Saturday, January 24, 2015

Book Review : Kekasih Terbaik by Dwitasari

10 comments
Assalamualaikum...

Yippie!!
Baru selesai membaca sebuah buku yang berkisah romantis dan juga mengharukan. Buku itu adalah novel terbarunya Dwitasari yang berjudul Kekasih Terbaik. Iya betul, ini adalah novel yang pernah saya ceritakan sebelumnya itu. ^_^

Penasaran seperti apa sinopsis dan juga review-nya dari saya....? Let's check this out!!

Sinopsis 
Kau telah mengenalnya, sejak kalian bisa sama-sama membaca aksara, sejak jemari-jemari kecil milikmu dan miliknya berhasil menghitung angka satu sampai sepuluh. Bertahun-tahun berlalu dan kamu tak bisa menahan diri untuk tidak mencintainya. Dia telah jadi segalanya bagimu. Sayangnya, kamu bukan segalanya bagi dia. Kau menganggap dia kekasih terbaikmu. Sayangnya, kekasih terbaiknya bukanlah dirimu.

Beribu ucapan, telak menyakitimu. Berjuta harapan, semakin menyiksamu. Namun, kaumasih tak bisa menemukan alasan untuk menjauhi sahabat kecilmu. Kamu terlalu sibuk mengetuk pintu yang tertutup, tanpa menyadari ada seseorang yang lain, yang menunggu pintu hatinya segera kau ketuk.

Jika ada seseorang yang lain, masihkah kau menganggap bahwa kekasih terbaikmu; adalah sahabat kecilmu?

Identitas Buku
Judul : Kekasih Terbaik
Penulis : Dwitasari
Bahasa : Indonesia
Penyunting : Andri Agus Fabianto
Ilustrator Cover : Angga Priatna
Jumlah Halaman : 260
Ukuran Buku : 19 x 12,5 cm
Penerbit : Loveable
ISBN : 978-602-0900-14-8
Terbit Pertama Kali : 7 November 2014
Harga (di pengenbuku.net) : Rp. 49.500,-

Review Cerita
Adalah Zera, bernama lengkap Azera Maraya. Seorang perempuan muda yang sangat menyukai puisi dan sastra. Berpenampilan sederhana, kesehariannya tak pernah memakai make up, bahkan dandanannya ke kampus pun tak jauh dari dandanannya sehari-hari di rumah. Mengenakan celana panjang jeans, kaos dan sepatu sporti. Dan kemanapun ia pergi, seringnya membawa tas punggung, yang selain berisi keperluannya saat itu, didalamnya pastilah ada mp3 player yang berisi lagu-lagu dari band legendaris, Queen dan novel, serta buku puisi. Zera sangat menyukai puisi-puisi Sapardi dan Pablo Neruda.

Satu kebiasaan unik Zera, yaitu ketika ia merasa sangat bahagia atau ketika ia merasa sangat sedih, ia merekam suaranya. Disimpan. Dan ia dengarkan kembali rekaman itu di lain waktu. Menganggapnya seseorang sedang memberi nasihat lewat suara yang sebenarnya rekaman suaranya sendiri.

Dan Yoga, seorang pemuda tampan berwajah blasteran Cina dengan mata sipit, kulit putih, tubuh proporsional. Sungguh dengan ciri-ciri seperti itu, sama sekali bukanlah ciri-ciri seorang hacker andal macam Yoga.

Zera dan Yoga telah bersahabat dari sejak mereka kecil. Seiring mereka tumbuh bersama, tumbuh pula perasaan sayang di hati Zera kepada Yoga. Perasaan sayang yang begitu dalam. Zera jatuh cinta kepada Yoga.

Kala itu, ketika usai kelulusan SMA. Zera berniat hendak mengutarakan perasaannya kepada Yoga. Dengan susah payah, dan keringat dingin karena Zera tiba-tiba merasa sangat gugup berbicara di hadapan Yoga, Zera berhasil mengatakan kepada Yoga bahwa dia sangat menyayangi Yoga. Yoga berkata bahwa ia pun sangat menyayangi Zera. Sebagai sahabat. Yoga salah mengartikan perasaan Zera. Yoga menganggap bahwa rasa sayang Zera terhadapnya hanya sebatas sayang sebagai sahabat. Sahabat. Tidak lebih.

Dengan harus selalu menahan sakit perasaannya yang tak terbalas, Zera berusaha untuk tidak berubah. Ia berjanji akan berusaha menjadi sahabat dan orang yang selalu ada untuk Yoga. Terlebih ketika Zera mengetahui kondisi keluarga Yoga yang tidak harmonis lagi.

Ibarat luka yang sengaja disiram air garam. Luka di hati Zera semakin terasa perih, ketika ia mengetahui bahwa Yoga telah memiliki pacar. Tanpa pernah bercerita kepadanya. Persahabatan Yoga dan Zera pun merenggang. 

Perempuan itu bernama Tasya, seorang finalis Abang-None Jakarta. Mereka memutuskan berpacaran setelah Tasya putus dari kekasihnya, Aif, yang berselingkuh dengan perempuan lain. Awalnya Tasya hanya menganggap Yoga sebagai pelarian, namun kemudian dia merasa telah benar-benar jatuh cinta dan tidak ingin kehilangan Yoga. Hal itulah yang menyebabkan Tasya menjadi seorang yang posesif terhadap Yoga. Mendapat perlakuan posesif, Yoga pun menjaga jarak dari Tasya.

Merasa lelah dengan Tasya yang mudah marah dan posesif itu. Yoga bercerita kepada Zera dan memintanya untuk mencarikan pacar baru untuknya. Lagi, luka di hati Zera semakin membesar. Ia dimintai mencarikan pacar oleh seseorang yang sangat ia sayang dan cintai. Zera memang selalu berharap putusnya hubungan Yoga dan Tasya. Namun ia tidak pernah melakukan apapun untuk itu. Dan lagi, dengan perasaan sakit yang kian menjadi di hatinya, Zera menyanggupi untuk mencarikan pacar baru bagi Yoga. Mulai dari Riana, teman semasa SMA mereka yang Zera ketahui dulu, Riana mengejar-ngejar Yoga, tapi ternyata justru Yoga tidak pernah tahu tentang itu. Namun usaha Zera untuk mendekatkan Riana dan Yoga gagal. Yoga menolak karena kini, Riana telah berstatus janda dengan 1 anak. Lalu Dellia, mantan pacar Yoga semasa SMA. Dan nampaknya, usaha Zera yang kedua ini berhasil. Yoga mau dekat lagi dengan Dellia, begitupun Dellia yang nampak sangat bahagia bisa bersama-sama lagi dengan Yoga.

Tanpa memutuskan hubungannya dengan Tasya, Yoga menjalin hubungan dengan Dellia.

Ditengah rasa sakit dan cemburu melihat kedekatan Yoga dan Dellia, Zera harus datang ke undangan pameran lukisan Doni. Doni adalah teman Zera, dia seorang pelukis yang pernah mengutarakan perasaanya kepada Zera beberapa waktu dulu. Kali ini, di pamerannya, kembali Doni mengutarakan perasaanya kepada Zera diseluruh hadapan para tamu undangan.

Dan ya, Zera menrima cinta Doni. Mereka pun berpacaran. Meskipun awalnya keraguan sempat menyelimuti hati Zera, namun ia berpikir, bahwa ia berhak untuk bahagia dan tidak lagi menyi-nyiakan orang yang begitu tulus mencintainya. 

Seminggu sejak Zera dan Doni resmi menjadi sepasang kekasih, seminggu itu pulalah setiap paginya Zera selalu mendapat surat dan kartu berisi tulisan-tulisan puisi romantis. Zera semakin jatuh cinta kepada Doni. Zera menganggap Doni lah yang telah selalu mengiriminya puisi-puisi romantis itu. Namun perkiraan Zera salah. Di suatu senja, ketika Yoga meminta Zera untuk bertemu, ketika itu lah Yoga mengungkapkan perasaannya. Yoga mengetahui bahwa Dellia telah memiliki kekasih sebelum menjalin hubungan dengannya, dan menurut Yoga, Zera lah yang ia cintai. Zera selalu ada untuknya. Dan saat itu Zera mengetahui bahwa Yoga pulalah yang telah mengiriminya tulisan-tulisan romantis kepadanya selama ini. 

Zera mengakui bahwa kini ia telah memiliki kekasih, dan hubungannya dengan Yoga sebagai sahabat tak perlu diubah ddan berubah karena cinta. Zera terluka lagi, ia harus mengingkari perasaannya yang sebenarnya. Namun kembali ia mengingat Doni yang sedang mulai ia cintai. Doni yang nampak sekali selalu berusaha membahagiakannya.

Zera dan Tasya yang sebelumnya saling tidak menyukai. Mulai dekat setelah Tasya meminta maaf kepada Zera atas perlakuan tidak baiknya kepada Zera. Tasya pernah menganggap bahwa Zera yang merupakan sahabat dekat Yoga itulah yang telah membuat hubungannya renggang. Ia pun menjelaskan kepada Zera tentang mengapa ia bersikap posesif kepada Yoga. Di dalam hatinya, Zera pun meminta maaf kepada Tasya yang dulu sempat sangat ia benci karena telah merebut Yoga, orang yang sangat ia cintai. Hubungan Zera dan Tasya pun semakin dekat. Kini mereka bersahabat.

Kini, Zera sangat bahagia bersama Doni dan dengan sahabat barunya, Tasya. Namun, Yoga.... Entah Yoga dimana, begitu sulit dihubungi. Namun Zera yakin dengan perasaannya bahwa Yoga baik-baik saja.

Pemilihan Abang - None Jakarta pun tiba. Tasya berhasil menjadi juara, namun hatinya hampa dan sedih. Yoga yang sangat ia harapkan bisa hadir pada moment tersebut, ternyata tidak hadir. Bahkan hingga acara usai, Yoga masih saja tidak nampak.

Sepulang dari acara pemilihan Abang None tersebut, Zera yang pulang satu mobil bersama Tasya mengalami kecelakaan mobil.

Apakah Zera dan Tasya selamat dari kecelakaan mobil tersebut? Jika selamat, bagaimanakah kelanjutan dan akhir dari kisah Zera, Yoga, Doni dan Tasya novel yang berjudul Kekasih Terbaik, yang juga telah sukses membuat saya berkaca-kaca ini....? Dan siapakah sesungguhnya kekasih terbaik bagi mereka?
Gak asik ya kalau spoler... Jadi, silahkan baca sampai selesai yaa  dan temukan sendiri jawabannya ^_^

Kutipan Favorit
1. "Saya mencintaimu, dan jika kau mencintaiku, itulah keputusan terbaik dalam hidup kita berdua" (halaman 60)

2. "Seseorang akan tampak menarik dari dua hal ; pertama dari caranya menatap dan kedua dari caranya tersenyum" (halaman 61)

3. "Apa guna buku-buku yang menumpuk di kamarmu itu jika tetap saja kecerdasan yang kau miliki tak membuat jatuh cinta?" (halaman 95)

4. "Ada kebahagiaan yang telah menunggumu. Ada banyak hal yang tidak kau tahu akan terjadi di depan ujung kakimu. Kau hanya perlu menunggu waktunya sambil terus berjalan" (halaman 130)

5. "Apakah ia sudah mencintaiku juga? Jika sudah cinta, apakah dia sudah ingin menjadi pacarku?... Mungkinkah dia berbahagia denganku?" halaman (172 dan 173)

6. "Kamulah mimpi itu. Jangan buat saya selalu terjaga. Buatlah saya terus memimpikanmu. atau jka mau, saya akan sangat bahagia jika kamu menjadi kenyataan" (halaman 178)

7. "Dan kuputuskan untuk mencintaimu, entah sampai kapan..." (halaman 190)

Oh iya, saya membacanya hanya 2 jam saja, saking sukanya. Dan novel ini juga saya jadikan buku yang saya baca pada ajang National Readhaton Day di Goodreads pada 24 Januari 2015. Readathon adalah saat di mana kita harus membaca buku dalam jangka waktu tertentu, tanpa berhenti.

Ada banyak pesan kehidupan yang akan kamu temukan setelah membaca buku ini. Salah satu diantaranya adalah, tentang pentingnya menghargai dan jangan pernah mensia-siakan orang yang selalu ada untukmu, orang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus. Namun sayang, ada banyak typo dan beberapa kali nama tokohnya tertukar. Tapi secara keseluruhan, saya menyukai buku ini. Saya persembahkan 4 dari 5 bintang untuk sang "Kekasih Terbaik".

Wassalamualaikum... Wr. Wb.

10 comments :

  1. Judulnya saja udah bikin penasaran, wah sinopsisnya juga mantabz neh...

    ReplyDelete
  2. tak baca pelan-pelan sambil mikir..hehehe

    ReplyDelete
  3. ceritanya panjang, tapi lumayan seru juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuph, memang seru, romantis dan mengharukan... hehe

      Delete
  4. Replies
    1. hihi... teh endang...?
      kalau sampai ending, spoiler dong, hehehe

      Delete