Friday, March 29, 2013

KEHIDUPAN MANUSIA DI PLANET LAIN MENURUT AL-QUR'AN

| | 64 Komentar

Assalamualaikum...

Allah SWT menciptakan manusia sudah dilengkapi dengan Petunjuk-Nya, sehingga manusia tidak perlu repot-repot mencari atau menyusun Hukum dalam menjalani hidupnya, bahkan tinggal meneliti dan mempelajari Petunjuk Allah untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Hukum Allah itu menerangkan hal-hal yang berlaku sampai nanti kehidupan di Akhirat.
Dalam era globalisasi dan informasi sudah saatnya bagi umat Islam untuk berpikir kritis dan dinamis demi kemajuan Islam. Hal yang perlu dipahami bahwa sesungguhnya Al Qur'an bukan hanya menerangkan ibadah saja, tetapi lebih jauh dia juga menerangkan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu tingkat tinggi yang justru lebih lengkap dan sempurna. Akan tetapi selama ini yang dipelajari para ilmuwan Muslim baru sebatas hal yang berkaitan dengan ibadah, dikiranya Al Qur'an tidak mampu menerangkan hal-hal berkaitan dengan segala yang ada di semesta. Padahal kalau Al Qur'an dipahami dengan sungguh-sungguh maka akan muncul Sarjana-sarjana Al Qur'an dari berbagai disiplin ilmu yang berkualitas tinggi dan handal. Dengan begitu Ilmu Pengetahuan akan maju pesat sejalan dengan tingkat kemampuan dalam pemahaman Al Qur'an oleh para pemeluk Islam atau para Ilmuwan itu sendiri.

Misalnya tentang adanya masyarakat manusia di Planet lain di luar Bumi ini, orang-orang barat begitu serius mengadakan penelitian dengan biaya yang sangat mahal dan mereka yakin bahwa diluar Bumi ini pasti ada kehidupan atau ada makhluk hidup. Padahal sebenarnya jauh-jauh sebelumnya Al Qur'an telah memberikan informasi yang menunjukkan bahwa di Planet selain Bumi ini juga telah berkembang masyarakat manusia seperti halnya di Bumi ini. Sementara para ilmuwan muslim hanya bertindak selaku penonton dan menunggu hasil penelitian orang Barat.

Sebenarnya sejak 15 abad yang lalu Al Qur'an telah menerangkan berbagai persoalan yang ada di jagad raya ini, cuma masalahnya sistem pendidikan yang selama ini diajarkan hanyalah berupa hafalan-hafalan sehingga pada umumnya anak didik kita banyak yang tidak bisa memahami tentang sesuatu. Seringkali orang dipaksa untuk percaya begitu saja secara taklid buta walaupun kadang-kadang keterangan yang disampaikan tidak sejalan dengan pemikiran secara wajar. Ironisnya para Sarjana kitapun masih banyak yang kurang kritis dan teliti, bahkan mereka juga mengikuti pemahaman ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu, sehingga posisi kita sering selalu ketinggalan, terutama dalam hal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Itulah fenomena yang terjadi dalam masyarakat kita, terutama masyarakat Islam sendiri karena kurangnya informasi tentang Al Qur'an, tetapi anehnya kalau diberi tahu tentang Al Qur'an juga belum tentu mau menerima atau paling tidak merupakan bahan kajian, tetapi itulah faktanya. Sementara bagi orang-orang yang memang benar-benar beriman kepada penjelasan Allah yang disampaikan oleh Nabi tentu menanyakan kepada Nabi. Akan tetapi karena sekarang Nabi sudah tiada, maka kita harus menanyakan kepada yang mengutus Nabi yaitu Allah dimana Allah telah menjelaskan semua itu melalui Wahyu dalam Al Qur'an.

Lalu, benarkah ada kehidupan manusia di planet lain?
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan :

1. Pengertian tentang Dunia.
Selama ini orang menganggap seolah-olah yang dimaksud dunia ini hanyalah “BUMI” ini saja, padahal dunia itu begitu luasnya, sedangkan Bumi ini hanyalah merupakan debu yang sangat kecil jika dibandingkan dengan dunia. Dunia adalah semesta raya ini dan bukannya hanya Bumi saja, karena itu kalau kita sering mendengar bahwa dunia ini nantinya akan dihancurkan pada hari kehancuran total dengan istilah “Yaumus Sa’ah”, maka yang dihancurkan bukan hanya Bumi ini, tetapi seluruh jagad raya yang ada di semesta ini. Semesta raya ini terdiri dari milyaran Bintang, setiap Bintang di angkasa merupakan satu solar sistem (Tata Surya). Oleh karena itu hendaklah kita merubah cara berpikir dalam memahami suatu persoalan sehingga pengertian itu bisa diterima oleh pikiran secara wajar dan sejalan dengan ilmu pengetahuan.

2. Pengertian tentang Sama'/Samawat
Memang benar bahwa berdasarkan arti bahasa bahwa Samawat adalah bentuk jamak dari Sama’ yang pada umumnya diartikan “langit” atau “angkasa”. Namun sejalan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka sama’ belum tentu selalu berarti langit. Sedangkan yang dimaksud langit adalah awang-awang kosong begitu luasnya. Tiap-tiap planet memiliki langit, sedangkan planet-planet itu tak terhitung jumlahnya di semesta raya ini. Di dalam wilayah Tata Surya kita saja ada 10 planet dan baru 9 yang diketemukan dan masingmasingnya memiliki langit.

3. Pengertian tentang Dabbah
Kalau diperhatikan dengan teliti bahwa sesungguhnya dabbah itu bukan hanya binatang melata, tetapi termasuk di dalamnya binatang yang berkaki bahkan termasuk juga manusia.
Untuk mendapatkan pengertian dabbah yang sebenarnya, perlu dih
ubungkan beberapa ayat dalam Al Qur'an yang mengandung dabbah, maka dia akan saling menerangkan tentang pengertian dabbah itu sendiri secara jelas. Kalau pemahaman tentang sesuatu hanya dengan satu ayat terpisah, maka pengertiannya tidak bisa utuh, karena jarang Al Qur'an menerangkan sesuatu hanya dengan satu ayat yang berdiri sendiri, tetapi harus dihubungkan dengan ayat lain yang berhubungan.

Memang ada juga ayat yang sudah jelas tanpa penjelasan misalnya ayat-ayat muhkamat, namun biasanya hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau ayat mutasabihat harus merangkaikan beberapa ayat yang saling menerangkan. Sebagai bahan kajian tentang dabbah maka perhatikan petunjuk Allah berikut:


Surat As-Syuuro (42) ayat 29 oleh Departemen Agama Pelita III/81-82: 




Dalam Ayat tersebut yang diterjemahkan makhluk-makhluk yang melata adalah Ayat aslinya berbunyi dabbah. Sementara yang lainnya diartikan binatang melata.

Perhatikan Terjemahan pada Ayat yang sama yaitu:
Proff. H. Mahmud Yunus, penerbit PT. Al MaArif Bandung:
Diantara ayat-ayat (tanda-tanda) Allah, ialah kejadian langit dan Bumi dan apa-apa yang bertebaran pada keduanya diantara binatang-binatang (apa-apa yang melata di muka Bumi). DIA maha kuasa menghimpunkan mereka bila dikehendaki-Nya.

Jadi istilah dabbah diartikan binatang melata. Tapi perlu diketahui bahwa kalau binatang melata bisa hidup di Samawat itu, maka manusiapun seharusnya juga bisa hidup.
Berdasarkan pengkajian sebaiknya Ayat tersebut berarti:
Dan dari Ayat-ayatNya ialah penciptaan Samawat (planet-planet) dan Bumi, serta yang DIA kembang biakkan pada keduanya (Samawat dan Bumi) dari dabbah (makhluk berjiwa) dan DIA atas pengumpulan ketika DIA kehendaki adalah menentukan.

Kalau orang mau memperhatikan dengan teliti, maka sesungguhnya dabbah itu bukan hanya binatang melata saja, tetapi termasuk binatang lain yang tidak melata yaitu yang berkaki termasuk di dalamnya adalah manusia. Oleh karena itu yang ditebarkan atau dikembangkanbiakkan di Samawat (planet-planet) dan di Bumi ini terdiri makhluk yang berjiwa termasuk di dalamnya manusia itu sendiri. Dengan demikian maka jelas bahwa di planet-planet itu pun telah berkembang masyarakat manusia seperti halnya yang ada di Bumi ini. Berikut ini Ayat yang menjelaskan tentang pengertian dabbah.


Surat An-Nuur (24) ayat 45. Artinya :
 


Surat Al-Anfal (8) ayat 22 :
Surat Al-Anfal (8) ayat 55 : 



Kalau kita perhatikan surat An-Nuur (24) ayat 45, cukup jelas dan tegas bahwa diantara dabbah itu ada yang berjalan atas perutnya (ular, buaya, cecak, kadal dan lain-lain), dan diantara dabbah itu juga ada yang berjalan atas dua kaki (ayam, bebek, MANUSIA dan lain-lain) dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki (kerbau, sapi, kambing, unta dan lain-lain).

Jadi jelaslah bahwa yang dimaksud dengan dabbah bukanlah hanya binatang melata, tetapi termasuk manusia dan binatang berkaki lainnya.

Pada Surat Al-Anfal (8) ayat 22 dan 55, menyatakan bahwa sejahat-jahat dabbah menurut pandangan Allah adalah orang-orang pekak, kafir, tidak berpikir dan tidak beriman. Jelas yang dimaksud disini adalah manusia, bukan binatang melata, karena memang semua binatang melata tidak bisa berpikir apalagi beriman. Inilah yang dimaksud dengan pemahaman tentang suatu istilah dalam ayat Al Qur'an. Kalau dalam memahami istilah dalam ayat kurang tepat apalagi kalau salah, maka arti dan kedengarannya pun janggal, tidak ratio, tidak bisa dimengerti oleh semua orang, akibatnya sasaran yang dimaksudkan pun tidak tepat.

Jelaslah kiranya bahwa yang dimaksud dabbah adalah makhluk berjiwa (makhluk bernyawa) termasuk MANUSIA. Dengan begitu didapatkan kunci dan petunjuk yang diperoleh dari pengertian beberapa ayat yang saling menjelaskan bahwa di planet lain selain Bumi ini juga
bermasyarakat manusia dan juga berkembang biak berbagai binatang termasuk juga binatang melata tadi.


Meskipun hingga saat ini dengan ilmu pengetahuan yang ada belum diketahui dengan pasti tentang keberadaan kehidupan di planet lain, namun penjelasan dari ayat-ayat al-Qur'an diatas sangat logis dan bisa diterima. Dan menurut saya, sebagai seseorang yang tertarik dengan masalah UFO dan Alien, pembahasan mengenai Dabbah diatas menjadi titik terang bahwa fenomena Alien adalah benar-benar nyata. 


Wallahualam bishowab...

Kita tunggu perkembangan dan penelitian berikutnya, sambil terus belajar, meneliti dan menganalisi alam tanpa lupa memperhatikan ayat-ayat di dalam Al-Qur'an....

Penjelasan lebih lengkap mengenai pembahasan diatas dapat dibaca atau didownload disini

Mari terus membaca, belajar dan berpikir terbuka.

Wassalamualaikum... Wr, Wb.

64 comments:

  1. Siip..
    mantap mba ..
    follow balik yah mba
    kisahdalambingkai.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke siap :)
      Terimakasih kunjungan dan follownya :)

      Delete
    2. Terima kasih Info pengetahuannya.

      Delete
  2. Makasih Infonya Sizt...

    http://www.opsikomputer.com/p/followers.html

    Salam Kompak...

    ReplyDelete
  3. sungguh allah maha besar..:)
    thanks infonya sis..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama...
      Terimakasih untuk kunjungannya :D

      Delete
  4. lengkap pembahasannya dik.., makasih ya *Smile

    ReplyDelete
  5. Waduhh lama tak berkunjung kemari, rasanya sudah banyak ketinggalan berita. Heheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.... iya kemana aja nih, sama sih aku juga jarang mampir ketempatnya sobat, hehe,,, sekarang langsung meluncur nih :D

      Delete
  6. maha besar ALLAH...satu galaxi saja sudah luasnya minta ampun,apalagi seluruh galaxi yg ada di jagat raya ini,seberapa luaskah alam raya ?..subhanallah,,
    sy kira selain manusia ada makhluk hidup lain yg berada di lain galaxi sana .. nice info..
    follow sukses,,dan salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, terima kasih kunjungannya, salam kenal, salam persahabatan :D

      Delete
  7. selamat mlm mbk. wah info yang sangat bagus sekali sobat trmksih jadi tau di dunia planet,ni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai selamat pagi menjelang siang...
      Terima kasih semoga bermanfaat :D

      Delete
  8. Kunjungan perdana.Artikel yang sangat bermanfaat.perlu di pelajari lebih dalam lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kunjungannya, salam kenal ya....

      Delete
  9. pengkajian yang pelu kita perayai,karea semua ini mungkin bersumber dari penjelasan alquran dan sumber2 terpercaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul... untuk pembahasan lengkapnya silahkan didownload ebooknya di link atas :D

      Delete
  10. blogwalking saja kawan.. maaf nih belum sempet baca sampai habis..
    mungkin nanti mampir lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okehh... tidak apa-apa, blogwalkingnya juga sangat berarti, terima kasih :D

      Delete
  11. Subhanalloh,Ternyata yang namanya jagat raya ini banyak yah,tapi memang benar juga,ada berapa juta bintang di langit,,sementara yang saya pikirkan bahwa dunia ini hanya bumi saja,
    Nice post De,,,,,,

    ReplyDelete
  12. trmakasih sobat buat artikelnya..
    sngat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Sigli...
      Terima kasih udah mampir :D

      Delete
  13. AlQuran memang luar biasa, induk dari segala ilmu..

    tapi..

    mengapa umat muslim hanya bisa mengklaim "ini ilmunya dari islam" untuk hasil temuan orang non muslim? ketika orang non muslim sudah capek2 meneliti bintang dan bulan, pergi ke planet ini dan itu, mengerahkan segala daya dan upaya bahkan uang yang banyak, dengan enaknya orang muslim mengatakan "ah, sudah ada di Qur'an" -__________-

    ayo dong umat muslim sekarang kayak muslim zaman dulu: ibnu sina, alfarabi, alkhawarizmi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, betul... setuju....

      Ayoo... bangkit dan berkembanglah...

      Delete
  14. tentang teknologi juga ada ya :)
    luar biasa :) .

    ReplyDelete
  15. ehh kak.. btw.. makasih ya sarannya :D :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saran apa ya...?
      yang tentang video klipnya Utada hikaru itu ya? hehehe... okee sama-sama :D

      Delete
  16. Sering diperdebatkan di forum2 lintas agama, namun mereka tidak bisa menjawab berdasarkan dalil2 dari kitab mereka. yah, hanya Al Quran yg bisa menjawabnya. keren penjabarannya

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah...perkongsian yg amat baik, thanks..

    terima kasih follow KY..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama...
      Terima kasih banyak follbacknya ya... :)

      Delete
  18. wah saya adalah orang yang masih awam dengan yang namanya pengetahuan angkasa,planet dan yang lain.

    makasih nih sob, postingan sobat sangat menambah wawasan saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih.... gak apa-apa, kita sama-sama belajar kok :D

      Delete
  19. Dabbah itu mahluk melata. yang terdiri dari 2 komponen. yaitu jasad yang terdiri dari atom dan molekul. sedang kan komponen kedua adalah ruh. mengapa dikatakan mahluk melata. untuk membedakan dengan mahluk Allah lain nya seperti Malaikat yg disusun dar Nur. juga untuk membedakan dengan Jin yang tersusun dari nar. Dapat juga dikatakan melata dikarenakan berjalan dgn 4 kaki, 2 kaki atau dgn tubuh nya dipermukaan planet sebagai akibat gaya tarik bumi. lain hal nya dgn malaikat dan Jin yang mampu terbang dan berpindah tempat tanpa terpengaruh gravitasi bumi. kenapa mahluk ber-sel yang terdiri dari materi atom itu tertarik gaya gravitasi bumi? itu disebabkan oleh unsur yang menyusunnya adalah terdiri dari atom2 yang sama dgn yang terdapat dibumi. itulah rahasia mengapa Allah menyatakan mahluk2 hidup tersebut sebagai dabbah... atau mahluk melata. (r_sahril@yahoo.com)


    S

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sekali tambahan penjelasannnya,
      salam kenal :)

      Delete
  20. saya sepakat dengan penjelasan di atas..hanya perlu dijelaskan lebih lanjut tentang samawat itu. kunjungan perdana..follow sukses d tunggu follow balikny y :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih... Insya Allah, mengenai Samawat akan dijelaskan dalam postingan berikutnya,
      terima kasih kunjungan dan follownya, salam persahabatan :D

      Delete
  21. iya, kenapa begitu banyak yang menutup diri dengan kemungkinan adanya kehidupan lain diluar bumi, padahal diluar sana begitu maha luas nya.
    kenapa begitu banyak yang berpikir kalau hanya manusia lah yang hidup didalam alam semesta ini. kenapa mereka hanya terpaku dan mengatakan kalau Allah SWT hanya menciptakan mahluk hidup di bumi saja, lalu berpikir kita lah satu-satunya mahluk hidup yang ada di alam semesta, lalu berpikir lagi Allah SWT menciptakan alam semesta yang maha luas hanya untuk kita. apakah itu bukan satu bentuk kesombongan ? lalu mereka (seolah) berteguh pada pendapat itu dengan berpegang pada petunjuk Nya. padahal didalam nya sudah disampaikan mengenai kemungkinan kehidupan lain. terimakasih untuk artikel ini. tidak begitu panjang namun luas sekali artinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah... :)
      sayang sekali memang diantara kita, khususnya saudara-saudara muslim kita masih ada yang sombong berkaitan dengan masalah/bahasan ini, :D

      Delete
    2. kenapa ya ? mungkin sekali-kali harus diajak meng eksplor pengetahuan angkasa luar dan alam semesta, biar bisa membayangkan ... kan Allah SWT menciptakannya demi untuk umat manusia

      Delete
    3. hehe... setuju sekali, tapi mungkin agak repot juga kalau harus memboyong mereka jalan-jalan ke luar angkasa, dan lagi pula masih ada cara yang lebih mudah (khususnya untuk muslim) yaitu dengan membaca, mempelajari dan menelaah Al-Qur'an.

      (seperti yang tertulis pada tulisan lengkapnya dari artikel diatas) Al-Qur'an sudah meliputi ibadah, muamalah dan juga tentang berbagai Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi tingkat tinggi termasuk didalamnya tentang ruang angkasa.

      Namun... pada umumnya manusia kurang mengerti makna dari apa yang ada dalam petunjuk itu, sehingga mereka memahami umumnya hanya secara hafalan tanpa mengetahui apa yang mereka hafal itu dan cara itu berjalan sangat lamban tanpa perkembangan bahkan cenderung mundur, sehingga muncullah muslim-muslim (maaf) yang sombong yang mengaku telah berpegang teguh pada petunjuk padahal mereka hanya baru memahami secuil dari apa yg ada dalam petunjuk tersebut... mungkin kira-kira seperti pak, menurut pendapat saya :)... wallahualam...

      Delete
  22. Kalau berbicara tentang alam semesta berdasarkan Al-qur'an saya hanya bisa terkagum-kagum dengan isi kitab suci ini... sungguh mahakarya penciptaNya.

    ReplyDelete
  23. Replies
    1. Terima kasih... semoga bermanfaat yaa :)

      Delete
  24. Makasih ya sayang penjelasan tentang dabbahnya, teramat bermaanfaat skali pengetahuan yg tlah di share ini kpada saya (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Pak Jhon harry.... :)

      salam kenal dan terima kasih banyak untuk kunjungan dan komentarnya :)

      Delete
  25. Dee kamu orang solo ya...........................

    ReplyDelete
  26. btul mba.. kebanyakan org islam saat ini kurang pas dlm mengartikan atau menafsirkan Alqur'an maupun hadis, karena memang doktrin ny begitu...padahal jika mw berfikir dan membuktikan kebenaran Alqur'an maka akan terasa bahwa tiap ayatnya itu akan menambah keyakinan. Maha Suci Allah dari segala Firman Nya..akan terbukti dr setiap ayat nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih untuk kunjungan dan komentarnya :)
      Mari terus mengkaji kebesaran dari ALLAH SWT, melali firman-firman-Nya untuk meyingkap lebih banyak rahasia alam semesta ini...

      Delete
  27. TERIMA KASIH ATAS INFONYA
    Semula saya tidak percaya ada kehidupan di luar bumi. setelah baca artikel diatas, saya jadi punya pedoman untuk percaya..
    tapi muncul lagi 1 pertanyaan dipikiran saya..
    "Apakah ada seorang nabi di kehidupan luar sana ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wallahualambishowab....
      secara logika, menurut saya pribadi, bisa jadi ada.... hanya mungkin kita saja yang tidak mengetahuinya, sehingga bertanya-tanya dan berpikir apakah ada ataukah tidak ada Nabi (atau mungkin dengan nama dan istilah yang berbeda) di luar sana....

      alasan saya berpendapat demikian karena... logikanya, Al-Quran menyebutkan bahwa tidak mungkin ada suatu ummat atau kaum, kecuali Allah SWT telah mengirim kepada mereka nabi/ rasul.
      Sebagaimana firman Allah SWT:
      "Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan." (QS. Faathir: 24).

      Delete
  28. jadi bingung dah,,,,antara ada dan tiada (cokelat)...butuh referensi t4 lain.

    nice article...!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. antara ada dan tiada bukannya abu-abu ya...? kok cokelat? hehehe
      silahkan cari juga informasi dari sumber/referensi lainnya...

      okee thank you :)

      Delete
  29. Replies
    1. terima kasih sudah mampir dan membaca :)

      Delete
  30. terima kasih info nya

    mampir kemari - http://layarbioskop.com

    ReplyDelete