Wednesday, November 26, 2014

Book Review : Uglies by Scott Westerfeld

No comments
Assalamualaikum...

Pada post sebelumnya, saya pernah bercerita tentang salah satu novel berseri koleksi saya, Uglies Series. Uglies series ini terdiri dari 4 buku, yaitu Uglies, Pretties, Specials dan Extras. Di Indonesia, baru terbit 3 buku saja, entah kapan yaa buku keempatnya terbit, semoga ada keajaiban :)

Nah pada post ini saya akan coba me-review cerita dari buku pertamanya yang berjudul Uglies. Sebetulnya sih udah agak-agak lupa gimana persisnya kisah petualangan Tally, si tokoh utama dalam cerita ini, yuphh... baca nya udah lama banget, tapi sepertinya masih agak-agak ingat lah sedikit-sedikit.

Awalnya gak pernah kepikiran untuk menulis review dari buku-buku dari seri yang satu ini. Kenapa? Karena lupa kalau saya punya 3 buku yang covernya cantik-cantik ini, hehehe.... Cuma tadi pas mau mengenyahkan seekor kecoa dari rak buku, tiba-tiba.. Tadaaa!!!, terlihat diantara tumpukan buku ada 3 buku ini, "Oh iya yaa... aku punya Uglie Series, lupa lho....". 
Jadi ingat juga perjuangan dulu saat mengumpulkan buku seri ini, syusaaah.... dan lamaa. Dan sepertinya, saya belum menulis review dari seri ini. Maka mulai lah saya menulis tulisan ini ^_^

Identitas Buku
Judul : Uglies (Uglies Series #1)
Penulis : Scott Westerfeld
Bahasa : Indonesia
Penerjemah : Yunita Candra S.
Penerbit : Matahati
ISBN : 978-602-8590-12-9
Terbit pertama di Indonesia : April 2010
Jumlah Halaman : 432
Jenis Cover : Soft cover
Ukuran buku : 20 x 13,5 cm
Harga : Rp. 63.000,- 

Review Cerita
Di bagian jilid buku ini tertulis, "Di dunia yang luar biasa rupawan, setiap orang adalah buruk rupa"

Setting atau latar cerita ini adalah : di masa depan. Diceritakan pada masa depan itu, dunia telah hancur akibat ulah manusia pada masa sebelumnya, (It's mean, oleh kita yang hidup di masa saat ini...?? i don't know...) sistem barupun sudah diatur. Salah satu dari sistem tersebut menyatakan bahwa setiap orang di bawah usia 16 tahun adalah "jelek" atau "buruk rupa" (Uglie). Dan setelah seseorang menginjak usia 16, maka dia berhak mendapatkan operasi untuk mengubah dirinya menjadi "rupawan".

Pengertian "rupawan" yang ada dalam masyarakatnya saat itu adalah penampilan dengan tampilan mata besar, bibir penuh, tulang pipi tinggi, dan hidung kecil. Operasi itu juga menjadi saat penanaman semacam microchip pada otak pasien. Hingga selanjutnya, seorang yang awalnya buruk rupa, setelah melewati masa operasi tidak hanya penampilannya yang berubah menjadi "rupawan", tapi juga cara berpikirnya. Kesenangan, bersenang-senang, sesuatu yang menyenangkan, bermain, bermain dan bermain itulah yang ada dipikiran seorang rupawan. Mengapa dibuat begitu? Salah satu alasannya adalah agar tercipta dunia yang penuh kedamaian, tidak ada permusuhan dan peperangan. Setelah sekian lama sistem tersebut berjalan mulus tanpa hambatan apapun, diterima baik oleh kebanyakan orang. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya, mereka sedang dicuci otaknya dan pribadi mereka diubah dengan sewenang-wenang oleh pihak pembuat sistem tersebut. Namun, dibalik itu ada juga pihak pemberontak, mereka adalah orang-orang yang menolak terjadinya operasi (pengubahan penampilan) tersebut.

Tally Youngblood yang beberapa minggu lagi akan berusia enam belas tahun, dan dia tak sabar menunggunya. Menunggu perubahan untuk menjadi seorang rupawan. Yang dia tahu, dengan menjadi rupawan, dia akan memasuki dunia berteknologi tinggi yang menawarkan kehidupan untuk selalu bersenang-senang. Mimpinya hampir menjadi kenyataan, sampai ia mengenal dan berteman dengan salah satu dari kelompok pemberontak bernama Shay.

Shay, yang juga sesama buruk rupa, tidak pernah yakin mau berubah menjadi rupawan. Shay mengajaknya kabur ke dunia luar yang penuh resiko. Saat Shay mengajaknya melarikan diri, Tally bertemu dengan orang-orang yang juga menolak sistem tersebut. Sesampainya ditempat yang sangat terpencil itu, (aku lupa nama tempatnya >_<), Tally tidak pernah menyangka tentang keberadaan orang-orang ini sebelumnya. Ditempat itulah, Tally mempelajari suatu fakta dari dunia rupawan. Dia menemukan kebenaran tentang operasi, dan kemudian dia harus membuat pilihan :
 
  1. Melupakan keluarga dan teman-teman baru nya yang yang telah berjanji akan tetap menjadi sahabat dan bersenang-senang bersama setelah menjadi rupawan nanti,

    atau...
  2. Tetap tinggal ditempat baru ini melupakan segala sesuatu tentang dunia rupawan yang telah ia mimpi-mimpikan sejak ia kecil.
Dan ditempat itu pulalah Tally bertemu dengan David, cowok buruk rupa yang telah membuatnya jatuh hati.

Akhirnya, Tally mengambil keputusan. Ia memilih untuk melakukan pengkhianatan kepada teman-teman baru ditempat baru itu, mengkhianati persahabatannya dengan Shay, janji dan cintanya kepada David. Ia melarikan diri untuk mendapatkan keinginannya selama ini, yaitu menjadi seorang rupawan berparas "cantik" (Pretties).

Kalimat Favorit
Sebetulnya, ada banyak kalimat/kutipan favorit dari buku ini. Dua diantaranya adalah :

  • Hidup kita selalu dalam keseimbangan. Tetapi kadang-kadang, kita tak mampu menyaring apa yang diambil dari luar. Kadang-kadang, ada ancaman dari lingkungan yang harus dihadapi. (halaman 115)
  • Tak ada kecantikan luar biasa yang tak memiliki kelemahan. (halaman 145)

= = = 

Menurut saya, cerita dari buku pertama Uglies Series ini sangat bagus untuk dibaca siapapun. Didalamnya ada banyak pelajaran penting tentang kehidupan dan pemahaman terhadap keindahan sejati yang sebenarnya. Tidak hanya mengajarkan hal-hal yang diperlukan tentang kehidupan, karakter dari tokoh-tokohnya pun sangat menarik untuk diikuti disertai plot cerita yang begitu kuat sehingga sulit untuk meletakkan buku ini begitu saja sebelum selesai hingga lembar terakhir.

Mengapa saya sangat merekomendasikan buku ini? karena selain ada banyak pelajaran tentang kehidupan seperti yang saya tuliskan diatas, yang jika kemudian kamu bertanya-tanya, pelajaran kehidupan seperti apa yang saya maksud?, itu.... harus kamu baca sendiri bukunya sampai selesai, hehehe... Iya doong, gak asik kalau saya ceritakan semua disini, buku ini juga mengajarkan kepada kita untuk selalu menjadi diri sendiri, bahwa di dalam diri kita, tidak ada yang harus dikontrol oleh orang lain. Karena pada dasarnya, kecantikan atau keindahan seseorang bukanlah yang nampak pada wajah atau fisiknya. Kecantikan dan keindahan seseorang yang sesungguhnya terletak pada hatinya dan nampak pada sikap dan perbuatannya.

Did I like this book?
Yes, I thought this book was fantastic!. Even though the climax is somewhat predictable, overall I love the idea of this book.

Rating...?
4 dari 5 bintang untuk buku pertama dari seri Uglies ini. Oh iya, tunggu post saya berikutnya ya, untuk review cerita dari Pretties dan Specials, yang merupakan buku ke-2 dan ke-3 dari seri ini.


Uglies Series Book Review :

Wassalamualaikum... Wr. Wb.

No comments :

Post a Comment