Sunday, January 27, 2013

Perubahan Kenampakan Bulan, Bintang dan Matahari

25 comments
Assalamualaikum...

Seperti yang kita ketahui, selain planet bumi, di alam semesta terdapat banyak benda-benda langit. Kenampakan benda-benda langit yang umumnya dapat diamati dari bumi adalah bulan, bintang dan matahari. Pernahkah kamu mengamati pemandangan langit saat malam cerah? Tentunya pernah dong, dan bahkan mungkin mengamati langit adalah hobi kamu? wahh, kalau gitu sama dong, hehehh....
Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan share informasi tentang kenampakan tiga benda langit yang telah saya sebutkan diatas, yaitu bulan, bintang dan matahari.

1. Kenampakan Bulan
Saat langit cerah di malam hari (tidak hujan dan tidak berawan), ada benda langit yang tampak terang tetapi tidak seterang matahari. Yuph.. benar, benda langit tersebut adalah bulan.




Sebenarnya bulan tidak memancarkan cahaya sendiri, bulan hanya memantulkan sebagian cahaya matahari yang diterimanya. Coba perhatikan bentuk bulan selama sebulan! Betul sekali, bulan berbeda-beda selama sebulan. Dilihat dari bumi, bulan selalu berubah-ubah, bergantung pada kedudukan bulan ketika mengelilingi bumi.

Lebih jelasnya, silahkan gambar dan penjelasan berikut :
a. Pada kedudukan 1
Bulan terletak di antara matahari dan bumi. Akibatnya, permukaan bulan yang mendapat sinar matahari membelakangi bumi. Sehingga kita tidak dapat melihat Bulan. Kedudukan ini disebut bulan baru atau bulan muda.
b. Pada kedudukan 2
Separuh bagian bulan yang menghadap bumi kira-kira hanya seperempatnya yang terkena sinar matahari. Akibatnya, kita melihat bulan sabit.
c. Pada kedudukan 3
Bulan bergeser hingga kedudukannya terhadap matahari dan bumi membentuk sudut 90°. Dari separuh bagian bulan yang menghadap Bumi, hanya seperempat bagian bulan yang terkena sinar matahari. Sehingga bentuk bulan yang terlihat adalah setengah lingkaran. Kedudukan ini disebut bulan separuh.
d. Pada kedudukan 4
Dari separuh bagian bulan yang menghadap bumi kira-kira tiga perempatnya terkena sinar matahari. Akibatnya, kita melihat bulan cembung.
e. Pada kedudukan 5
Separuh permukaan bulan memantulkan cahaya matahari ke bumi. Akibatnya, kita melihat bulan purnama yang terjadi pada sekitaran hari ke-14 atau ke-15 setiap bulan dari tahun komariah.

Bulan sebenarnya tidak mengalami perubahan bentuk. Bentuk bulan tetap bulat. Bulan tampak berubah bentuk karena bulan mengelilingi bumi.
Akibatnya, bagian bulan yang memperoleh cahaya matahari menjadi berubah-ubah pula. Karena kamu hanya dapat melihat bagian bulan yang terkena cahaya matahari, maka bentuk bulan terlihat selalu berubah-ubah.

2. Kenampakan Bintang
Benda langit yang banyak terlihat jelas saat langit cerah di malam hari adalah bintang. Pernahkah kamu menemui saat langit bertaburan bintang. Kalau kamu perhatikan secara saksama, akan terlihat bintang-bintang tersebut nampak berkedip-kedip.


Mengapa bintang hanya terlihat pada malam hari? Sebenarnya, bintang bersinar setiap saat. Namun, karena letaknya sangat jauh, lebih jauh daripada letak matahari, maka cahaya bintang pada siang hari kalah kuat dengan cahaya matahari.

Oleh karena itu, bintang tidak terlihat di siang hari. Bintang termasuk benda langit yang dapat mengeluarkan cahaya sendiri. Di alam semesta terdapat banyak sekali kumpulan bintang (gugusan bintang). Gugusan bintang disebut galaksi. Setiap galaksi terdiri atas berjuta-juta bintang. Kalau satu galaksi saja terdiri dari berjuta-juta bintang, dapatkah kamu bayangkan seberapa luasnya alam semesta ini?
Subhanallah.....

3. Kenampakan Matahari
Matahari termasuk salah satu contoh bintang karena dapat menghasilkan cahaya sendiri. Matahari merupakan bola gas yang sangat panas serta berukuran sangat besar. Matahari adalah bintang yang paling terang bila dilihat dari bumi. Hal ini disebabkan jaraknya paling dekat dengan bumi.



Setiap hari, kamu menyaksikan matahari terbit dan terbenam. Tahukah kamu, kapan dan di mana matahari terbit? Dapatkah kamu mencatat waktu matahari terbit dan terbenam? Kita tidak boleh memandang matahari secara langsung. Mengapa? Karena akan merusak mata, bahkan dapat menimbulkan kebutaan. 

Negara kita termasuk negara tropis. Artinya, matahari terbit setiap hari. Matahari terbit dari arah timur dan terbenam di arah barat. Di Indonesia bagian timur, matahari akan terbit lebih dulu daripada di Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian barat. Demikian pula saat matahari terbenam.

Sekian, semoga bermanfaat...

Wassalamualaikum... Wr, Wb.


dari www.crayonpedia.org dengan perubahan

25 comments :

  1. kalau melihat matahari pada saat siang hari sulit juga,, yang ada malah sakit mata.. hehehe.. :D

    Tugas beres.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh... yaa iyalah, ada-da ajja nihh :D
      Terimakasih ya... :)

      Delete
    2. Artikel yang sangat bermanfaat. Berbicara mengenai matahari terbit dan matahari temggelam akan semakin menarik. Saya suka foto foto SUNSET atau SUNRISE dengan kamera saku saya. Walau sederhana kameranya namun saya senang karena hasil jepretan sendiri

      Delete
  2. wah maaf nih dee lama tak jalan jalan kesini, yang penting kali ini sukses dah hehee sukses hadir disini menyapa sahabat hermanbagus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kemana aja nih...? :)
      terima kasih yaa udah nyempetin mampir kesini :D

      Delete
    2. ohh... heheh... bagus deh, yang semangaat ya :D

      Delete
  3. mlm mbk wah banyk ilmu tentang ufo dan dunia lain di sini kami terimaksih'y dah berbagi mbk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama... terima kasihudah mampir :)
      happy readiiiing....

      Delete
  4. kalau lihat posting ini saya jadi teringat masa sma,kebetulan saya ips hehehhe jadi inget guru geografi saya yang baaaaaaaaiiiiiiiikk dan ganteng,setiap pelajaran dia saya jadi bulan bulanan pertanyaan dia -___-" haha ingat pasang purnama dan purbani tentang posisi matahari..keep posting hal yang bermanfaat :D :) nice post

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh... guru ganteng ya...? heheh... pasti jadi pengalaman yang gak kan terlupakan tuh, hihiiii :)

      Insya Allah, akan selalu share yang bermanfaat, terima kasih :D

      Delete
  5. Hi, I was here to blogwalk. clix what you have here, thank you http://pakitong.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi, good morning...
      thank you so much for you rvisiting, :D

      Delete
  6. pacaran sinar bulan bukan dari bulan itu sndr kn.

    ReplyDelete
  7. Hi good morning, you have a nice blog that loads so fast and a good traffic. I will always visit you every now and then.

    ReplyDelete
  8. waduhhh saya jadi kangen banget suasana berbintang yang meriah kayak blog ini. dulu saya di cilacap langitnya ceraaah banget, sering liat meteor. kalo sekarang di bogor, susah banget liat bintang, wong ngeliat bulan aja susah, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh... asik banget tuh bisa liat meteor, ditempat saya saat puncak hujan meteor ajakadang susah liatnya.... iya tuh udah saatnya kita memberantas segala sesuatu yang menimbulkan polusi biar lebih asik mandangin langitnya, hehee

      Delete
  9. Oh jadi matahari itu juga termasuk bintang yah Dee,nice info,salaut sama kamu De,,,,

    ReplyDelete
  10. Nice post
    artikel-artikelnya menarik semua

    tugas selesai, hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. asikk.... terima kasih yaa, hehe...
      salam sukses :)

      Delete
  11. tugas saya belum selesai kakak ni pertanyaannya, mengapa permukaan bulan yang terkena cahaya matahari selalu berubah ubah jika dilihat dari bumi ??????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, terima kasih untuk pertanyaannya :)

      Sebelumnya, perlu diingat bahwa Bulan melakukan tiga gerak sekaligus, yaitu bulan berputar pada porosnya (rotasi), bulan berevolusi, dan bulan bersama bumi beredar mengelilingi matahari.

      Nah, mengapa permukaan bulan yang terkena cahaya matahari selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi?
      Bentuk bulan yang terlihat dari bumi disebut fase bulan. Seperti yang kita ketahui, fase bulan dimulai dari fase bulan mati atau bulan baru. Nah, pada saat itu, permukaan bulan yang terkena cahaya matahari berada di belakang bumi. Akibatnya, pada malam hari, bulan tidak tampak.
      Kemudian, fase bulan sabit karena bentuknya seperti sabit. Fase bulan sabit menunjukkan bulan baru mulai tampak dari bumi. Selanjutnya fase bulan separuh, permukaan bulan yang mendapat cahaya matahari dipantulkan ke bumi. Kemudian, fase bulan bungkuk atau bulan tiga perempat dan lama-kelamaan bulan menjadi bundaran penuh yang disebut bulan purnama. Setelah itu, bulan mengecil lagi menjadi bulan tiga perempat, lalu bulan separuh, dan lama-kelamaan menjadi bulan sabit, kemudian kembali ke bentuk semula, yaitu bulan mati. Begitu seterusnya, sehingga permukaan bulan yang terkena cahaya matahari selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi. Semoga bisa membantu :)

      Delete