Thursday, January 25, 2018

1 comment

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Pada tanggal 31 Januari 2018, dipastikan akan terjadi Gerhana bulan total. Gerhana bulan total terjadi jika seluruh permukaan bulan masuk ke dalam umbra. Umbra yaitu bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana bulan.

Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada tanggal 31 Januari 2018 nanti, dapat diamati dari seluruh wilayah di Indonesia. Dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berikut informasi lengkapnya:

Ilustrasi terjadinya gerhana bulan penumbra, sebagian dan total
Sumber gambar: www.gerhanabulan.info

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018
Proses Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 diilustrasikan pada gambar dibawah ini,

Ilustrasi proses terjadinya gerhana bulan total 31 Januari 2018

Pada gambar diatas terlihat notasi P1, U1, U2, Puncak, U3, U4, dan P4 yang merupakan fase-fase Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018. Dimana gerhana dari fase Gerhana mulai (P1) ke Gerhana berakhir (P4) adalah 5 jam 20,2 menit. Adapun durasi dari fase Gerhana Sebagian mulai (U1) hingga Gerhana Sebagian berakhir (U4) berlangsung selama 3 jam 23,4 menit. Sementara itu durasi totalitas, yaitu dari fase Gerhana Total mulai (U2) hingga Gerhana Total berakhir (U3), berlangsung selama 1 jam 16,8 menit. Untuk lebih jelas, silahkan perhatikan tabel berikut:

Waktu kejadian Gerhanan Bulan Total 31 Januari 2018

Dan berikut merupakan Peta Keterlihatan Gerhana Bulan Total 4 April 2015 di Indonesia, yang waktu-waktu kejadian gerhananya diuraikan di atas.


Berdasarkan peta diatas, waktu-waktu kejadian gerhana bulan total 31 Januari 2018 dapat diuraikan:
1. Garis miring bertanda P1 yang melewati bagian barat Jawa Timur, bagian timur Jawa Tengah, dan sedikit bagian barat Kalimantan Barat menunjukkan proses Gerhana mulai bersamaan waktunya dengan waktu terbit Bulan di lokasi yang ditandai garis tersebut.

2. Sedangkan pengamat di sebelah timur garis P1 tersebut akan dapat mengamati seluruh proses Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018.

3. Adapun pengamat yang berada di sebelah barat garis P1 tersebut akan mendapati Bulan sedang dalam proses gerhana penumbra saat Bulan terbit.

4. Selanjutnya, pengamat di tempat tersebut akan mengamati kelanjutan proses Gerhana Bulan tersebut hingga selesai.

Sedangkan di seluruh dunia, keseluruhan proses gerhana dapat diamati di Samudra Pasifik serta bagian timur Asia, Indonesia, Australia, dan bagian barat laut Amerika. Gerhana ini dapat diamati di bagian barat Asia, Samudra Hindia, bagian timur Afrika, dan bagian timur Eropa pada saat Bulan terbit. Adapun proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di bagian utara Amerika dan bagian timur Samudra Pasifik. Sementara pengamat di bagian barat Eropa, sebagian besar Afrika, Samudra Atlantik, dan bagian selatan Amerika tidak akan dapat mengamati keseluruhan proses gerhana ini.

Gerhana bulan total 31 Januari 2018 ini sangat istimewa, karena peristiwa bulan purnama, supermoon, dan gerhana bulan total terjadi secara bersama-sama. Dimana peristiwa seperti ini jarang sekali terjadi, terakhir 152 tahun yang lalu.

===============

Di antara bukti kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala itu, ialah terjadinya gerhana. Sebuah kejadian besar yang kadang banyak dianggap remeh oleh manusia. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam justru memperingatkan umatnya untuk kembali ingat dan segera menegakkan shalat, memperbanyak dzikir, istighfar, doa, sedekah, dan amal shalih ketika terjadi peristiwa gerhana. Dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَيَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوْااللهَ وَكَبِّرُوْا وَصَلُّوْا وَتَصَدَّقُوْا …

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah. Sesungguhnya keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang, dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah."
[Muttafaqun ‘alaihi]

Saturday, January 20, 2018

16 comments

Blog Tour ll Book Review + Giveaway Illuminae by Amie Kaufman & Jay Kristoff

Hai, selamat datang di rangkaian kedua Blog Tour dan Giveaway Illuminae. Illuminae ini adalah buku pertama dari seri The Illuminae Files yang ditulis oleh duo penulis kelahiran Australia, Amie Kaufman dan Jay Kristoff.

Setelah menyimak review dan pertanyaan dari kak Ratna di Notebook Sharie, gimana, gimana? sudah dapat jawaban untuk pertanyaannya? Pasti sudah ya, dan sekarang pasti sedang menunggu pertanyaan selanjutnya dari aku. Tapi, sebelumnya aku pun akan berbagi review terlebih dahulu, selamat menyimak.



Identitas Buku
Judul: Illuminae (The Illuminae Files #1)
Penulis: Amie Kaufman dan Jay Kristoff
Genre: Fiksi, fiksi ilmiah, young adult 
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Brigida Ruri
Dimensi Buku : 21x14,5 cm/576 halaman/500 gr
Penerbit: Spring 
ISBN : 9786026682093
Pertama kali terbit di Indonesia, November 2017

Review
Tahun 2575, diceritakan ada sebuah perusahaan bernama Wallace Ulyanov Consortium (WUC) yang telah melakukan penambangan hermium secara ilegal di sebuah planet yang bernama Kerenza IV (yang kemudian pada penulisan berikutnya akan ditulis sebagai planet Kerenza). Planet yang terletak di ruang bebas, sekitar 34.5 SA dari Stasiun Portal Heimdall ini memang mengandung konsentrasi hermium yang sangat tinggi di lapisan es kutubnya. Setelah berlangsung selama 19 tahun, aktifitas penambangan ilegal tersebut tidak terdeteksi. Hingga suatu hari, BeiTech Industries, salah satu perusahaan antarbintang yang merupakan saingan WUC, mengirimkan empat pesawat tempurnya melalui wormhole dan menyerang planet Kerenza.

Di tahun yang sama, dengan kondisi planet tempat tinggal mereka yang tengah diserang, Kady Grant dan Ezra Mason, sepasang kekasih yang baru saja memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka justru harus bekerja sama untuk menyelamatkan satu sama lain. Namun kemudian, dalam upaya menyelamatkan diri itu, keduanya terpisah dalam pesawat evakuasi yang berbeda. Ezra berhasil menaiki pesawat induk Alexander-78V (yang kemudian pada penulisan berikutnya akan ditulis sebagai pesawat Alexander atau Alexander), sedangkan Kady menaiki Hypatia, sebuah pesawat eksplorasi ilmiah.

Dalam penyerangan tersebut, Defiant, pesawat tempur milik perusahaan WUC, telah dengan mudah dihancurkan oleh pesawat-pesawat tempur milik BeiTech Industries. Defiant sendiri sebelumnya sempat mengirimkan sinyal permintaan bantuan, yang kemudian berhasil diterima oleh Alexander. Mengetahui hal tersebut, pihak BeiTech melalui salah satu pesawat tempurnya, BeiTech BT042-TN, masih terus berusaha mengejar dan menghancurkan Alexander dengan tujuan untuk menghilangkan saksi penyerangan yang dilakukannya.

Enam bulan kemudian. Didalam kurun waktu itu pula Ezra mengikuti pelatihan, dan kemudian mendapat kesempatan untuk mengisi posisi yang tersedia di Alexander. Karena pesawat induk ini mengalami kehilangan banyak awak kapalnya pasca penyerangan tersebut. Berbeda dengan Alexander yang sedikit lebih terbuka, pihak berwenang pesawat Hypatia justru sangat tertutup. Warga sipil yang berada di dalamnya tidak diberitahu sedikitpun tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mendapat perlakuan demikian, Kady, remaja perempuan berusia 18 tahun yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang komputer ini, berhasil meretas sistem pesawat, untuk mencari informasi tentang keadaan saat itu.

Ezra akhirnya mendapat izin untuk menerbangkan pesawat tempur Cyclone. Saat sedang melakukan latihan bersama timnya, mereka mendapat pesan dari AIDAN, Artificial Intelligent milik Alexander. Pesan tersebut berisi perintah untuk menghancurkan pesawat-pesawat shuttle yang terbang landas dari Copernicus, pesawat kargo berat milik WUC yang membawa sekitar 3000an  warga sipil dari koloni Kerenza.

Copernicus hancur.

Padahal, Ezra dan timnya tidak melakukan serangan apapun terhadap pesawat yang dikomandani oleh seorang Kapten bernama Harry Ryker itu. Karena memang sebelumnya, para pilot Cyclone ini telah menolak untuk melaksanakan tugas tersebut. Sebagian warga sipil yang berada di pesawat-pesawat shuttle Copernicus berhasil diselamatkan dan kemudian di karantina di dalam Alexander. Mengapa? karena ternyata ditemukan sebuah virus mengerikan yang telah menjangkiti orang-orang di Copernicus, yang kemudian juga menjangkiti orang-orang yang berada di Alexander.

Kian hari, AIDAN kian bertingkah aneh. Ia yang yang seharusnya menjadi pelindung bagi Alexander dan armadanya malah berubah melawan mereka. Maka, untuk mengantisipasi kejadian yang lebih membahayakan, komandan pesawat Alexander memutuskan untuk menonaktifkan AIDAN.

Sekali lagi, dengan kemampuannya dalam meretas, kali ini Kady mencoba meretas sistem pesawat Hypatia untuk menghubungi Ezra, yang berada di Alexander. Menurutnya, itu adalah salah satu jalan untuk menyelesaikan segala kekacauan yang sedang terjadi.

Sementara itu, BeiTech BT042-TN masih terus mengejar Alexander, dan juga Hypatia.

Dan, satu-satunya cara untuk melawan pesawat tempur BeiTech BT042-TN atau yang dikenal juga dengan nama Lincoln ini, dibutuhkan bantuan dari AIDAN.

Nah, gimana tuh ya... sedangkan AIDAN telah dinonaktifkan. Mungkin ada yang bertanya-tanya, sebagai akar permasalahan dari segala kekacauan tersebut; selain alasan persaingan bisnis, apa sesungguhnya yang menjadi alasan BeiTech Industries menyerang WUC? Lalu, jika para pilot Ciyclone menolak untuk melakukan serangan terhadap Copernicus, mengapa Copernicus hancur berkeping-keping? Siapa pelakunya? Apa alasannya, mengingat di dalam Copernicus ada ribuan orang tidak berdosa dari koloni Kerenza. Dimana mereka sedang mengalami masalah kesehatan, yang seharusnya segera mendapat bantuan, bukan malah diserang... Di tengah kondisi Alexander yang memburuk akibat hasil mutasi virus yang berasal dari pesawat Copernicus, bagaimana dengan keadaan Ezra? Bagaimana dengan Kady? Bagaimana pula dengan AIDAN yang sedang bersada dalam status non aktif? Dimana AIDAN, kemudian diketahui sebagai satu-satunya kesempatan untuk mereka bisa selamat. Satu hal lagi yang mungkin menjadi pertanyaan bagi kalian yang membaca apa yang aku tulis diatas, siapa pihak yang berada di belakang BeiTech Industries yang telah begitu kejam melakukan serangan terhadap planet Kerenza? Penasaran? Pasti penasaran... :D

Jadi, tunggu apalagi, bagi kamu yang masih berpikir-pikir untuk membeli dan/atau membaca buku ini. Ayo jangan ragu-ragu, cari buku ini dan baca!. Aku jamin gak akan nyesel, karena memang buku ini sangat layak untuk dibaca, dan juga dijadikan koleksi.

Kelebihan, Kekurangan dan Rating
Sejak membuka halaman pertama, dan kemudian mengintip halaman-halaman berikutnya, sebagai pembaca, kita akan disuguhi dengan format buku yang unik.

Buku ini tidak menyajikan paragraf-paragraf yang berisi narasi dan dialog antar tokohnya sebagai mana umumnya sebuah buku cerita. Alur cerita pada buku ini disajikan dalam bentuk kompilasi dokumen-dokumen. Diantaranya berupa: memo, transkrip wawancara dan email, ringkasan rekaman kamera, catatan kesehatan, foto, catatan penjelasan untuk beberapa dokumen dan transkrip rahasia, kode biner, hingga gambaran ruang angkasa yang hampa udara.

Memang betul, jauh sebelum Illuminae terbit, sudah ada beberapa buku yang menyajikan ceritanya dengan gaya yang unik dan menarik, yang mirip-mirip dengan tampilan Illuminae ini. Tapi, kalau menurut aku, Illuminae kok lebih epik gimanaaa gitu, hehe... Gak percaya? Sama sekali gak ada maksud untuk spoiler atau apapun itu, hanya saja aku ingin memperlihatkan tentang tampilan buku Illuminae yang unik dan keren ini. Silahkan perhatikan foto-foto berikut,







Nah, gimana? Gak salah kan, kalau aku mengatakan bahwa dengan membaca buku ini, kalian akan mendapatkan pengalaman baru dalam membaca yang mengasyikkan.

Sekalipun novel ini bergenre fiksi ilmiah, dan mengangkat tema teknologi,  peperangan, konspirasi dan penjajahan antar planet, tapi unsur romantisnya tetap ada kok... Kurang lengkap apalagi coba. ;)

Untuk aku sendiri, sebagai penggemar fiksi ilmiah, surprised, buku ini melebihi ekspektasi aku. Bahkan, untuk edisi berbahasa Indonesia setebal 576 halaman ini, aku menyelesaikannya 2 hari saja!. Suka!. Terjemahannya enak dibaca, sehingga jalan ceritanya jadi lebih mudah dipahami. Adanya catatan kaki juga sangat membantu saat menemukan istilah-istilah yang tidak aku pahami.

Selain itu, baik karakter para tokohnya, setting  maupun alur ceritanya, semua dituliskan dengan baik. Contohnya, dengan "sosok" AIDAN, sebelumnya aku kagum banget sama dia. Lalu, perasaan itu berubah 180 derajat... AIDAN! Kenapa??? Dan kemudian... Pokoknya dia ini cukup sukses mempermainkan perasaan aku :(. Sekalipun alurnya cepat, dengan kejutan-kejutan yang, ME-NGE-JUT-KAN, tapi, semua tetap masuk akal dan kemudian cerita pun ditutup dengan tanpa menyisakan pertanyaan.

Hanya saja pasti akan membuat penasaran banget deh, hehe.. Pasti jadi pengen cepat-cepat lanjut membaca keduanya. Aku kebetulan sudah selesai juga membaca buku keduanya, Gemina! Yang, hhhhh.... pokoknya kalian harus baca seri ini. Pssst... buku ketiganya yang berjudul Obsidio juga sudah terbit, lho... Mari kita berdoa, agar Penerbit Spring kita yang tercinta lancar menerjemahkan dan menerbitkan dua buku lanjutannya di Indonesia. Bahkan, dari informasi yang beredar, salah satunya dari situs Variety, Illuminae akan diangkat ke layar lebar. Ahhh... bukunya sekeren ini. Semoga filmnya juga sama kerennya. I can't wait!

Ini adalah kali kedua aku membaca buku ini. Baik untuk yang sebelumnya (Kindle edition dalam bahasa Inggris) ataupun sekarang (dalam bahasa Indonesia), seperti yang aku sampaikan diatas, aku suka buku ini.

Dengan caranya yang unik, buku ini mencoba mengingatkan pembacanya tentang:
1. kalau kita punya masalah keluarga, alangkah baiknya duduk, ngobrol dan selesaikan di rumah. Jangan sampai jadi bikin susah seluruh planet!.
2. pentingnya memupuk nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi agar tercipta peradaban yang damai dan sejahtera. Wuihh... kata-kata aku yaa, haha... Ah, ini kebetulan baru selesai juga baca makalah tentang keterikatan politik dan sains, hehe... yang ternyata nyambung jugadengan buku ini. Soalnya, setelah selesai membaca buku ini, aku agak-agak merasa ngeri juga. Dimana pada buku ini, diceritakan kalau penjajahan yang terjadi bukan lagi penjajahan antar kelompok, suku bangsa, negara ataupun benua. Bukan pula penjajahan hati... *apaa*. Tapi disini, diceritakan tentang penjajahan antar planet.

Oke, di satu sisi, seandainya hal tersebut benar-benar terjadi, berarti hal itu menunjukkan bahwa pada saat itu, teknologi telah berkembang dengan sangat pesat. Tentu hal itu akan sangat menguntungkan bagi manusia, karena teknologi hampir selalu berhasil memudahkan manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan mengatasi sebagian masalah yang harus dihadapi. Namun, disisi lain, mengingat eratnya hubungan teknologi dan politik, dan jika diantara keduanya tidak  didasari oleh nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi, maka yang terjadi adalah kekacauan.

Terlepas dari apakah memang benar pesan seperti itu yang ingin disampaikan oleh penulis atau bukan, memang seperti itulah pesan moral yang bisa aku tangkap dari buku ini. Berbobot juga ya... menurut aku, buku ini memang bukan sekadar fiksi ilmiah belaka.

Untuk kekurangan pada buku ini, dari segi cerita, menurut aku gak ada kekurangannya. Sebagai pembaca aku merasa puas. Sedangkan dari segi fisik, baik itu untuk ukuran dan bentuk font, layout dan desain sampulnya ini aku suka. Terima kasih, Penerbit Spring, sudah menerbitkan buku ini tanpa mengubah desain sampulnya ini. Lalu, ini hanya sebagai saran, gimana kalau kedepannya untuk Gemina dan Obsidio, Penerbit Spring menerbitkannya dengan kualitas cetakan yang sedikiiit lebih ditingkatkan lagi, gak cuma hitam putih begitu saja, tapi menampilkan unsur 3D, misalnya pada bagian korps transkrip dokumen, denah pesawat dan gambar-gambar luar angkasanya. Hal itu pasti akan LEBIH memberikan kepuasan membaca yang lebih lengkap dan mengasyikkan.

Secara keseluruhan, sekali lagi... aku sangat suka buku ini. Jadi, 5/5 bintang untuk Illuminae.


Kutipan Favorit
Ada beberapa kutipan pada buku ini yang sangat menarik. Berikut ini adalah yang paling aku favoritkan, kata-kata yang disampaikan oleh Ezra kepada Kady melalui transkrip chat mereka di halaman 235:

"Begitu banyak waktu yang kusia-siakan. Begitu banyak waktu yang seharusnya bisa kugunakan untuk menunjukkan betapa aku peduli padamu, dan aku hanya membiarkan waktu itu berlalu. Seolah kita punya waktu selamanya di semesta ini"

OMG, it's so deep, Ezra!!

Giveaway!
Oke, ini pasti saat yang paling ditunggu-tunggu. Maaf, aku keasyikan membahas Illuminae nya, hehe...

Sebelumnya, aku mau mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Spring yang sudah memberikan kesempatan dan kepercayaannya buat aku dengan memilih aku sebagai salah satu host untuk event keren ini, Blog Tour dan Giveaway Illuminae.

Untuk kalian yang juga ingin membaca buku ini, kalian berkesempatan untuk mendapatkan satu eksemplar buku Illuminae persembahan dari Penerbit Spring, gratis!. Dengan mengikuti seluruh rangkaian blog tour dan final giveaway diakhir rangkaian Blog Tour dan Giveaway Illuminae iniyang akan diselenggarakan di akun Instagram Penerbit Spring. Caranya? sangat mudah, berikut peraturannya:

1. Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia.
2. Ikuti seluruh rangkaian Blog Tour dan Giveaway Illuminae, berikut jadwalnya:


3. Follow akun Instagram: @penerbitspring (wajib) dan @ade_reads (optional).
4. Follow akun Twitter Penerbit Spring: @penerbitspring (wajib).
5. Share info Blog Tour & Giveaway Illuminae ini di akun media sosial kamu, dengan tagar #blogtourilluminae.
6. Tulis nama dan akun Instagram kamu pada kotak komentar di bawah postingan ini. Ini untuk memudahkan pendataan.
7. Ikuti final giveaway yang akan dilaksanakan di akun Instagram Penerbit Spring, yakni pada tanggal 25 s/d 28 Januari 2018. Giveaway ini berupa finding words. Jadi, kumpulkan lima kata yang bisa kamu temukan dengan menjawab pertanyaan dari lima host blog tour berikut:

Sharie, 19 Januari 2018
Wiwi Widiani, 20 Januari 2018 (kamu sedang berada di sini)
Dion Yulianto, 21 Januari 2018
Ipeh Alena, 22 Januari 2018
Abduraafi Andrian, 23 Januari 2018

8. Dan pertanyaan dari aku untuk finding words Blogtour Illuminae ini adalah:

"Pada novel Illuminae, 
apa nama lain dari pesawat tempur BeiTech BT042-TN?"

Simpan jawaban kamu, sampai terkumpul lima jawaban dari pertanyaan kelima host blog tour diatas. Semoga beruntung yaa dan terima kasih sudah membaca review Illuminae versi aku, semoga bisa bermanfaat. ;)

Monday, January 8, 2018

No comments

6 Langkah Mudah Memasang Widget Slideshow Instagram di Blog

Haai, kamu seorang Blogger? kamu juga pengguna Instagram? Jika ya, pasti kamu ingin menampilkan foto-foto yang kamu posting di Instagram itu di blog kamu juga kan?. Karena dengan cara ini, mungkin akan menarik lebih banyak pengikut dan mendekatkan kamu dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama dengan kamu.

Nah, kali ini aku mau berbagi cara untuk memasang widget foto dari Instagram di blog dengan platform Blogger. Caranya sangat mudah, disini aku menggunakan aplikasi SnapWidget. Berikut langkah-langkahnya,

1. Buka website SnapWidget


2. Scroll ke bagian bawah, dan klik "Create Your Free Widget" untuk Instagram. Ada beberapa pilihan, yaitu Grid, Board, Scrolling dan Slideshow, kamu tinggal pilih mana yang kamu inginkan. Sedangkan yang aku pilih ini untuk hasil tampilan berupa slideshow


3. Selanjutnya, kamu akan diminta untuk membuat akun SnapWidget. Bisa dengan menggunakan alamat email, atau akun Facebook kamu.

4. Setelah itu, akan tampil form yang harus kamu isi. Dibawah ini contoh form sudah aku isi dengan akun instagram aku,


Keterangan:
> Username: Tulis username akun Instagram kamu.
> Description: Isi sesuai dengan deskripsi atau bio akun Instagram kamu. Kalau menurut aku, ini optional. Jadi, boleh diisi ataupun tidak.
> Thumbnail Size: Isi sesuai dengan resolusi gambar yang kamu inginkan.
> Untuk Photo Border, Background Color, Hover Effect, Sharing Buttons dan Responsive silahkan tentukan sendiri sesuai dengan yang kamu inginkan juga.

Aku sarankan untuk selalu klik tombol  Preview  terlebih dahulu, sebelum akhirnya klik  tombol Get Widget, agar tampilan widget Instagram yang kamu buat benar-benar sesuai dengan yang kamu butuhkan.

5. Klik "Get Widget" maka akan muncul pop-up box berisi kode HTML widget. Lalu klik "COPY TO CLIPBOARD" 


6. Masuk ke akun blog kamu. Pada dashboard klik "Tata Letak", klik "Tambahkan Gadget", pilih "HTML/JavaScript". Lalu PASTE kode HTML tadi dan beri judul sesuai dengan yang kamu inginkan. Kemudian klik "Simpan" dan klik "Simpan Setelan". Selesai 


Gimana? Mudah ya... sekarang foto-foto keren kamu di Instagram jadi bisa dipamerkan ditampilkan di blog kamu juga. Untuk hasil widget slideshow yang aku buat diatas, tampilannya bisa kamu lihat di bagian kanan blog aku ini. 

Jangan lupa, untuk follow aku akun Instagram aku yaa, hehe... *teteep* di @ade_reads komen atau DM aja kalau mau di follback. See you there!


- - - UPDATE - - -
Ternyata, entah mulai kapan, aku juga gak tahu persis untuk membuat widget (baik itu widget untuk Facebook, Instagram ataupun Twitter) di SnapWidget dibutuhkan Log In dengan akun-akun terkait. Yaitu memasukkan username dengan password, jika kamu ingin tetap melanjutkannya klik Authorize sebagai syarat bahwa kita mengizinkan SnapWidget terhubung dengan akun Facebook, Instagram atau Twitter kita. Setelah itu, apalagi jika kamu menggunakan PC milik orang lain, untuk keamanan, jangan lupa untuk Log Out dari akun-akun media sosial kamu itu ya ;)

Sunday, January 7, 2018

No comments

Book Review II Origin by Dan Brown

Haaaii, semua! Saya baru selesai membaca Origin. Eh, gak baru selesai banget juga sih, tepatnya tadi malam. Yeps, malam minggu pertama di tahun 2018 ini saya kencannya sama om Langdon dong, wuhuu... haha... "Origin" apa itu? Origin adalah novel terbaru dari penulis favorit saya. Siapa? Siapa? Oh iya, ya... penulis favorit saya kan banyak ya, hehe... Oke, oke.. Origin ini adalah novel terbaru dari, Dan Brown!

Jadi, di post kali ini... tentu saja, saya akan menuliskan review untuk Origin, yang sudah saya baca sejak pertengahan bulan Desember lalu, dan baru selesai tadi malam. Duh, lamaaa >_<... memang belakangan suka tiba-tiba males mau ngapa-ngapain, termasuk membaca... dan sedang mulai kepikiran lagi tentang... tentang... Oh, mari sudahi curhatnya, dan berikut adalah penampakan dari novel Origin,

By the way, backgroundnya itu terbuat dari susunan buku yang saya susun membentuk lingkaran, awalnya saya berniat untuk membuat bentuk spiral. Seperti gambar yang ada di bagian depan cover buku ini, yang juga ilustrasi dari tangga Spiral di gereja La Sagrada Familia (Barcelona, Spanyol) yang menjadi salah satu setting tempat pada novel ini. Tapi ternyata, saya kesusahan untuk membuat bentuk spiral tersebut. Jadinya saya membuat bentuk lingkaran sajaa... sebagai lambang huruf "O". Huruf "O" untuk kata "Origin"
*ahh bisa aja ya...

Identitas Buku
Judul: Origin (Robert Langdon #5)
Penulis: Dan Brown
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Ingrid D.N, Reinitha A.L, dan Dyah Agustine
Tebal: 516 halaman 
Format: Hardcover, cetakan pertama tahun 2017
Penerbit: PT Bentang Pustaka
ISBN: 9786022914433

Review
Bersama dengan para tamu undangan lain, Robert Langdon berada di Museum Guggenheim Bilbao, Spanyol untuk memenuhi undangan dari Edmond Kirsch.

Siapakah Kirsch? Kirsch, lelaki berusia 40 tahun yang berpenampilan nyentrik ini adalah tokoh kontroversial terkenal di dunia, ia seorang miliuner sekaligus ilmuwan komputer, futuris, inventor, dan pengusaha. Selama ini, ia telah berhasil membidani serangkaian teknologi maju menakjubkan yang merepresentasikan lompatan besar dalam berbagai bidang, seperti robotika, sains otak, kecerdasan buatan dan nanoteknologi. Kurang lebih sekitar 20 tahun yang lalu, Kirsch muda adalah salah satu dari mahasiswa Langdon. Sejauh ingatan sang Profesor, Kirsch adalah seorang pencinta buku. Kecintaannya terhadap buku dan kapasitasnya dalam menyerap isi buku, melampaui segala yang pernah disaksikan Langdon. Langdon menduga, bahwa bakat luar biasa Kirsch dalam prediksi masa depan teknologi dan ilmu pengetahuan berasal dari pengetahuannya yang maha luas mengenai dunia di sekelilingnya. Kirsch, yang dalam beberapa tahun terakhir, menetap di Spanyol, sekali dalam setahun, selalu mengunjungi Langdon untuk berbicara banyak hal tentang karya seni dan seringkali meminta pendapat Langdon dalam membeli karya seni yang ingin dikoleksinya. Hubungan keduanya sebagai mahasiswa dan dosen lambat laun terkikis berubah menjadi hubungan persahabatan. Obrolan terakhir saat mereka bertemu, agak berbeda dengan obrolan-obrolan sebelumnya. Saat itu, Kirsch tidak lagi banyak bertanya tentang karya seni, tetapi tentang Tuhan, padahal Kirsch adalah seorang ateis.

Kembali ke Museum Guggenheim, sebenarnya, baik Langdon maupun para tamu undangan lainnya, mereka tidak tahu untuk acara presentasi seperti apa mereka harus berada disana. Sebuah undangan teka-teki. Sambil menunggu acara yang bertajuk: "Semalam Bersama Edmond Kirsch" ini dimulai, melalui headset, Langdon dipandu berkeliling museum sambil berbincang dengan Artificial Intelligent hasil ciptaan Kirsch, bernama Winston, yang memiliki kemampuan belajar dan meniru cara berpikir dan emosi manusia.

Para tamu undangan semakin dibuat penasaran ketika mereka dipersilahkan memasuki sebuah auditorium besar yang canggih, yang menampilkan ilusi bintang dan bulan di angkasa dengan hamparan rumput buatan dibawahnya. Akhirnya, Kirsch menyapa seluruh tamu, dan penontonnya. Tepatnya, seluruh penontonnya di dunia, karena ternyata acara tersebut juga disiarkan secara real time melalui internet. Dengan jumlah penonton online yang hampir mencapai 3 juta orang. Kirsch menyatakan bahwa pada saat itu ia hendak mempresentasikan hasil penelitiannya yang akan menjawab dua pertanyaan yang paling sering dipertanyakan dan diperdebatkan manusia:

Dari mana asal kita?
Ke mana kita akan pergi?

Pada bagian awal presentasinya itu, Kirsch menayangkan rekaman yang menampilkan Langdon, yang sedang menjelaskan tentang awal mula kenapa dewa-dewa ada tetapi seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, dewa-dewa mulai dilupakan. Kini, kisah-kisah ini dianggap hanya sebagai mitologi, bahkan lebih dari itu, oleh sebagian orang sudah dianggap sebagai tidak lebih dari sebuah fiksi. Rekaman itu membuat Langdon terkejut, karena sebelumnya Kirsch tidak pernah memberitahu tentang akan adanya keterlibatan dirinya pada presentasi tersebut. Kirsch kemudian menyampaikan bahwa era agamawi akan pudar dan era ilmu pengetahuan baru saja terbit, dan hasil temuannya itu akan mampu menggoyahkan landasan kepercayaan agama apapun yang ada saat ini. Namun, belum juga sampai pada inti jawaban yang ditunggu-tunggu, Kirsch ditembak oleh Admiral Avila, yang namanya didaftarkan paling akhir oleh Ambra Vidal, direktur utama Museum Guggenheim, penyelenggara acara, sekaligus tunangan dari Pangeran Spanyol, Julian. Kirsch meninggal ditempat pada saat itu juga. Langdon kembali dibuat terkejut harus menyaksikan kematian tragis mantan mahasiswa sekaligus sahabatnya itu. Di saat yang hampir bersamaan, Guardia Real menuduh Langdon mengetahui apa yang akan terjadi. Tidak dielakkan lagi, Langdon kemudian menjadi tersangka pembunuhan Edmond Kirsch dan penyanderaan terhadap Ambra Vidal.

Pembunuhan Kirsch yang disaksikan oleh orang-orang di seluruh dunia, karena presentasinya tersebut juga disiarkan ke seluruh dunia melalui live streaming ini  mengundang konspirasi baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Mulai dari campur tangan organisasi keagamaan, dugaan adanya keterlibatan kerajaan Spanyol, tokoh agama Katolik dan tentu saja, situs-situs penyebar berita kontroversial.

Bersama Ms. Vidal dan dibantu oleh Winston, artificial Intelligent hasil ciptaan Krisch, Langdon berhasil melarikan diri dan harus bergelut dengan waktu menyusuri berbagai tempat mulai dari tempat kejadian perkara yakni Museum Guggenheim, apartemen Casa Mila, hingga lab futuristik milik Kirsch, untuk mencari kata kunci yang akan digunakan untuk mengaktifkan sistem komputer yang menyimpan video yang berisi hasil temuan Kirsch yang belum selesai dipublikasikan pada malam presentasi itu, agar dapat tersiar secara online di internet dan dapat diakses di seluruh bagian dunia.

Sampai disini semoga bisa membantu kalian yang sedang mencari referensi tentang novel yang satu ini. Untuk yang masih berpikir-pikir: beli gak ya... beli gak ya... atau mungkin sudah beli, lalu masih ragu, baca gak ya... baca gak ya... Nah, Origin, recommended buat kamu yang memang penggemar berat karya-karya Dan Brown dan menantikan aksi petualangan Profesor Robert Langdon. Buat aku buku ini masih berhasil menghadirkan sensasi menegangkan, saat mengikuti Langdon menyusuri tempat-tempat bersejarah yang seperti biasa, dituliskan dengan detil, juga sensasi gimana mumetnya berpikir untuk ikut memecahkan teka-teki dan arti simbol yang harus dipecahkan Langdon.

Sedangkan bagi kamu yang merasa bukan penggemar Dan Brown, mungkin melalui buku inilah saatnya bagi kamu untuk mulai membaca karyanya. Dengan gayanya yang khas, Dan Brown selalu menuliskan informasi dengan detil, baik itu tentang tempat, karya seni, arsitektur, sejarah, maupun ikon/simbol yang ada di dalam buku-bukunya, sehingga mudah untuk dipahami, begitu pula pada buku terbarunya ini. Selain itu, dengan materi yg menurut aku lebih berbobot, fakta-fakta informatif yang lebih kompleks, unsur teka-teki, alur, & konsep cerita yang lebih menarik menjadikan buku ini sangat layak untuk dibaca & dikoleksi 👍

Kali ini Dan Brown mengangkat tema yang, kontroversial dan sensitif, yakni: Agama vs Sains. Namun, sekali lagi Brown berhasil mengemasnya menjadi bacaan yang menarik, yang kemudian akan mengingatkan kita kembali akan pentingnya keseimbangan agama dan sains dalam hidup kita

Aku akui, seandainya dipersentasekan, menurut aku, persentase unsur thriller & suspense Origin lebih rendah dibandingkan dengan buku-buku sebelumnya. Ini sedikit mengecewakan. Dan pada Origin, Langdon bukan satu-satunya tokoh utama (laki-laki) disini. *Upss....

Kutipan Terfavorit
Dari buku ini, sebenarnya ada banyak kutipan yang saya sukai. Salah satunya yang paling saya favoritkan adalah:

"Terkadang, yang perlu kau lakukan adalah memutar balik sudut pandangmu untuk dapat melihat kebenaran orang lain."
(Bab 102, Origin by Dan Brown)

Oh iya, selain suka dengan Langdon, pastinya... di Origin saya juga suka dengan Kirsch yang juga seorang bibliophile-read, Winston? Suka! Pendeta Bena juga aku suka, apalagi saat dia berpendapat tentang keselarasan teknologi dan agama, kisah cintanya Ms.Vidal dengan Pangeran Julian juga... suka, haha... Dan, saya suka bagian epilog yang menjelaskan tentang makna dari: "The dark religion are departed and sweet science reigns.", bahwa maksudnya agama memiliki dua rasa---agama yang gelap dan dogmatis menekan pemikiran kreatif ... dan agama yang terang dan luas mendukung introspeksi dan kreativitas, yang dapat dengan mudah ditafsirkan: "Ilmu pengetahuan yang baik akan meruntuhkan agama kegelapan ... sehingga agama yang terang dapat berkembang."

Rating
Kalau pada buku-buku sebelumnya Dan Brown selalu menutup cerita dengan tanpa menyisakan pertanyaan, ini entah deh..apa saya yang kurang konsentrasi pada bagian itu atau memang gimana ya, jadi, di bab 97, Valdespino (seorang uskup, teman dan juga penasihat untuk Raja Spanyol) mengatakan bahwa SMS yang ditulisnya adalah jebakan dan berbahaya. Nah, isi SMSnya itu apa, tidak dijelaskan. Sudah dibaca ulang kok, tapi tetap gak penjelasan. Saya penasaran, itu tuh apa Raja minta pulsa, ehh apa gimana sih? >_<

Secara keseluruhan aku suka banget buku ini, gak nyesel harus menunggu pre order selama satu bulan. Selalu ada pengetahuan baru yang bisa kita khususnya, saya) peroleh dengan membaca buku-buku Dan Brown, termasuk Origin, yang menyajikan banyak karya-karya seni yang sukses bikin saya bolak-balik membuka internet untuk mencari tahu bentuk dan penjelasan tentang karya seni tersebut. Jadi, 5/5 bintang untuk Origin.

Terima kasih sudah membaca, tulisan ini. Semoga bisa bermanfaat yaa...

Monday, January 1, 2018

No comments

Book Review II Jane Eyre by Charlotte Bronte

Jane Eyre adalah salah satu karya fiksi klasik terpopuler sepanjang masa. Walaupun miskin dan tidak cantik, Jane memiliki jiwa dan semangat yang tak terkalahkan, serta kecerdasan dan keberanian besar. Sebagai anak yatim-piatu, Jane menghabiskan masa kecilnya bersama keluarga bibinya yang kejam. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Lowood, dia bekerja sebagai pengajar bagi anak perempuan Mr. Rochester, seorang tuan tanah yang sinis dan misterius. Padang belantara Yorkshire menjadi latar belakang kisah cinta yang lambat laun berkembang antara Jane Eyre dan Mr. Rochester, namun begitu banyak rintangan dan tragedi yang mesti dihadapi, perpisahan yang mesti dijalani sebelum mereka bisa bertemu lagi.


Identitas Buku
Judul: Jane Eyre
Penulis: Charlotte Bronte
Genre: Novel, sastra klasik 
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Lulu Wijaya
Dimensi Buku : 20x13,5 cm/688 halaman/500 gr
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9789792263107
Pertama kali terbit di Indonesia, Oktober 2010

Review
Kisah dimulai saat Jane, begitu Jane Eyre biasa disapa, masih berusia 10 tahun.
Ia adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama dengan orang tua asuhnya, Mrs. Reed. Sebelumnya, Mr. Reed lah, yang merupakan saudara lelaki ibu Jane ini, yang memutuskan untuk merawat Jane yang yatim piatu, sejak ia masih bayi.

Ketiga anak keluarga Reed, Eliza, John, dan Georgiana Reed, sangat senang menganggu Jane. Bahkan, dua pelayannya pun dengan terang-terangan menunjukkan sikap tidak suka terhadap Jane. Sekalipun perlakuan-perlakuan tidak adil yang dilakukan oleh anggota keluarga dan para pelayannya diketahui oleh Mrs. Reed, namun ia tidak pernah memperdulikan hal itu.

Suatu hari, Jane yang lagi-lagi diganggu oleh John, mulai hilang kesabaran. Ia memberontak dan kemudian mendapat hukuman, sekalipun, tentu saja, ia tidak bersalah. Jane mendapat hukumannya berupa kurungan di sebuah ruangan, yang mereka sebut sebagai ruangan merah. Ruangan tersebut adalah sebuah ruangan yang besar yang mewah yang ada dirumah keluarga Reed. Namun, ruangan tersebut juga terkesan sangat suram. Di ruangan ini pula, sembilan tahun yang lalu, Mr. Reed menghembuskan nafas terakhirnya. Sepeninggal pamannya itulah, Jane mulai merasa terasing di tengah keluarga Reed.

Pada masa-masa hukuman yang berlangsung selama tiga bulan itu, Jane hidup dalam kesendirian. Bessie, salah satu pelayan keluarga Reed, kadang berbaik hati menemui, menemani dan mengajaknya bicara. Hingga akhirnya, ia diberitahu, bahwa ia akan dikirim ke Lowood, sebuah sekolah asrama.

Setibanya di sekolah asrama tersebut, ternyata keadaan tidak lebih baik untuk Jane. Namun, di asrama inilah Jane berkenalan dengan seorang gadis bernama Helen Burns. Gadis yang kerap kali mendapat banyak teguran dan cambukan rotan dari gurunya, Miss Scatcherd.

Walaupun keadaan lebih memprihatinkan dibanding di rumah keluarga Reed, Jane merasa lebih betah tinggal di asrama Lowood ini. Sebagian besar pengajar di Lowood sangat kejam dan tidak menyenangkan. Hanya Miss Temple , pengawas sekolah, yang dihormati Jane. Kepribadiannya yang baik dan hangat. membuat Jane banyak belajar darinya.

Delapan tahun kemudian, dengan usaha kerasnya, Jane berhasil menjadi seorang guru.

Di usianya yang ke-18, Jane menjadi seorang guru pribadi untuk Adele Varens. Anak perempuan berusia 7 tahun ini adalah anak asuh dari Mr. Rochester, seorang tuan tanah yang jarang tinggal di rumahnya yang megah dan mewah, Thornfield Hall.

Di Thornfield Hall, Jane berteman baik dengan Miss Fairfax, seorang wanita paruh baya yang menjabat sebagai kepala pelayan. Ia sangat ramah dan baik hati. Hubungan Jane dan Adele pun kian hari kian terjalin dengan baik.

Seiring berjalannya waktu, ditengah seringnya mereka berbeda pendapat, ternyata Jane menyimpan perasaan cinta pada Mr. Rochester, yang juga kemudian mengetahui hal tersebut. Perbedaan usia keduanya yang terpaut 20 tahun seolah bukan masalah bagi Jane. Namun kemudian, Jane hanya memendam perasaannya, bahkan ia berusaha untuk menghapus perasaan tersebut. Mengapa? karena selain perbedaan status, Mr. Rochester juga telah memiliki seseorang yang kabarnya akan segera ia pinang, Miss Blance Ingram.

Patah hati Jane kian menjadi dengan kemunculan, sosok Mrs. Rochester.

Betul!. Sebelumnya, Mr. Rochester ternyata pernah menikah. Hingga saat itu, sejak lima belas tahun yang lalu, Mr.Rochester ini masih berstatus menikah.

Sementara itu, bibinya, Mrs. Reed dikabarkan tengah sakit keras dan meminta Jane untuk segera mengunjunginya.

Sejujurnya, Jane tidak pernah bisa melupakan perlakuan tidak adil yang sering  diberikan bibinya itu kepada dirinya.

Akankah Jane, yang selama ini telah tumbuh menjadi perempuan muda yang baik hati dan bijaksana ini melupakan sakit hatinya dan mau mengunjungi Mrs. Reed? Bukankah ini adalah kesempatan yang baik untuk pergi dari Thornfield Hall... Namun, akankah semudah itu bagi Jane untuk menghapus perasaannya terhadap Mr. Rochester?

Segera baca Jane Eyre dan temukan jawabannya yaa...

Kelebihan, Kekurangan dan Rating
Ini adalah kali kedua aku membaca ulang Jane Eyre. Melalui buku yang sama yang diterbitkan oleh Gramedia, sebelumnya, karena font yang kecil dan padat aku kurang bisa menikmati cerita klasik yang pertama kali diterbitkan pada 171 tahun yang lalu ini. Yeps! Sudah tua, tapi hingga saat ini, kisah yang ditulis oleh Charlotte Bonte ini tidak lekang oleh waktu. Karena hal inilah akhirnya aku membulatkan tekad, menguatkan niat dan akhirnya memutuskan *lebaay, haha* untuk membaca ulang buku ini. Dengan mengesampingkan tampilan font dan spasi, yang menurutku kurang nyaman di mata, kali ini ternyata aku sangat menikmati cerita dengan setting tahun 1800an di Inggris ini. Sekalipun menggunakan bahasa baku, terjemahannya enak dibaca, dan cita rasa keaslian Jane Eyre sebagai salah satu sastra klasik Inggris masih sangat terasa, salah satunya dengan tetap mempertahankan sapaan: 'Miss', 'Mrs.', 'Sir dan 'Mr.'

Menggunakan gaya bercerita alur mundur, kisah hidup Jane dituturkan dengan apik. Sangat apik. Diambil dari sudut pandang Jane Eyre sendiri dimana seolah ia sedang menceritakan kisah hidupnya yang penuh warna. Membaca buku ini seperti sedang membaca diary Jane. Dimulai sejak ia berusia 10 tahun,  dengan keadaan hidup yang sangat memprihatinkan: Yatim piatu, miskin dan kerap mendapat perlakuan tidak adil dan kejam dari keluarga angkatnya. Namun kemudian, ia mampu tumbuh menjadi sosok perempuan yang cerdas, mandiri, dermawan, pemberani dan bijaksana. Narasi yang disampaikan jelas dan terasa sangat pribadi dengan adanya penggunaan kalimat-kalimat interaksi seperti yang ada pada kalimat pertama di bab penutup: "Pembaca, aku menikahinya.". Setiap kejadian, dan setting tempat diceritakan dengan detil. Semakin banyak halaman yang dibaca, makin bikin betah mengikuti jalan ceritanya.

Selain mengingatkan agar kita selalu belajar, bekerja keras dan mensyukuri apa yang kita miliki, secara keseluruhan, buku yang berjudul asli: "Jane Eyre: An Autobiography" ini mengangkat tiga tema, yaitu tentang hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan Tuhannya dan yang paling menonjol adalah tentang feminisme, sebuah gerakan perempuan yang menuntut kesamaan dan keadilan hak dengan pria.

Highly recommended, bagi kalian yang menyukai bacaan bergenre klasik dan romantis... dan bagi siapapun yang ingin lebih memahami tentang: arti cinta yang tulus, yang berasal dari hati tanpa memandang fisik, latar belakang, status sosial dan materi, bahkan perbedaan usia. Oh, oke, sebagian orang pasti setuju dengan pernyataan itu. Tapi bagi sebagiannya lagi, mungkin itu terdengar klise, teoritis, dan absurd ya... Tapi,mengapa tidak untuk mencoba mengubah pola pikir seperti itu, karena dengan membentuk pola pikir yang baru, hasil yang baru pun akan didapat. Caranya? Salah satunya, coba baca buku ini.
*eh ini aku ngomong apa sih sebenarnya
*tujuannya kemanaa,
*mulai deh...

Ya udah dari pada makin kemana-mana, 5/5 bintang untuk Jane Eyre!


Eh, hampir lupa... ini kutipan favorit aku dari sekian banyak kutipan yang aku tandai pada buku ini:


"Aku tak pernah berniat mencintainya; pembaca tahu aku sudah berjuang keras untuk mencabut benih-benih cinta di dalam jiwaku; tapi sekarang, saat aku melihatnya lagi, benih-benih itu langsung bertumbuh, hijau dan kuat! Dia membuatku mencintainya tanpa memandangku."
(halaman 262, Jane Eyre - Charlotte Bronte)

Terima kasih sudah membaca review Jane Eyre versi aku, semoga bisa bermanfaat ya ;)