Wednesday, September 24, 2014

SELFIE

No comments
Assalamualaikum....

Selfie (bahasa Inggris) atau foto narsisis (bahasa Indonesia) adalah jenis foto potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera digital atau telepon kamera. Foto narsisis sering dikaitkan dengan narsisisme, terutama dalam jejaring sosial.

Sedikit penjelasan mengenai narsisisme. Narsisisme (dari bahasa Inggris) atau narsisme (dari bahasa Belanda) adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa Latin: Narcissus), yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.

Di industri hiburan Korea, istilah yang digunakan bukanlah selfie melainkan adalah selca (singkatan untuk self camera). Pose yang digunakan umumnya bersifat kasual, dan diambil dengan menggunakan kamera yang diarahkan ke diri sendiri, atau bisa juga melalui cermin. Objek foto ini biasanya hanya si fotografer atau beberapa orang yang bisa dijangkau oleh fokus kamera. Foto narsisis yang melibatkan beberapa orang disebut dengan "foto narsisis kelompok".

Sejarah Selfie
Sebenarnya selfie bukanlah hal baru. Foto Robert Cornelius pada tahun 1839 diyakini sebagai foto selfie pertama di dunia. Saat ini foto tersebut ditempatkan di Library of Congress, Washington.

Robert Cornelius’ Self-Portrait :
The First Ever “Selfie” (1839)
Selain itu, mengambil foto diri sendiri sudah dilakukan sejak munculnya kamera boks Kodak Brownie pada tahun 1900. Metode ini biasanya dilakukan melalui cermin. Putri Kekaisaran Rusia, Anastasia Nikolaevna, adalah salah satu remaja yang diketahui pertama kali mengambil fotonya sendiri melalui cermin untuk dikirim kepada temannya pada tahun 1914. Dalam surat yang dikirim bersama foto itu, ia menulis: "Saya mengambil foto ini menggunakan cermin. Sangat susah dan tangan saya gemetar".

Putri Anastasia Nikolaevna dari Rusia
adalah salah satu remaja yang pertama kali mengambil fotonya sendiri
melalui cermin menggunakan Kodak Brownie pada tahun 1914.
Awal penggunaan kata selfie terjadi pada tahun 2002. Kata ini pertama kali muncul dalam sebuah forum Internet Australia (ABC Online) pada tanggal 13 September 2002. Dan pada tahun 2013, kata selfie secara resmi tercantum dalam Oxford English Dictionary versi daring, dan bulan November 2013, Oxford Dictionary menobatkan kata ini sebagai Word of the Year tahun 2013, menyatakan bahwa kata ini berasal dari Australia.

Mengapa orang suka memotret diri sendiri?
Dikutip dari BBC News, foto selfie berkaitan erat dengan self image. Contoh, saat seseorang sedang hangout, daripada menulis status di jejaring sosial "sedang hangout", menurut sebagian orang, akan lebih menarik jika foto sedang hangout tersebut yang diupload ke jejaring sosial. Dan ketika foto yang diupload tersebut disukai dan mendapat banyak komentar dari teman-teman di jejaring sosialnya, itu membuatnya merasa senang.

Selain itu, fenomena ini terjadi karena pada dasarnya manusia suka mencoba identitas baru. Orang yang gemar berfoto selfie umumnya memiliki banyak sekali pose diri sendiri. Akan tetapi tidak semua foto yang diunggah ke media sosial. Mereka hanya memilih foto yang disukai atau bahkan foto yang dimanipulasi secara digital agar terlihat lebih bagus.

Sisi Positif dan Negatif dari Selfie
Pada dasarnya, segala sesuatu pastilah memiliki sisi positif dan juga sisi negatif, begitu pula dengan fenomena selfie ini.

Sisi positif dari selfie yaitu adanya kesadaran seseorang untuk eksplorasi diri dan berbagi dengan dunia di sekitarnya.  Mereka menyadari bahwa mereka tidak sendiri, sehingga orang akan membagikan ‘sisi lain’ dari dirinya. Orang akan ‘menjaga’ agar setiap momen yang dilewati tidak hilang begitu saja.

Selfie akan berdampak negatif bila seseorang kecanduan mengunggah fotonya di jejaring sosial, sehingga dapat mengurangi sosialisasi di dunia nyata. Selain itu, selfie seringkali dijadikan ajang untuk ‘pamer’, yang memicu seseorang melakukan hal yang sama saat melihat sebuah posting di dunia maya.

Nah, sudahkan kamu berfoto selfie hari ini...?

Wassalamualaikum... Wr.Wb.



Referensi : Wikipedia/Foto Narsisis, Wikipedia/Narsisisme, Public Domain Review

No comments :

Post a Comment