Thursday, October 1, 2015

Book Review : Mr. Fox yang Fantastis by Roald Dahl

No comments
Boggis, Bunce, dan Bean adalah tiga peternak yang sangat pelit dan jahat. Di ladang mereka tinggal Mr. Fox sekeluarga. Setiap malam dia mendatangi salah satu peternakan itu dan mengambil ayam, bebek, atau kalkun.

Boggis, Bunce, dan Bean sangat membencinya dan ingin menghabisinya, tapi Mr. Fox selalu berhasil menyelamatkan diri. Mereka akhirnya kehabisan akal dan memutuskan untuk berjaga di luar sarang Mr. Fox sampai Mr. Fox sekeluarga kelaparan dan terpaksa keluar.

Nah, bagaimanakah cara Mr. Fox mengakali mereka kali ini sehingga akhirnya dia sekeluarga dan teman-temannya malah bisa berpesta dengan makanan dan minuman yang melimpah ruah?


Identitas Buku
Judul : Mr. Fox yang Fantastis
Judul Asli : Fantastic Mr. Fox
Penulis : Roald Dahl
Ilustrator : Quentin Blake
Bahasa : Indonesia
Penerjemah : Diniarty Pandia
Tebal : 96 Halaman
Kategori : Fiksi, Anak-anak, Young Adult, Fabel, Humor, Klasik
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9789796865017
Paperback, Cetakan ketiga, Agustus 2010
Rate : 4/5 Bintang

Review
Boggis, Bunce dan Bean adalah tiga sahabat yang merupakan peternak yang kaya raya namun ketiganya juga pelit dan jahat. Boggis si gendut adalah peternak ayam, Bunce si pendek peternak bebek dan angsa, dan Bean si kurus peternak kalkun dan petani apel. Mereka tinggal disebuah lembah.

Sementara itu, di bukit yang berada diatas lembah, hiduplah keluarga rubah, Mr. Fox beserta istri dan keempat anaknya. Mereka tinggal di sebuah lubang di bawah pohon yang besar. Setiap malamnya, Mr. Fox mendatangi peternakan tersebut dan mengambil ayam, bebek serta kalkun mereka milik dari tiga peternak, Boggis, Bunce dan Bean.

Boggis, Bunce dan Bean yang telah mengetahui ulah Mr. Fox, semakin lama semakin tidak tahan dengan ulah Mr. Fox yang kerap kali mencuri ternak mereka. Hingga, kemudian ketiganya berkumpul dan merencanakan untuk menangkap dan membunuh si rubah, Mr. Fox. Namun, rencana yang menurut ketiganya telah direncanakan dengan sangat baik itu, ternyata gagal.

Tak menyerah dengan rencana pertama mereka yang gagal total, kemudian, ketiganya mulai melakukan rencana berikutnya, yaitu dengan mulai menggali lubang rumah Mr. Fox dengan menggunakan sekop, namun Mr. Fox yang cerdik itupun menggali lubangnya semakin dalam.

Dengan ulah Mr. Fox tersebut, Boggis dan kedua sahabatnya tak kehilangan akal. Mereka membawa traktor untuk membongkar seluruh bukit. Belum puas dengan cara itu, mereka bertiga lalu mengerahkan ratusan pekerja peternakannya untuk mengepung bukit yang kini sudah menjadi lembah. Mereka berpikir jika mereka menunggui lubang itu berhari-hari, Mr. Fox dan keluarganya pasti akan kelaparan dan lama-kelamaan akan mati atau keluar dari lubang. Demi rencana tersebut, mereka pun mendirikan tenda-tenda kemah kemah di sana.

Karena rencana Boggis, Bunce dan Bean, kini bukit rusak parah akibat traktor, yang kemudian, kondisi itupun membuat sebagian besar hewan-hewan yang tinggal di hutan juga ikut kelaparan. Mr. Fox dan keluarganya yang kini berada di lubang didalam tanah. Mr. Fox bertemu dengan beberapa binatang yang kelaparan itu.

Meski sama-sama sudah lemah karena kelaparan, begitu juga dengan istri dan keempat Fox kecilnya, Mr. Fox yang cerdik tidak pernah kehilangan ide-ide yang fantastis. Ia kemudian mendapatkan sebuah ide yang bisa menyelamatkan keluarganya dan teman-temannya dari kelaparan.

Ide brilian apakah yang dimiliki Mr. Fox, sehingga ia dan keuarganya, juga para binatang yang kelaparan itu akhirnya bisa berpesta dengan banyak makanan dan minuman yang melimpah dan lezat?. Bagaimana pula nasib Boggis, Bunce dan Bean?

=================

Terdiri atas 18 bab yang dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi yang unik dan menarik, dan melalui ide cerita yang sederhana, Roald Dahl mampu merangkainya menjadi sebuah cerita yang luar biasa dan sarat akan pesan-pesan moral.

Mr. Fox yang Fantastis ini adalah sebuah kisah yang sederhana, ringan dan cerdas. Melalui kisah ini, Roald Dahl mengingatkan pembacanya untuk tidak berlaku pelit dan jahat. Selain itu, khususnya dari Mr. Fox dan keluarganya, kita diingatkan agar kita tidak menjadi orang yang gampang menyerah dan selalu berpikir positip dan cerdas untuk mendapatkan penyelesaian akan permasalahan yang menimpa kita.

Dengan terkandungnya pesan-pesan moral pada buku ini yang baik untuk anak-anak, sebenarnya, saya merekomendasikan buku ini kepada semua kalangan. Namun, sayang, pada edisi terjemahan yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama ini, terdapat beberapa kata atau ungkapan kasar yang menurut kurang baik jika dibaca oleh anak-anak. Jadi mungkin sebaiknya, buku ini lebih baik dibaca oleh remaja, dewasa da orangtua, yang sudah mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, yang kemudian bisa diceritakan kembali kepada anak-anak dengan terlebih dahulu mem-filter kata-kata kasar yang terdapat buku ini.

Pada tahun 2009, cerita ini telah diangkat ke layar lebar. Nah, dari filmya itulah saya mengetahui bahwa cerita tersebut berasal dari novel karya Roald Dahl. Daaan, meskipun sudah memiliki buku dari sejak lama, baru kesampaian tadi malam deh... saya membaca buku ini. Seperti biasa, detail filmnya memang agak berbeda dengan detail cerita pada bukunya, namun inti ceritanya tetap sama kok. Jadi, terserah kamu deh, mau baca bukunya dulu atau nonton filmnya terlebih dahulu? Yang pasti, gak usah membanding-bandingkan antara detail cerira di buku dan difilmnya, nikmati saja :) 

No comments :

Post a Comment