Wednesday, October 30, 2013

MEMAHAMI LANGIT MELALUI PERSPEKTIF ISLAM

42 comments
Assalamualaikum....

Mungkin... saya adalah termasuk orang yang tergila-gila dengan langit. Baik itu langit saat siang ataupun langit saat malam. Bahkan saat langit mendung berawan tebal dan hitam pun, sering saya perhatikan dari balik jendela kamar saya, hehehh... Entah gimana awalnya, yang saya tahu saat ini, dengan memandangi langit, bulan, bintang dan awan selama berjam-jaman, bisa memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. ^_^

Langit...? Sebenarnya, langit itu apa sih?
Langit adalah bagian atas dari permukaan bumi, dan digolongkan sebagai lapisan tersendiri yang disebut atmosfer. Langit terdiri dari banyak gas dan udara, dengan komposisi berbeda di tiap lapisannya. Langit sering terlihat berwarna biru, disebabkan karena pemantulan cahaya, tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa langit bisa berwarna selain itu, misalnya merah ketika senja, atau hitam saat turun hujan.

Benar gak sih langit berasal dari asap?
Tahu Steven Weinberg? beliau adalah penulis buku yang berjudul The First Three Minutes, beliau menyebutkan kalau adanya langit dan tata surya lainnya merupakan gejala alam saja. Benarkah begitu? Yukk... kita bahas lebih lanjut...

Langit, bumi serta isinya itu adalah bentuk kekuasaan Allah SWT yang nyata. Memang, tidak ada seorang pun yang menyamai-Nya, Allah telah menciptakan langit, bumi serta isinya ini hanya dalam waktu enam hari. Langit terlebih dahulu yang diciptakan daripada Bumi, seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-A'raaf ayat 54 :


Adapun makna yang terkandung dari Q.S. Al-A'raaf (54) tersebut yaitu menjelaskan bahwa Allah SWT hanya membutuhkan waktu dua hari saja dalam pembuatan langit dan empat hari untuk pembuatan bumi dan seluruh benda-benda di dalamnya sehingga layak untuk dihuni oleh manusia.

Langit awalnya berupa gas dari uap air, bila kita lihat tampak seperti asap. Menurut tafsir Al-Qur'an karya Ahmad Sonhadji M. yang pernah saya baca, sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, Allah menciptakan singgasana-Nya yang berada diatas air. Dan air itu digoncangkan-Nya sehingga tercipta buih dan asap. Buih itu Allah jadikan menjadi Yabusah (tanah kering), sedangkan asapnya dijadikan langit.

Lalu... apa saja sih isi dari ketujuh langit itu?
Langit yang Allah ciptakan selama dua hari itu, dipisah-pisah menjadi tujuh lapis. Menurut Ahmad Sonhadji M., para ahli tafsir mengatakan kalau lapisan tujuh langit itu terdiri dari, gelombang yang berlapis-lapis untuk langit pertama, jenis batu marmer yang putih untuk langit kedua, jenis-jenis besi untuk langit ketiga, jenis tembaga yang kuning untuk langit keempat, jenis perak untuk langit kelima, jenis emas untuk langit keenam dan dari batu permata yakut berwarna merah untuk lapisan langit ketujuh.

Q.S. Al-Baqarah (29) :


Q.S. Fushshilat (11) dan (12) :



Kata "langit", yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada "langit" bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.

Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. 

Dan saat ini, seiring dengan berkembangnya pemikiran manusia dan ilmu pengetahuan, para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer (lapisan gas yang menutupi sebuah planet) terdiri diri beberapa lapisan.

Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. Lapisan OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER.

Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Ozonosfer
4. Mesosfer
5. Termosfer
6. Ionosfer
7. Eksosfer

Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, :
"… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya."
Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.

Terus, mengapa langit berwarna biru?
Birunya langit seperti yang kita lihat itu... disebabkan karena bumi diselubungi lapisan udara yang disebut Atmosfer, seperti yang dijelaskan diatas. Dan cahaya yang dipantulkan dari matahari dihamburkan oleh partikel-partikel kecil dalam atmosfer, sehingga mengakibatkan langit tampak berwarna biru.

Birunya Langit...
Sumedang, 27 Oktober 2013
Jam 08:15 WIB
Pancaran cahaya matahari terdiri dari bermacam-macam warna mulai dari merah, kuning, hijau, biru hingga ungu. 

Masing-masing warna memiliki frekuensi yang berbeda, dan semakin besar frekuensi cahaya semakin kuat pula cahaya yang dihamburkan. 

Sedangkan warna biru terang di langit, merupakan akibat dari hamburan cahaya dari ketiga warna yaitu hijau, biru dan ungu yang frekuensinya tinggi.

Jika kemudian masih ada pertanyaan tentang mengapa bila malam hari tiba, langit menjadi berwarna hitam alias gelap?
Seperti yang tertulis diatas, langit berwarna biru itu berasal dari pancaran cahaya matahari, dan bila sore hari saat matahari condong ke arah barat dan berwarna merah otomatis langitpun mulai berwarna jingga dan lama-lama seiring dengan tenggelamnya matahari, langitpun menjadi gelap. Maka yang bisa kita lihat dalam keadaan seperti itu hanyalah titik-titik cahaya bintang yang tampak berkelap-kelip.

Nah, pembahasan diatas... lagi-lagi membuktikan bahwa, ilmu pengetahuan sejalan dengan Islam dan Islam memberikan inspirasi terhadap ilmu pengetahuan yang belum tergali oleh manusia. Wallahua'alambissaawab.

Jika ada tambahan atau koreksi, silahkan tulis di kotak komentar. Terima kasih.

Wassalamualaikum... Wr. Wb.



Referensi :
> Ahmad Sonhadji M. - Tafsir Al-Quran Di Radio (ISBN: 978-967-9752-717)
> Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe ; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322

Silahkan Baca Juga Artikel Lain Terkait Postingan Ini :

42 comments :

  1. menyimak dan saya hayati, dari artikel di atas banyak sekali ayat-ayatnya (Allah) yang harus di syukuru oleh kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali... sesungguhnya jika ditelaah setiap ayat di dalam Al-Qur'an adalah jawaban dan penjelasan terbaik untuk setiap yang ada dan yang terjadi di alam semesta ini :D
      Wallahualam.... :)

      Delete
  2. Maha Besar Allah
    Kunjungi Blog Ane yah Gan
    http://lembar200.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. okehh... dan terima kasih untuk kunjungannya yaaa :D

      Delete
  3. ke-Maha Kuasa-an Allah mampu menciptakan segalanya hanya dg 'jadi!', maka jadilah.

    lalu ada pertanyaan, kenapa Allah harus menciptakan langit dan bumi dalam beberapa hari, knp tdk sekaligus saja? kan bisa tuh langsung "cling!" jadilah semuanya?

    jwbannya, agar manusia bisa mempelajarinya. lalu mensyukuri nikmat-Nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali... Terima kasih banyak untuk komentar, pertanyaan sekaligus jawabannya, hehehe.... :)

      Delete
  4. bertambah pengetahuan saya tentang langit, soalnya kalau malem pas banyak bintang berkerlap kerlip saya dan pacar saya suka banget memandangi nya, sering mikir...bintang itu nempel dilangit....ternyata ngga gituh yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama pacar...? cie ciee... so sweet ^_^
      hehe... iya nggak :D

      Delete
  5. Sesungguhnya kekuasaan Allah adalah meliputi semuah yang ada di langit dan di bumi ya.

    ReplyDelete
  6. sama kyk aku sob, aku jg suka menatap langit, mlh sedari kcl aku tuh punya obsesi ingin terbang ke langit... :D
    msh byk rahasia2 dilangit yg blm bs terpecahkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. wihhh... ternyata ya... kita punya kesukaan dan obsesi yang sama, malahan kalau aku, obsesinya itu masih lho sampai sekarang, hihihii....

      Betul sekali, ada banyak rahasia yang harus kita cari tahu di alam semesta ini :D

      Delete
  7. Dengan melihat langit..menandakan sunggung besar dan luas kekuasaan nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon Maaf apakah betul pentafsiran 'langit" di "Al-furqon " hanyalah sebatas atmosfir..ataukah pentafsiran langit tersebut adalah "alam semesta raya".....

      Delete
  8. kalau lagi galau aq suka mandangin langit.. trs memikirkan kira kira langit ini ada batasnya apa nggak ya..? kalau nggak ada.. mungkinkah ada bumi atau kehidupan seperti di bumi lagi di langit sana, yang tak pernah di ketahuni oleh manusia di bumi...?? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diketahui kalau alam semesta ini terus mengembang, ruang diantara benda-benda itu terus mengembang dengan kecepatan yang tinggi. Sehingga hingga saat ini, tidak ada yang tahu pasti dimana batas alam semesta. :D

      Mengenai kehidupan lain di luar planet Bumi, secara logika kemungkinan besar ada.... hal tersebut juga diperkuat dengan Q.S. As-Syuuro (42), yang artinya :
      "Diantara ayat-ayat (tanda-tanda) Allah, ialah kejadian langit dan Bumi dan apa-apa yang bertebaran pada keduanya diantara binatang-binatang (apa-apa yang melata di muka Bumi). DIA maha kuasa menghimpunkan mereka bila dikehendaki-Nya."

      Nah, ada pendapat juga yang mengatakan, jika diperhatikan dengan teliti, sesungguhnya dabbah itu bukan hanya binatang melata saja, tetapi termasuk binatang lain yang tidak melata yaitu yang berkaki termasuk di dalamnya adalah manusia. Oleh karena itu yang ditebarkan atau dikembangkanbiakkan di Samawat (planet-planet) dan di Bumi ini terdiri makhluk yang berjiwa termasuk di dalamnya manusia itu sendiri. Dengan demikian maka jelas bahwa di planet-planet itu pun telah berkembang masyarakat manusia seperti halnya yang ada di Bumi ini.

      Wallahualam bissawab :)

      Delete
  9. Terimakasih mbak widi atas share nya. Saya jadi tahu tentang langit menurut pandangan islam. Sukses selalu ya blog nya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sama-sama mbak Eka... Amin... Terima kasih ya, sukses terus juga untk mbak Eka :D

      Delete
  10. penjelasan yang lengkap dan sangat dalam, semoga ini bisa dipahami oleh orang awam seperti saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih...
      hehe... sama aja kok, saya juga nggak banyak tahu, hanya mencoba berbagi berharap ada yang mempehatikan dan memberikan tanggapan dan masukan ataupun koreksi :D

      Terima kasih kunjungannya....

      Delete
  11. Al Quran begitu luas ilmu byang bisa digali..luar biasanya ternyata selaras

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali pak... Jika kita mau mengkaji...Science dan agama (khususnya agama Islam) sama sekali tidak berbenturan, namun keduanya sejalan... :)

      Delete
  12. menarik sekali ulasannya mbak widiani. Antara Al Qur'an dan ilmu pengetahuan yang dapat di nalar manusia. Kalau sudah begini pasti langsung berteriak Allah Maha besar, kita di dunia ini tidak ada apa-apanya ,tidak punya apa-apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas Agus, iya... betul sekali :D

      Delete
  13. menarik sekali ulasan tentang langitnya gan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih.... semoga bermanfaat :D

      Delete
  14. wah jawaban mbak Dee lengkap banget.. hhehehe mbak Dee ternyata salah satu orang yang berwawasan tinggi ya.? hmm salut deh saya dengan mbak Dee. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, tapi itu terlalu berlebihan... selengkapnya mengenai dugaan tentang keberadaan makhluk laindi luar planet bumi dan bahasan batas alam semesta, bisa mas baca-baca di postingan saya sebelum-sebelumnya... mudah-mudahan bermanfaat :)

      Delete
  15. Analisa yg menarik~
    pantes kalau penyuka langit ^^
    Kenyataannya langit tempat planet bumi kita berotasi (galaksi bimasakti) masih tingkat 1, kata guru ngaji saya sih ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih :),
      mungkin sama dengan istilah yang sering diucapkan kebanyakan orang juga... diatas langit masih ada langit, hehe... salam untuk guru ngajinya yah mas, hehe :D

      Delete
  16. Bukan berarti Allah ada di atmosfer, Allah menciptakan alam semesta !.

    ReplyDelete
  17. Bagus foto langitnya..... jepret sendiri? I think you're the trully of skywatcher.... so, let's keep watching the sky.......... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih... iyaa motret sendiri :D
      noo.... i don't think so, oke keep watching the sky ^_*

      Delete
  18. kl yg berasumsi langit itu adalah atmosfir,lalu bagaimana dg keberadaan nabi ISA.AS yg belum mati (jasadnya masih utuh) yg di zngkat ke langit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih untuk kunjungan dan komentarnya.... Allah SWT telah mengangkat Nabi Isa AS dan menyelamatkannya dari pembunuhan dan penyaliban yaitu dengan mewafatkannya bisa jadi dengan kematian yang sebenarnya ataupun secara hukum yaitu tidur demi membebaskan dan menyelamatkannya dari penyiksaan yang dialami tubuhnya apabila diangkat dari dunia ke langit masih dalam keadaan hidup seperti kehidupan pada umumnya di dunia atau Nabi Isa AS diangkat dalam keadaan hidup dan masih tetap hidup meskipun tidak diketahui bagaimana keadaannya. (dari Buhuts wa Fatawa Islamiyah juz IV hal 645 – 646)
      adapun mengenai "langit" seperti yang dipersepsikan diatas sebagai lapisan atmosfer, bukannya tidak mungkin atas kehendak-Nya, Allah SWT memang menempatkan Nabi Isa disana, atau bisa jadi juga pengertian "langit" dari peristiwa tersebut memiliki pengertian yang lain... afwan jika jawaban saya keliru, silahkan bagi siapapun untuk mengkoreksinya :)

      Delete
  19. anda tidak bisa begitu saja menyamakan 7 lapis atmosfer dengan 7 lapis langit yang diciptakan oleh Allah SWT. Asal anda tau saja, dibutuhkan 500 tahun perjalanan dari bumi ke perbatasan langit pertama dengan langit kedua. dan saya tidak setuju dengan pernyataan anda yaitu : "sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, Allah menciptakan singgasana-Nya yang berada diatas air." (dari gaya bahasanya seperti pernyataan orang kristen). Allah itu tidak memiliki rupa dan tempat, jka ia memiliki rupa dan tempat maka ia bahru, bahru itu kita sebagai makhluk. sedangkan salah satu sifat allah itu "Berselisihan bagi segala bahru". Dari pernyataan diatas berarti anda menyamakan Allah dengan makhluknya, dan itu sangat sangant tidak dibenarkan. Saran saya kepada anda : Jangan menjadi orang islam yang sok tau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih untuk masukkannya.

      Saran saya, silahkan baca baik-baik tulisan diatas dari awal hingga akhir, selain itu silahkan perbaharui juga pengetahuan anda dan baca lebih banyak terkait tulisan diatas, Terima kasih.

      Delete
    2. Sebenarnya saya tidak begitu mengerti dengan teori2 di atas (mungkin karena saya yang malas membaca dengan serius :D )
      Saya hanya menyampaikan apa yang saya tau. Menurut saya : Qur'an tidak bisa dicocokkan dengan terori begitu saja. Qur'an mungkin saja bertentangan dengan teroi, tapi tidak akan bertentangan dengan kenyataan. Langit itu tidak terbatas, dan pikiran manusia terbatas, jadi tidak mungkin sesuatu yang terbatas digunakan untuk mengukur sesuatu yang tidak terbatas. Tidak menutup kemungkinan kalau teori itu salah, karena kesalahan berasal dari manusia bukan dari Qur'an (saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau pada komentar sebelumnya saya agak kasar).

      Delete
  20. Salmmualaikum
    numpang neduh bentar....

    kalau untuk pernyataan diatas yang menyebutkan, sbelum trciptanya langit bumi terdapat singgasana/kerajaan Allah diatas air saya stuju.
    tapi bukan berarti Allah bertempat/bersemayam sperti halnya kita blablabla...sperti di salah satu coment?
    dan juga mengenai seperti apa dan bagaimna singgasana tersebut tidak usah di bahas otak kita gak bakal nyampe kesitu....tar malah takabur..

    nahhh...klo untuk masalah langit yang 7lapis itu ane 1000% gak stuju!
    teori diatas menggambarkan susunan langit dunia mengarah ke bumi..
    dan setelah langit bumi kita tidak bisa menamakan lapisan/susunan yang tidak terlihat seperti atmosfir dll sebagai langit..tapi bagian dari lagit.

    singkatnya begini susunan langit itu keatas bukan kebawah

    Dimana satu sama lain berjarak 500 tahun perjalanan waktu. Demikian juga jarak tebal setiap langit. Ada yang mengatakan; langit warnanya lebih putih daripada susu, warnanya biru akibat pantulan warna Qoof.

    Nama-nama masing-masing langit:
    1. Langit pertama, yaitu langit dunia bernama Roqi'ah.
    2. Langit kedua, terdiri dari besi yang bersinar cemerlang, namanya Faidun atau Ma'un.
    3. Langit ketiga, terdiri dari tembaga yang disebut Malakut atau Hariyun.
    4. Langit keempat, terdiri dari perak putih yang memantul, sinarnya hampir2 menembus pandangan mata, bernama Zahiroh.
    5. Langit kelima, terdiri dari emas merah, dinamakan Muzayanah atau Musaharoh.
    6. Langit keenam, terbuat dari mutiara yang cemerlang, namanya Kholisah.
    7. Langit ketujuh, disebut "Baitul Makmur". Punya empat tiang; dari yaqut merah Zabarjad, Perak putih dan satunya terbuat dari emas merah.

    satulagi yang sata tidak stuju1000%
    mengenai jawaban anda yang mengatakan

    (Dengan demikian maka jelas bahwa di planet-planet itu pun telah berkembang masyarakat manusia seperti halnya yang ada di Bumi ini.)

    hikhik...darimna anda bisa menjawab seperti itu..
    yang namanya manusia ya kitaini
    gak ada lagi yg namnnya masarakat manusia yang bertempat selain di bumi.

    tapi kalau maksud anda adalah:
    ada mahluk lain selain manusia yang bermasarakat seperti halnya manusia di bumi saya stuju...
    karena selain manusia Allah juga menciptakan jin.
    jadi yaa.. kloada khidupan lain di planet selain bumi yaitu namanya jin
    yang sama" diperintahkan untuk beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete