Sunday, October 18, 2015

Book Review : Timeline by Michael Chrichton

No comments
Mesin Waktu teknologi paling mutakhir di ambang abad ke-21. Proyek rahasia ITC, sebuah perusahaan penelitian New Mexico, yang ingin membuat gebrakan di awal dekade ini.

Beberapa mahasiswa pasca sarjana terpaksa terlibat dalam proyek ini ketika profesor mereka terseret masuk ke dalam mesin waktu itu dan terdampar di Prancis zaman abad ke-14. Pada masa itu sedang terjadi perang pribadi antara Sir Oliver, seorang ksatria Inggris keturunan bangsawan, dengan Arnaut de Cervole, rahib pembelot yang dijuluki Imamn Tertinggi. Membebaskan sang profesor berarti ikut terjun ke kancah peperangan itu, dan ke dalam kehidupan keras abad ke-14 yang penuh dengan berbagai intrik. Dan para mahasiswa muda itu baru menyadari betapa bermanfaatnya apa-apa yang telah mereka pelajari selama ini untuk bertahan hidup di masa itu.


Identitas Buku
Judul : Timeline
Judul Terjemahan : Mesin Waktu
Penulis : Michael Crichton
Penerjemah : B. Sendra Tanuwidjaya
Tebal : 672 Halaman
Kategori : Fiksi Ilmiah, Thriller, Sejarah, Fiksi Sejarah, Petualangan, Time Travel
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Januari 2000
ISBN : 9796556596
Rate : 5/5 Bintang

Review
Sebagai seorang ahli fisika yang briliant, Doniger (38 tahun), yang bernama lengkap Robert Doniger ini juga seorang yang kaya raya. Ia adalah pendiri sebuah perusahaan teknologi informasi terbesar di dunia yang memproduksi dan menjual perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Selain Doniger, ada dua orang lainnya di ITC, nama perusahaan tersebut, yang secara bersama-sama, mereka menemukan sebuah mesin. Kedua orang itu adalah John Gordon, yang meruapakan wakil presiden ITC, yang sebelumnya berprofesi sebagai manajer proyek angkatan udara, dan Diane Kramer seorang pengacara handal yang juga sekretaris Doniger.

Mesin hasil temuan tiga tokoh penting di ITC itu, menjadi sesuatu yang kemudian menjadikan 5 orang terlibat dalam sebuah kerjasama dan petualangan yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka sebelumnya akan bisa terwujud secara nyata.

Kelima orang itu adalah Profesor di bidang sejarah, Edward Johnston, sejarawan spesialis teknik, Chris Hughes, seorang ahli fisika bernama David Stern, arsiterk Kate Erickson dan Marek, seorang sejarawan yang tergila-gila dengan kehidupan Perancis di masa lalu. Ia yakin bahwa kehidupan masa lalu tidak kalah dengan kehidupan modern sekarang ini. Apa yang selama ini mereka pelajari di kampus dan menjadi proyek penelitian saat terkait mesin yang diciptakan oleh Doniger dan dua rekannya itu menjadi penentu kemampuan mereka untuk bisa bertahan dalam petualangan yang menegangkan ini.

Hingga pada suatu hari, saat beberapa sejarawan sedang melakukan penelitian terhadap kompleks La Roque, sebuah situs sejarah yang terletak di kawasan Dordogne, sebuah departement di Prancis yang mendapatkan namanya dari sungai yang mengalir di wilayah ini, Elsie, seorang ahli pustaka yang tengah ikut terlibat dalam penelitian tersebut menemukan sebuah dokumen dari tumpukan dokumen lama yang baru saja mereka temukan di reruntuhan Biara Santemere. Dokumen tersebut mereka kenali sebagai tulisan tangan dari Profesor mereka, Profesor Edward Johnston., yang seharusnya sedang berada di ITC untuk menyelediki sebuah kasus. Dokumen yang menurut mereka aneh itu berisi dua kata : "Tolong Aku". Tidak hanya itu yang membuat mereka kaget, karena meskipun sudah diuji dengan berbagai cara, dokumen tetap menunjukkan bahwa itu ditulis pada tahun 1361 M, ratusan tahun yang lalu.

Di tengah kondisi mereka yang terkaget-kaget itu, Marek mendapat telepon dari ITC untuk membawa 4 orang anggota tim yang paling mengenal Dordogne untuk segera datang ke ITC untuk menyelamatkan hidup Profesor Edward Johnston.

Sebenarnya, apa yang terjadi dengan Profesor Edward Johnston? Berhasilkah ia diselamatkan? Apa pula kaitan Profesor Johnston dengan dokumen tua yang berasal dari tahun 1361 Masehi tersebut?

==================

Ini adalah kali pertama saya membaca buku dari karya penulis asal Amerika, Michael Crichton (23 Oktober 1942 - 4 November 2008). Sebuah novel yang syarat akan bahasan ilmiah, terutama fisika dan kimia. Pada beberapa halaman awal, dan dialog-dialog para tokohnya, banyak tertulis kutipan-kutipan pernyataan dari para ahli fisika kuantum, karena memang, teori fisika kuantum ini menjadi ide utama dalam cerita ini. Tapi jangan khawatir, karena istilah-istilah fisika dan kimia yang berkaitan dengan isi cerita tersebut sebagian besar dijelaskan dalam bentuk catatan kaki. Begitu pula, dengan arti/terjemahan dari percakapan-percakapan dialog para tokoh yang kadang menggunakan bahasa Latin.

Saya sangat menyukai buku ini, bukan hanya dari isi ceritanya saja tapi juga dari cara penulis menjelaskan tentang canggihnya teknologi yang diciptakan oleh perusahaan ITC tersebut. Selain itu, setting waktu dan tempat di abad ke-14 digambarkan dengan detail sehingga kadang saya merasa ikut serta berpetualang di dalamnya, hehehe...


Saya merekomendasikan buku ini bagi kamu yang menyukai bacaan dengan "bumbu" fiksi ilmiah, perjalanan menembus waktu, teknologi, thriller, sejarah, aksi dan petualangan bahkan juga perang yang menegangkan, yang kesemuanya itu "diracik" Chricton dalam sebuah buku berjudul Timeline ini. Bahkan dari informasi yang saya baca di situs pribadinya (www.michaelcrichton.com), Crichton sampai menghabiskan waktu 1 tahun untuk penelitian sebelum akhirnya ia menulis buku ini. Untuk edisi terjemahan bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini, terjemahannya juga bagus, hanya ada sedikit kata-kata yang mengalami kesalahan pengetikan tapi itu tidak terlalu mengganggu saat membacanya.

Daaan, setelah selesai membaca Timeline ini, saya jadi penasaran banget dengan buku-buku karya Crichton lainnya yakni The Andromeda Strain (1969), Congo (1980), Sphere (1987), Jurrasic Park (1990), Airfame (1991), Diclosure (1993),  The Lost World (Jurassic Park, #2 (1995)), Prey (2002), dan State of Fear (2004). Sayangnya tidak lagi karya-karya terbaru dari penulis kelahiran  Chicago, Illinois, Amerika, 66 tahun lalu ini, karena ia sudah meninggal dunia pada tahun 2008 di  Los Angeles, California, Amerika, akibat penyakit kanker tenggorokan yang dideritanya.

"Tujuan sejarah adalah menjelaskan masa kini, untuk mengatakan mengapa dunia disekitar kita begini adanya"
(Timeline - Michael Crichton)

No comments :

Post a Comment