban kecelakaan yang terjadi di sebuah jembatan yang tak jauh dari rumah sakit

Salah satu korban adalaaah....pak Handoyo!

Disaat Maria bersedih, setelah lama gak ketemu ayahnya, pas ketemu dalam keadaan seperti itu, ayahnya meninggal di pangkuannya... dan masih harus mengurus para korban kecelakaan, insinyur yang membangun jembatan itu, ingin bertemu dengan Maria, ingin bertanya apa saja yang bisa dia lakukan untuk membantu para korban.

Bisa ditebak banget sih yaaa.... Sang Insinyur adalah....bener banget, Guntur.

=================================================

"Dia akan mendampingi Maria seumur hidupnya dalam menunaikan tugasnya. Ada banyak pekerjaan yang dapat dilakukan oleh seorang insinyur di tempat yang terpencil ini, kata Maria tadi"

Dan Guntur percaya pada kata-katanya. Dia juga percaya, tidak semua cinta harus diakhiri oleh sebuah perkawinan. Kadang-kadang ada tujuan yang lebih luhur lagi. (halaman 301)

=================================================

Nah, kaaan... endingnya sedih banget. Aku gak tahu, harus bilang suka apa gak suka, sama endingnya ini :'(

Tapi secara keseluruhan aku suka sama ide dan jalan ceritanya, cuma gak suka beberapa bagian dialog antar tokohnya aja yang menggunakan kata-kata yang menurut aku, iya mungkin menurut aku aja... gak enak untuk dibaca.

Tuesday, May 3, 2016

No comments

Book Review : Bridget Si Ratu Sekolah by Paige Harbison

Bridget adalah gadis yang cantik dan populer di sekolahnya. Sayangnya ia sangat sombong, egois dan bersikap seenaknya sendiri. Suatu hari, gadis bernama Anna Judge pindah ke sekolahnya. Ia langsung disukai semua orang karena sifatnya yangbaik. Sejak itu Bridget merasa dunianya jungkir balik karena semua yang dimilikinya direbut oleh Anna, termasuk sahabatnya.

Satu demi satu peristiwa menjengkelkan terjadi pada Bridhet. Semakin ia berusaha merebut kembali apa yang menurutnya miliknya, semakin menjauh hal-hal itu darinya. Bridget pun tak tahan lagi. Ia melakukan sesuatu yang eksttrem tanpa memikirkan risiko terburuknya: mencelakai diri sendiri demi mendapatkan perhatian.

Siapa sangka, Bridget malah terdampar di alam antara hidup dan mati. Ia tak mampu berbuat apa-apa selain menunggu keputusan apakah ia akan hidup atau mati. Ia hanya diberi sedikiti waktu untuk menyadari semua kesalahannya dan memintamaaf pada orang-orang yang disakitinya.

Tapi apakah itu cukup? Apakah ia pantas diberi kesempatan kedua? Inikah akhir hidup Bridget?


Identitas Buku
Judul : Bridget Si Ratu Sekolah
Judul Asli : Here Lies Bridget
Penulis : Paige Harbison
Genre : YA, Fantasi, Chick Lit
Bahasa : Indonesia
Penerjemah : Inosensus Rotorua
Dimensi Buku : 20,5x13,5 cm/238 halaman/500 gr
Penerbit : Esensi (Erlangga Group)
ISBN : 978-602-6847-01-0
Pertama kali terbit di Indonesia, 2016

Review
Oke, buku ini bercerita tentang kehidupan seorang gadis remaja, bernama sesuai dengan judul bukunya, Bridget. Nama lengkapnya, Bridget Duke. Ia seorang siswi di sebuah sekolah (SMA) swasta, Winchester Prepatory, sebuah sekolah yang menurut Bridget sendiri : kolot dan membosankan.

Ia seorang anak tunggal. Ayahnya berprofesi sebagai presenter olahraga terkenal, yang jarang sekali berada dirumah, sedangkan ibunya, telah meninggal saat ia duduk dibangku taman kanak-kanak. Begitulah yang ia ketahui dari ayahnya dan tidak banyak hal yang ia ingat dan ketahui tentang ibu kandungnya tersebut. Saat Bridget beranjak remaja, hadirlah Meredith sebagai ibu tiri untuknya. Seorang perempuan yang, di mata Bridget sama sekali tidak ada baik-baiknya. Ia pernah sangat kecewa dengan ibu tirinya itu, dan kekecewaan itu terus membekas di hatinya.

Selain sebagai putri dari salah satu penyumbang dana terbesar di Winchester Preparatory School, Bridget juga cantik dan populer. Semua orang di Winchester Preparatory mencintainya. Paling tidak, demikian yang ia pikir. Ia juga percaya bahwa baik sahabat, teman bahkan gurunya merasa segan terhadapnya. Padahal, pada kenyataannya, dia adalah seorang pengganggu. Kebanyakan-teman-teman sekolahnya hanya bersikap baik saat berada di hadapannya. Mereka tidak benar-benar menyukai Bridget karena kebiasaannya yang sering bersikap dan mengeluarkan kata-kata menyakitkan, bahkan tidak terkecuali kepada guru-gurunya, terutama seorang guru yang selama ini ia anggap sebagai guru paling membosankan.

Hingga suatu hari, semua hal terjadi diluar keinginannya. Padahal sebelumnya, dengan upaya kebohongan-kebohongan yang ia lontarkan dan tindakan-tindakan liciknya, ia selalu berhasil dari setiap permasalahan yang ia hadapi, bahkan serumit apapun masalahnya itu. Namun kali ini tidak, dengan semua hal yang terjadi diluar dugaannya, Bridget merasa sangat tertekan. Tidak hanya dari satu pihak melainkan dari berbagai pihak yang tak lain adalah orang-orang terdekatnya. Ia meninggalkan sekolah saat belum waktunya pulang. Sambil meluncur mengendarai mobilnya, ia merenungkan bagaimana keluarga, sahabat dan teman-temannya itu akan bereaksi seandainya ia meninggal dunia. Dengan konsentrasi mengemudi yang terbagi sambil merenung, dan kecepatan yang semakin tinggi, kecelakaanpun tak bisa dihindari lagi.

Inikah akhir hidup Bridget? Selemah itukah pribadi gadis remaja yang sedang mencari jati dirinya itu? Memutuskan untuk lari dari semua permasalahan, dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri?

Jawabanya adalah tidak. Atau ya... paling tidak, belum tentu. Bridget belum tentu akan meninggal karena kecelakaanya yang ia alami tersebut.

Karena pada sesaat setelah ia mengalami kecelakaan, ia benar-benar tidak bisa mengingat apa-apa lagi, hingga terbangun dan kemudian bertemu dengan orang-orang yang selama ini, ia sadari telah ia sakiti. Oke pada bagian ini, selintas mungkin akan terkesan gak logis dan realistis, karena saat ini, Bridget terjebak di suatu tempat antara hidup dan mati.

Dengan tuntunan dari seseorang, yang sebelumnya ia anggap sebagai seseorang yang mengancam kepopulerannya di sekolah, melalui beberapa pasang sepatu milik dari orang-orang yang pernah ia sakiti, Bridget dikirim ke masa-masa kebersamaan dirinya dengan orang-orang tersebut dengan situasi bahwa Bridget-lah yang ada pada diri orang-orang itu, sehingga dengan jelas ia bisa melihat, merasakan dan menyadari bagaimana menyakitkannya kata-kata dan perilakunya selama ini.

Di tempat antara hidup dan mati itu pula, Bridget kemudian mengetahui bahwa orang-orang yang pernah ia sakiti itulah yang kemudian akan memutuskan apakah kemudian ia bisa hidup kembali ataukah memang inilah akhir dari hidupnya.

--------------------------------------------------

Kelebihan dan Kekurangan
Ide ceritanya menarik, enak dibaca (terima kasih saya ucapkan kepada penerjemah dari Penerbit Esensi), dan tidak membosankan ditambah dengan ada bagian-bagian dimana cerita itu disampaikan melalui perspektif orang-orang yang paling terpengaruh oleh tokoh utama, Bridget. Secara fisik, saya juga suka dengan tampilan buku ini. Sayangnya, menurut saya pemilihan judul edisi terjemahan yang dipilih oleh Penerbit Esensi ini kurang tepat. Kalaupun memilih untuk tidak menggunakan judul aslinya, memilih judul : "Bridget, Undisputed Queen". Ratu yang tak diinginkan...? Lhaa, kok jadi aneh ya, atau gimana ya, harusnya? hehehe..., Atau mungkin, judul "Bridget" aja udah cukup dan akan terasa lebih tepat dengan jalan ceritanya.

Meskipun ada banyak cerita lainnya dengan ide cerita yang serupa yang juga pernah saya baca sebelumnya, dimana kehidupan seorang tokoh yang terjebak di suatu tempat antara hidup dan mati, lalu karena suatu alasan, ia berkesempatan untuk tetap hidup dan memperbaiki segalanya. Bagi saya, ini seolah menyadarkan kita, saya khhususnya, yang masih dianugerahi kehidupan untuk selalu berpikir tentang konsekuensi yang akan kita dapatkan dari sebuah tindakan, terutama tindakan tidak baik yang kita lakukan.

Masih berhubungan dengan ide cerita, ada beberapa hal yang menurut saya tidak masuk akal jika dikaitkan dengan kehidupan nyata, yaitu tentang karakter si tokoh utama, Bridget. Kenapa? Ada apa?. Jadi, begini... curcol dikit gak apa-apa yah, hehehe... Masih ingat banget, sejak duduk di bangku SD, SMP dan SMA, hampir disetiap tingkatan saya memiliki teman, yang watak dan karakternya itu mirip si tokoh utama, tapi ya gak seliar si Bridget ini. Palingan kalau dia bengal dirumah, dia seorang pendiam disekolah. Kalau dia trouble maker di sekolah, biasanya hanyalah seorang anak penurut dirumahnya. Intinya, penyajian karakter tokoh Bridget ini menurut saya terlalu berlebihan. Tapi ya, Oke... gak dppiungkiri sih, di luar sana... didunia nyata ini, memang ada seseorang dengan karakter yang demikian. 

Hal lainnya yang tersaji di buku ini, yang menurut saya juga gak realistis adalah, duh... ini agak-agak menyerempet ke arah spoiler, hihi... yaitu pada saat momen ia mengalami perkembangan karakter menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya, dan semua itu terjadi, bisa dibilang hanya dengan sekejap mata. Ini memang baik, seolah mengajarkan para pembacanya bahwa : "Hey, jika kamu ingin melakukan sesuatu yang baik, what are you waiting for? Do it, right now!". Kayak begitulah kira-kira, hehehe... Tapi, jika boleh saya kasih kritik, harusnya ada bagian pada saat Bridget mengalami transformasi karakter, gak berubah secara instan begitu. Jadinya, saat membacanya serasa ada bagian yang miss. Tapi, walaupun demikian, secara keseluruhan, sekali lagi, ide cerita pada buku keren. Suka.

Kutipan Terfavorit
"... semua orang memang harus berubah, walaupun waktunya berbeda-beda. Dan, jika kau mau berubah, lakukan saja. jangan menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan apakah seluruh dunia akan memaafkanmu. Meskipun tak ada orang yang kau kenal mau memaafkanmu, jangan khawatir. Kau akan bertemu orang-orang baru. Kau akan memperlakukan orang-prang baru itu dengan lebih baik"
(halaman 219)

RATE : 4/5 Stars
Dengan banyak pesan moral yang saya dapatkan dari buku ini, jreng... jreng... jreng....
I’d give this book four out of five stars and will certainly be looking forward to Paige Harbison’s next novel.


Recommended for you, ALL ages :)
Terutama kalian, teman-teman remaja yang sedang mengalami transisi dari masa remaja menuju masa dewasa, yang ingin mendapatkan pesan-pesan moral tentang makna keluarga dan persahabatan

Terima kasih Penerbit Esensi, untuk kiriman bukunya.
Semoga sukses terus, supaya bisa lebih banyak lagi menerbitkan buku-buku berkualitas lainnya.

Sunday, April 17, 2016

No comments

Book Review : Always the Bride by Jessica Fox

Tidak Semua Hal Dapat Berjalan Sesuai Keinginan Kita

Namun, Zoe Forster selalu berusaha untuk memiliki hidup sempurna. Jadi, ketika ada seorang cenayang pada pesta lajangnya meramalkan bahwa ia akan menikah dua kali, ia tidak ambil puing. Semua orang tahu bahwa Zoe dan Steve ditakdirkan bersama selamanya.

Tetap saja, pernikahan fantastis maca apa pun harus menghadapi lika-liku di kemudian hari dan, dalam setahun, hal-hal tak terduga terjadi. Hadir pula seorang bintang film superseksi bernama Luke Scottman dalam kehidupan Zoe. Zoe dan Steve pun menemukan masa lalu masing-masing yang tidak seindah dugaan mereka. Tampaknya ramalan sang cenayang akan menjadi kenyataan...


Identitas Buku
Judul : Always the Bride
Judul Terjemahan : Pengantin Baru (Lagi)
Penulis : Jessica Fox
Genre : Chick Lit, Romance
Bahasa : Indonesia
Penerjemah : Alphonsus W.P.T. Nugroho
Dimensi Buku : 20,5x13,5 cm/248 halaman/500 gr
Penerbit : Esensi (Erlangga Group)
ISBN : 978-602-7596-27-6
Pertama kali terbit di Indonesia, 2016

Review
Zoe Forster dan Steve Kent, bagi orang-orang disekelilingnya mereka adalah pasangan yang sempurna. Dan kebahagiaan pasangan tanpa cela ini beserta orang-orang yang menyayangi mereka semakin bertambah, karena pada bulan ini, Juni 2009, tepatnya tujuh hari lagi Zoe dan Steve akan melangsungkan upacara pernikahan.

Bersama dengan adik dan sahabat-sahabat perempuan terdekatnya (Fern, Priya, dan Charlotte (adik perempuan Steve), Zoe menggelar pesta lajang. Malam itu mereka saling bertukar cerita, menikmati hidangan yang dimasak Zoe dan tentu saja bahasan tentang pernikahan tidak luput dari obrolan mereka yang diselingi canda tawa itu. Kemudian datanglah Angela, seorang cenayang yang ternyata diundang secara khusus oleh Libby, adik Zoe, untuk memeriahkan pesta lajang kakak perempuan satu-satunya itu. Libby memang tipe orang yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia gaib dan ramalan. Berbeda dengan Zoe yang justru sama sekali tidak tertarik bahkan ia tidak begitu percaya dengan ramalan. Namun malam itu, ketika mendapat kehormatan untuk diramal terlebih dahulu, Zoe tidak menolaknya dengan alasan ia tidak ingin mengecewakan adik dan para sahabatnya. Ia juga tidak ingin, dengan ia menolak diramal, akan mengubah keasyikan suasana malam itu.

Dengan rasa enggan, Zoe mengikuti perintah Angela ketika ia diminta untuk mengocok kartu Tarot dan membaginya menjadi tiga tumpuk. Setelah mengatur dengan pola yang rumit, dan mengaku atas bantuan Roh Pembimbing, Angela kemudian berkata bahwa ada beban berat yang tengah ditanggung oleh Zoe. Tentu saja, Zoe menjawab bahwa itu memang benar. Berminggu-minggu belakangan ini ia sangat sibuk dengan segala persiapan menjelang pernikahannya. Namun, kemudian Angela membantah bahwa bukan itu yang ia maksud, tapi sesuatu yang selama ini berusaha Zoe tutup-tutupi yakni ketakutan akan kegagalan pernikahannya. Ia takut akan ketidaksangggupannya menjalani pernikahan dan ia juga selalu merasa khawatir bahwa Steve akan mempunyai pemikiran yang menganggap pernikahan bukan sebagai sesuatu yang serius. Ia ketakutan Steve tidak akan setia dengan satu istri, seperti ayahnya (ayah Zoe) yang kini memiliki lima orang istri. Didalam hatinya, Zoe mengakui bahwa semua yang disampaikan oleh Angela itu adalah benar. Namun selama ini pula ia selalu berusaha untuk berpikir positip dan mengenyahkan jauh-jauh pemikiran-pemikiran tersebut. Disaat Zoe menolak untuk mempercayai kebenaran yang dikatakan Angela, disaat itu pula Angela memberitahunya bahwa ia akan menikah dua kali!.

Mendengar itu, Zoe merasa marah dan cukup terguncang. Ia yakin betul bahwa ia dan Steve saling mencintai. Tidak mungkin pernikahannya dengan Steve nanti akan berlangsung singkat, lalu ia menikah lagi untuk kedua kalinya? Dengan siapa? Ia juga yakin, Steve adalah belahan jiwanya. Hanya Steve yang sungguh-sungguh ia cintai. Namun bagaimana seandainya apa yang disampaikan oleh Angela itu benar-benar terjadi nanti. Tanpa ramalanpun, hal itu memang mungkin saja terjadi. Tapi, ia benar-benar tidak ingin berpisah dan kehilangan Steve dari hidupnya.

Hari Valentine 2010. Kurang lebih sembilan bulan sudah usia pernikahan Zoe dan Steve. Dan selama itu pula, semua berjalan dengan sangat baik. Zoe sangat bahagia dan bersyukur tentang hal ini. Ini adalah hari Valentine pertama baginya dan Steve sebagai sepasang suami istri. Namun pagi ini Zoe agak sedikit kecewa, karena saat ia bangun, Steve sudah berangkat kerja. Zoe dan Steve sama-sama bekerja pada program BBC terbaru. Mereka sedang terlibat dalam film adaptasi dari novel Henry James, The Portrait of A Lady. Steve sebagai sutradara dan Zoe adalah sang penulis naskah. Kejutan-kejutan kecil berupa post-it yang ditempel di berbagai sudut rumah sedikit mengurangi kekecewaan Zoe di hari Valentine yang ia harap sebelumnya bisa menjadi pagi yang romantis bersama Steve. Dan kekecewaan Zoe semakin sirna ketika mengetahui post-it - post-it tersebut menunjukkan sebuah pesan bahwa Steve mengajaknya makan siang di sebuah restoran. Zoe sangat senang, ia berharap bisa menghabiskan waktu makan siang berdua dengan sangat menyenangkan. Namun sekali lagi Zoe harus kecewa, karena Steve membatalkan janjinya karena urusan pekerjaan yang harus segera ia tangani.

Mengetahui bahwa urusan yang harus suaminya tangani itu adalah pencarian pemeran utama pria dan wanita untuk film yang sedang mereka garap, karena pemain utama sebelumnya mengundurkan diri, Zoe segera memaklumi dan sangat memahami situasi suaminya saat itu. Tidak butuh waktu lama, tim mereka segera mendapat pemain baru untuk film mereka. Bahkan sekaligus untuk pemeran utama pria dan wanitanya. Seluruh tim menyambut kedatangan Luke Scottman, bintang film Hollywood yang tengah naik daun itu di lokasi syuting untuk pertama kalinya dengan sangat antusias. Namun ada kecanggungan dan kegugupan yang menerpa Zoe saat Luke menghampiri dan menyapanya. Sebenarnya Zoe dan Luke sudah saling mengenal sebelumnya. Luke adalah teman semasa kuliahnya sekaligus mantan pacar sahabatnya, Fern. Semua orang berharap situasi krisis kembali normal dan produksi film berlangsung dengan lancar. Terlebih ketika Trinity Duval menyetujui kontrak dan ia mulai melakukan syuting sebagai pemeran utama wanita dalam film tersebut. Hari-hari di lokasi syuting nyaris sempurna.

Namun tidak bagi Zoe, ia sedang kalut dan tidak tahu bagaimana harus menjelaskan semuanya kepada Steve setelah malam itu. Malam saat ia, Fern dan Luke berencana berkumpul dirumahnya untuk mengobrol dan mengenang masa-masa kuliah mereka karena mereka sudah sangat lama tidak berjumpa. Saat itu, Fern tidak bisa hadir, jadilah hanya ia dan Luke mengobrol dirumahnya dan malam itu Steve tidak bisa pulang karena ada urusan pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan, dan Luke terpaksa menginap dirumah mereka karena saat itu sedang terjadi badai salju. Obrolan mereka malam itu terasa cukup canggung namun kemudian terasa menyenangkan bagi Luke, ada semacam rasa rindu yang terobati. Begitu pula bagi Zoe. Dan hal yang tidak Zoe inginkan pun terjadi, Luke mulai mengungkit-ungkit masa lalu mereka berdua. Seolah memahami apa yang Zoe pikirkan, Zoe meminta izin untuk beristirahat karena besok pagi ia harus syuting dengan keadaan segar. Setelah mengantar Luke ke kamar tamu, Zoe masuk kekamarnya dan tidur. Saat pagi, betapa terkejutnya Zoe, ketika melihat banyaknya paparazi di halaman rumahnya dan memaksa mewawancarai dirinya dan bertanya tentang hubunganya dengan bintang Hollywood, Luke Scottman yang tadi pagi tertangkap kamera keluar dari rumahnya.

Berita gosip di majalah dan surat kabar pun segera beredar luas dengan headline dugaan perselingkuhan istri seorang sutradara ternama dengan bintang film Hollywood.

Disaat Zoe sangat gugup ketika berusaha untuk menjelaskan semua kepada suaminya, Steve menanggapinya dengan senyum dan kecupan hangat. Ia berkata Zoe tidak perlu memikirkan hal itu lagi, ia akan lebih percaya kepada istrinya dibandingkan berita-berita gosip diluaran sana. Ia juga berkata ia tahu bagaimana persahabatan antara istrinya, Fern dan juga Luke. Mendapat tanggapan bijak dan dewasa dari suaminya Zoe sangat lega dan merasa sangat beruntung memiliki suami yang sangat baik seperti Steve. Namun masih ada satu hal yang mengganjal di hatinya, yang betapa ingin segera ia ceritakan kepada suaminya itu tapi ia tidak tahu harus memulainya dari mana. Ia tidak ingin mengecewakan Steve. 

Ditengah kegelisahan Zoe, dan setelah meredanya gosip hubungan gelapnya dengan Luke, Luke justru semakin gencar mendekati Zoe dan berusaha untuk selalu mengungkit hubungan mereka di masa lalu. Dan pada saat itu pula, kembali beredar berita heboh dan kali ini tentang putusnya hubungan pasangan bintang Hollywood, Trinity Duval dengan seorang penyanyi Bobby Robert. Betapa kagetnya Zoe, saat mengetahui bahwa putusnya hubungan mereka karena sebelumnya beredar gosip perselingkuhan Trinity dengan seorang pria misterius, yang Zoe kenali betul bahwa si pria misterius yang memakai topi baseball itu adalah Steve!. Disaat-saat itu pula, Rufus, sang produser dalam tim produksi film mereka yang juga sahabat Steve, mengungkap beberapa fakta masa lalu Steve kepada Zoe. Satu dari fakta-fakta itu, Zoe mengaku sudah mengetahuinya langsung dari Steve bahkan sebelum mereka menikah.

Berkat kepercayaan yang mereka pupuk satu sama lain, setelah Steve menjelaskan bahwa hubungannya dengan Trinity hanya sebatas pekerjaan, begitu juga saat malam ia tertangkap kamera paparazi ketika keluar dari hotel yang ditinggali Trinity, ada urusan yang memang harus mereka selesaikan. Tanpa bertanya lebih jauh urusan apa, Zoe mempercayai apa yang dikatakan Steve. Begitu juga hubungan Trinity dengan Bobby Robert, hubungan mereka membaik, bahkan mereka akan segera melaksanakan pernikahan. Ketika hari pernikahan itu tiba, Zoe dan Steve yang juga hadir disana kaget dengan datangnya seseorang yang memberitahukan bahwa pernikahan Trinity dengan Bobby tidak bisa dilaksanakan. Dan pembatalan pernikahan tersebut penyebabnya berkaitan erat dengan, lagi-lagi... Steve!.

Dan sejak saat itu, hubungan Steve dan Zoe, merenggang.

Mengapa Steve menjadi penyebab batalnya pernikahan Trinity dengan Bobby Robert? 

Sebagai sepasang suami istri, mampukah Zoe memperbaiki hubungannya dengan Steve? 

Namun jika hubungan mereka terus merenggang dan akhirnya mereka berpisah, akankah Zoe menerima cinta Luke yang selama ini terus mendekati dan secara terus terang mengungkapkan perasaannya? 

Lalu sebenarnya hubungan seperti apa yang terjadi antara Luke dan Zoe di masa lalu, sehingga ketika mengingat hal tersebut, membuat Zoe merasa sangat bersalah?

Akankah ramalan dari cenayang di pesta lajangnya dulu benar-benar terbukti, bahwa ia akan menikah dua kali selama hidupnya?

Penasaran dengan jawaban dari pertanyan-pertanyaan diatas? So, what are you waiting for? Go get it. Now!!

Kelebihan dan Kekurangan
Ada lima pelajaran yang saya dapatkan setelah membaca buku ini :
1. Akad nikah bukanlah sekedar kata-kata formalitas yang terucap dari mulut laki-laki untuk mensahkan hubungan suami istri, melainkan adalah sebuah perjanjian suci yang ikatannya amat kokoh dan kuat, karena bukan hanya berjanji dihadapan penghulu, wali dan saksi saja, tetapi melibatkan perjanjian dihadapan Tuhan.

2. Sebagai seorang yang belum menikah, buku ini mengajarkan saya betapa pentingnya menjaga komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan saya kelak.

3. Pernikahan bukan sekedar menyatukan dua insan dalam sebuah pelaminan, karena pada dasarnya, pernikahan berarti menjalani hari-hari dalam kebersamaan, untuk saling melindungi, saling memberikan rasa aman, saling mempercayai, saling mencurahkan perasaan, saling menunaikan kewajiban, saling memaafkan kesalahan, bahkan untuk saling menutupi aib, tidak saling menyimpan dendam dan kemarahan, tidak mengungkit–ungkit kelemahan, kekurangan, dan kesalahan pasangannya.

4. Hidup ini kadang memang terasa berat untuk dijalani, tapi percayalah bahwa akan ada jalan keluar untuk setiap permasalahan dan kesulitan yang kita hadapi.

5. Kalau sudah jodoh gak akan kemana :)

6. Pahamilah, bersikap perfeksionis itu baik, tapi kadang apa yang menurut kita baik dan sempurna itu, belum tentu demikian bagi orang lain.

Berbicara buku ini secara fisik, buku yang berjudul asli Always the Bride (Hen Night Prophecies) ini, saya suka banget, dengan nuansa putih dan efek lukisan bunga mawar, desain gambar perempuan memakai gaun pengantinnya sangat pas sekali dengan isi dan jalan ceritanya. Sayang, seandainya ukuran font-nya satu tingkat lebih besar pasti akan lebih enak untuk dibaca. Satu lagi yang saya sayangkan, buku ini tidak dilengkapi dengan pembatas buku, yang akan sangat bermanfaat sekali bagi pembacanya.

Sedangkan dari segi cerita, ide ceritanya bisa dibilang tidak sederhana karena melibatkan lebih dari 4 tokoh, yang saling berkaitan satu sama lain. Tapi tidak terlalu rumit juga, masih asyik untuk diikuti. Agak lambat dan membosankan di bab-bab awal. Tapi semakin banyak halaman yang terlewati, saya menyukainya. Apalagi setelah mencapai pertengahan, ketika mulai banyak kejutan yang disajikan. Dan pada bagian akhirnya, saya suka! Malah yang awalnya mau men-cap buku ini sebagai bacaan yang membosankan, jadi ketagihan...ahh kok udahan aja sih ceritanya :(

Ada beberapa bagian yang rasanya (entah mungkin ini hanya menurut saya saja) kurang enak untuk di baca, seperti banyak penggunaan kata sial dan penerjemahan istilah-istilah, (salah satunya, "...mengerucutkan bibir seperti pantat burung...", eh burung atau bebek ya...hehe, aku juga lupa ini dihalaman berapa, gak sempat ditulis), disini aku tidak menyalahkan penerjemahnya, karena mungkin saja sudah ditentukan untuk menerjemahkan dengan tetap memberikan "cita rasa" aslinya, tapi mungkin sebenarnya bisa lebih disesuaikan dengan pembaca kita. Begitu juga untuk istilah atau kata-kata dalam bahasa Italia, kutipan-kutipan yang diambil dari buku/novel tertentu, nama-nama jenis makanan dan majalah lokal yang disebutkan diberi penjelasan dalam bentuk catatan kaki. Itu pasti akan sangat membantu pembaca untuk lebih memahami apa yang sedang dibaca dan juga akan menambah pengetahuan pembaca juga. Oke, mungkin di buku aslinya memang tidak ada catatan kakinya. Tapi mungkin perlu diingat, ketika ada pembaca yang wawasannya tidak terlalu luas, rasanya catatan kaki itu penting banget, hehe... :)

Sedangkan dari segi watak dan tokoh, cerita yang bersetting di London tahun 2009-2010 ini, saya tidak akan membahas semua tokohnya tapi hanya dua tokoh utamanya saja, Zoe Forster dan Steve Kent. Sama Zoe, saya ada suka sama tidak sukanya. Saya tidak suka dengan sifat masa mudanya yang labil, seolah tidak mampu menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Bisa dimaklumi sih sebetulnya, namanya juga masih muda. Tapi hal itu terbawa sampai ia dewasa bahkan saat ia berstatus sudah menikah. Ia masih mudah goyah ketika mendapat ajakan lelaki dari masa lalunya untuk bersama. Tapi saya suka sama sifatnya yang perfeksionis itu lho, hahaha... pada bagian ini saya serasa lagi baca tentang diri saya sendiri, yang selalu menginginkan segala sesuatunya tertata dengan baik, rapi, sempurna dan orang-orang disekeliling saya merasa bahagia. Sedangkan Steve, saya suka banget sama tokoh ini. Kejujuran, keterbukaan, kebaikan hatinya itu lho dan cara dia mencintai serta memperlakukan Zoe sebagai istrinya. Sangat patut dicontoh bagi para suami diseluruh dunia.

Ada beberapa kesalahan pengetikan yang saya temui pada buku ini :
- halaman 60 : sedernaha ---> seharusnya : sederhana
- halaman 235 : berjaan ---> seharusnya : berjalan

Kutipan-Kutipan Favorit
1. "Kepercayaan adalah sesuatu yang harus kau miliki dalam pernikahan,..." (halaman 107)

2. "Kesempurnaan bukanlah segalanya" (halaman 152)

3. "Orang membuat kesalahan karena itu adalah bagian alami dari seorang manusia. Semua orang berhak mendapat pengampunan" (halaman 171)

4. "Namun, apakah gairah cukup menjadi dasar sebuah pernikahan? Bagaimana dengan cinta?" (halaman 212)

5. "Terkadang jauh lebih mudah tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Mungkin tidak menegangkan, tetapi jauh lebih mudah" (halaman 240)

Rate : 3/5

Recommended buat kamu yang sedang ingin membaca cerita dengan kejutan-kejutan yang tidak terduga sebelumnya :)

Buku ini saya dapatkan sebagai salah satu pemenang Free Gift for Blogger dari Penerbit Esensi. Terima kasih yaa... Terima kasih juga atas kepercayaan untuk mereview  buku ini, dan semoga bisa bermanfaat.