Sunday, February 22, 2015

Book Review : Specials by Scott Westerfeld

7 comments
Assalamualaikum...

Oke, setelah sebelumnya saya review buku pertama dan buku keduanya, sekarang adalah saatnya saya mereview buku ketiga dari Serial Uglies karya Scott Westerfeld, yaitu Specials


Sinopsis
Tally telah bergabung dengan Special Circumstances, aparat rahasia pemerintahan kota yang bertindak seperti militer. Mereka menjalani operasi yang menjadikan mereka “rupawan bengis,” rupawan namun mengerikan.

Bersama Shay dan kelompok Cutter, Tally memburu Smoke Baru. Sebagai anak emas Dr. Cable di Special Circumstances, mereka berusaha menghentikan upaya Smoke Baru mengobati kaum rupawan. Namun Tally merasa bimbang ketika Zane, pacarnya yang masih mengalami kerusakan otak, berbeda pendapat.

Tally kembali dihadapkan pada pilihan sulit, memilih pacar yang dicintainya tetap rupawan, atau memaksanya berubah menjadi spesial—seperti dirinya. Dan Tally tak pernah membayangkan pilihannya berujung pada masalah serius yang melibatkan kota lain, bahkan dunia.

Identitas Buku
Judul : Specials (Uglies Series #3)
Penulis : Scott Westerfeld
Bahasa : Indonesia
Penerjemah : Yunita Candra S.
Penerbit : Matahati
ISBN : 978-602-8590-31-0
Terbit pertama di Indonesia : Agustus 2011
Jumlah Halaman : 389
Jenis Cover : Soft cover
Ukuran buku : 20 x 13,5 cm
Harga : Rp. 60.000,- (Ini harga dulu yaa, waktu saya beli)

Review Cerita 
Seperti yang sudah bisa ditebak dari judulnya, ini adalah kisah Tally dan kawan-kawannya setelah mereka menjadi Specials. Benar, Tally menerima tawaran dari Dr. Cable untuk bergabung di Specials Circumtances

Specials Circumtances adalah sebuah badan rahasia negara yang mengontrol Kota Rupawan. Selain itu, juga bertindak sebagai badan keamanan Kota. Baik oleh kaum Rupawan maupun oleh kaum buruk rupa, keberadaan mereka dianggap sekedar rumor. Alias mereka tidak pernah yakin jika Specials Circumtances itu benar-benar ada.

Setelah bertransformasi menjadi seorang Specials, kini Tally berpenampilan sebagai seseorang yang Rupawan berwajah bengis. Ia cantik, kuat, cepat, namun berbahaya. Kekuatan kaum Special memang berasal dari ketajaman pikiran, kepercayaan diri, dan pemangkasan memori. Kaum Spesial dianggap berbahaya dan berpotensi bersikap di luar batas. Mereka suka mengintimidasi mereka para kaum buruk rupa.

Begitu juga dengan Shay, sahabat Tally, yang lebih dahulu menjadi Special. Bahkan kini, Shay adalah ketua Kelompok Cutter. Tally pun ikut bergabung dalam kelompok tersebut. menjadi sahabatnya. Shay selalu ada dan membantu Tally menyesuaikan diri dengan tubuh Specials-nya. Tubuh yang memiliki pemancar kulit, mata yang bisa memindai panas tubuh dalam gelap, pendengaran tajam dan reflek yang jauh lebih hebat para Rupawan biasa. 

Warga Smoke mulai menyelundupkan pil-pil penyembuh dalam jumlah besar. Pil-pil penyembuh yang sekaligus mematikan. Pil-pil tersebut mengandung unsur nano, yang memakan lesi di otak yang membuat kaum rupawan tak mampu berpikir jernih, dengan demikian akan menguatkan kembali sifat alamiahnya. Dan tak seperti obat lain yang lambat laun berkurang kadarnya, perubahan yang diakibatkan nano bersifat tetap. Jika kurang beruntung, mereka memakan sisa otak. Satu pil cukup untuk membuat hilang ingatan sesorang.

Dan Tally sendiri tidak ingin kembali ke masa lalunya, merasa terancam dengan kedatangan orang-orang Smoke, yang dulunya merupakan bagian dari kehidupannya saat buruk rupa.

Kelompok Cutter mengetahui aksi para warga Smoke tersebut. Dan Shay mengumpankan Zane, pacar Tally untuk mencari letak Smoke Baru. Zane yang masih ber-"status" sebagai Rupawan kini mengidap kerusakan otak yang membuat kodisi tubuhnya kian melemah.

Setelah menjadi seorang Specials, pola pikr Tally berubah. Ia merasa sebagai seseorang yang sangat superior dan sering ia bertindak sombong, merendahkan mereka yang bukan kaum Specials. Namun ketika ia bertemu Zane kembali Tally merasa sangat harus melindungi Zane dan menaruh perasaan itu diatas kewajibannya sebagai seorang Specials.

Ketika mereka berhasil menemukan Kota Smoke Baru, Tally tahu bahwa dirinya sekali lagi akan mengkhianati warga Smoke. Bahkan ketika mengumpankan Zane, Tally sudah merasa mengorbankan mereka. dan seiring berjalannya waktu, tumbuh lagi rasa sayang Tally kepada Zane. Tally ingin menyelamatkannya. Namun, jika ia menyelamatkan Zane, artinya ia harus mengkhianati sahabatnya, Shay.

Nah, seperti apakah akhir cerita kisah Tally pada buku ketiganya ini? Silahkan dibaca bukunya hingga selesai.

Untuk yang belum membacanya, saya sangat merekomendasikan buku ini. Meskipun mungkin saat ini agak sulit mencari buku ini, karena penerbitnya sudah tutup dan setahu saya buku ini belum dicetak ulang...

Melalui buku ini, kita diajakmenyadari bahwa sesungguhnya, kita, manusia adalah adalah makhluk yang istimewa. Pada dasarnya tidak akan ada yang mampu untuk mengontrol atau mengubahnya, baik sikap maupun sifatnya. Manusia mempunyai dan akan berusaha mencari caranya sendiri untuk menemukan kenyamanan dan untuk tampil berbeda dari yang lainnya.

Kutipan Favorit 
1. "Sebenarnya tak masalah seperti apa penampilanmu. Yang penting bagaimana kau bersikap dan memandang diri sendiri." (halaman 17)
2. "Tak semua orang bisa tetap tegar sepanjang waktu." (halaman 68)

Dan saya persembahkan 5/5 bintang untuk yang teristimewa, Specials.
Oh iya, seri ini sebenarnya terdiri dari 4 buku yaitu Uglies, Pretties, Specials dan Extras. Dan sayang sekali Extras tidak terbit di Indonesia. Menurut saya, cover seri ini versi Indonesia lebih keren dibandingkan cover-cover seri ini yang terbit di luar negeri. Silahkan perhatikan ketiga cover ini :


Sesuai dan terasa banget kan perubahannya, dari mulai Uglies... Pretties hingga Specials. Two thumb up deh buat vbi_djenggoten yang telah mendesain covernya. 

Dan untuk buku keempatnya, Extras... Semoga saja segera ada penerbit yang menerbitkannya.


Wassalamualaikum... Wr. Wb.

7 comments :

  1. sobat suka skali ya membaca buku
    teruskan!!! heheheh

    ReplyDelete
  2. jadi pengen baca nich bukunya
    nice share

    ReplyDelete
  3. Bisa di bilang juga buku tersebut adalah sudut pandang dan penilaian dari seorang Scott Westerfeld terhadap sisi-sisi kemanusiaan ya Mbak Widiani. Saya sendiri jarang membaca buku yang seperti ini, lebih suka membaca buku-buku teknik yang mendukung bidang pekerjaan saya. Namun salut juga atas review yang Mbak Widiani buat diatas dari buku setebal 389 halaman. Two thumbs up for Mbak Widiani. hehe :D

    ReplyDelete
  4. ntar belom baca resensinya
    saya baca ntar kalo istirahat Insya Allah

    ReplyDelete
  5. saya kurang suka membaca buku, kalo baca buku yang lmyan tebal mikirnya suka "kapan bisa selsai nih buku, sedangkan membacanya hanya disela-sela kesibukan" jadinya males.hehe
    beda dengan cewe saya yg gila dengan membaca buku..

    ReplyDelete
  6. saya cukup membaca dulu dari reviewnya....karena sudah mencakup keseluruhan....untuk bukunya si saya belum sempat ke toko buku....jadi tidak sekrang belinya

    ReplyDelete
  7. suka dengan kutipan dalam buku specials
    Sebenarnya tak masalah seperti apa penampilanmu. Yang penting bagaimana kau bersikap dan memandang diri sendiri.
    lebih bermakna untuk melihat diri seperti apa adanya namun mempunyai makna dan arti bagi kehidupan orang lain. ok makasih reviewnya. salam sahabat blogger.

    ReplyDelete