Friday, August 14, 2015

Book Review : Novus Ordo Seclorum by Zaynur Ridwan

No comments
"Zionisme dengan berbagai jubah organisasinya berusaha menaklukan dunia dalam satu pemerintahan : Novus Ordo Seclorum.
Novel konspirasi ini membuka mata kita semua terhadap bahaya Zionisme tersebut"
- Artawirya, Penulis Masalah Zionisme -

Dalam waktu yang hampir bersamaan, seorang peneliti WHO di Meksiko, seorang pengusaha Inggris, dan seorang senator di Amerika ditemukan tewas meninggalkan pesan anagram yang sama,serta petunjuk dari simbol bahasa purba yang disebut Codex Magica.

Dengan menggunakan penetahuan recode anagram, seorang pemuda Indonesia bernama Bumi dan sahabatnya, Marie, berusaha membongkar konspirasi sejumlah elit tokoh politik yang tergabung dalam persekutuan pemuja berhala, Bohemian Grove, yang anggotanya terdiri dari para presiden dan mantan presiden, pengusaha kelas atas, serta keturunan bangsawan di Eropa dan Amerika. Kelompok ini bersama jejaring Illuminati, Freemason, dan Club of Rome, berusaha melapangkan sebuah rencana depopulasi umat manusia dengan persiapan yang sangat matang melalui konspirasi kesehatan, polotik, ekonomi, dan teknologi militer.

Petunjuk penting dari anagram tersebut membawa Bumi dan Marie ke sebuah tempat yang sangat rahasia di Washington yang ternyata menjadi pusat terbentuknya program-program depopulasi umat manusiayang akan dimulai dalam waktu yang sangat dekat dari sekarang.



Identitas Buku
Judul : Novus Ordo Seclorum (Tatanan Dunia Baru)
Penulis : Zaynur Ridwan
Kategori : Fiksi, Misteri, Thriller, Konspirasi
Dimensi Buku : 384 halaman, 13.5 x 20.5 cm, 1000 gram
ISBN : 978-979-19163-4-9
Penerbit : Salsabila Kautsar Utama
Softcover, Cetakan Kedua, Juli 2010

Review
Ketegangan cerita dalam buku ini dimulai ketika ditemukannya dr. Jane Issaura dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi di wilayah peternakan babi miliknya. Dugaan sementara ia meninggal akibat kanker kulit. Yang ditinggalkannya hanya sebuah kertas cuka dengan kalimat "The Best of Karma, Be The Masanic", serta mulut yang membentuk huruf “O”.

Namun belakangan ratusan babi yang berada di peternakan itupun mati.

Sementara itu di tempat lain, dua orang pria berbeda kewarganegaraan yang memiliki status sosial tinggi serta cukup popular, juga ditemukan meninggal dalam kondisi yang sama.

Sehingga kini, fakta yang di dapati adalah tiga orang, yaitu 2 pria dan 1 wanita ditemukan meninggal dalam posisi telungkup di lokasi yang berbeda-beda, namun dengan luka lepuh dan petunjuk codex magica dan meninggalkan tulisan The Best of Karma, be The Masanic yang sama. Dan belakangan ditemukan juga sebuah chip yang terbakar di kepala ketiga korban misterius itu.

Bumi, seorang pemuda asal Indonesia bersama dengan Marie yang merupakan putri dari dr. Jane, berusaha mencari tahu apa sebenarnya yang menjadi penyebab kematian dari dr. Jane tersebut. Seiring dengan informasi-informasi mengejutkan yang mereka temukan, keduanya kini dengan sebuah konspirasi tingkat dunia yang berkeinginan menciptakan sebuah Tatanan Dunia Baru.

Dimana berdasarkan informasi yang diperoleh Bumi dan Marie, pihak-pihak terkait yang ingin mewujudkan hal tersebut, tengah mengembangkan sebuah rencana berupa depopulasi (menurunkan jumlah penduduk) umat manusia melalui berbagai konspirasi, seperti kesehatan, politik, ekonomi, serta teknologi milter. Adapun depopulasi yang dilakukan guna menciptakan Tatanan Dunia Baru dari bidang kesehatan dilakukan melalui program-program antara lain :

1. Mengusai industri kesehatan, rumah sakit, dan farmasi.
2. Kontrol populasi terutama di negara berkembang dan negara-negara dunia ketiga. Misalnya program 1 anak di Cina, program seks tanpa reproduksi (seks dengan aneka alat kontrasepsi) dan reproduksi tanpa seks (bayi tabung).
3. Membuat kebijakan manipulatif seperti melegalisasi aborsi, euthanasia, homoseksualitas dan lesbianisme, menguasai industri obat dan teknologi dalam membuat obat-obatan.
4. Peningkatan produksi alkohol dan nikotin agar menjadi konsumsi umum.

Sebelumnya, sebelum meninggal, dr. Jane membuat pengakuan melalui sebuah video. Dalam rekaman video itu, antara lain ia menyebutkan bahwa virus hanyalah satu upaya untuk melapangkan jalan menuju depopulasi umat manusia. Terbukti virus flu burung dan flu babi telah melanda banyak negara di dunia.

Selanjutnya, dr. Jane  juga menyatakan bahwa pada akhir tahun lalu, sebuah pesawat melakukan chemtrail, yaitu pembuangan suatu bentuk zat kimia atau biologi dari udara dengan cara tersembunyi namun sistematis. Mereka melakukannya di Ceko, Ukraina, Cina, Australia, dan beberapa kota lain di Eropa. Di Timur Tengah mereka masuk juga ke Mesir, Yordania, Labanon dan Irak. Salah satu zat yang disemprotkan itu adalah superabsorbent polymer. Zat tersebuit tidak akan membunuh makhluk hidup (termasuk manusia) secara langsung namun akan masuk ke air dan mengubah molekul menjadi racun, dan jika masuk ke tanah akan diserap tanaman lalu sedikit demi sedikit merobek ginjal jika sayuran tersebut dikonsumsi makhluk hidup.

Pada bagian selanjutnya, Zaynur sesuatu yang membuat saya terkejut ketika ia menyebutkan bahwa ada sebuah perusahaan menawarkan vaksin flu burung kepada Indonesia, Menteri Kesehatan saat itu, Dr. Siti Fadilah Supari, menolak dengan tegas. Karena setelah diteliti ternyata mengandung virus flu burung dari Vietnam. 

“ Terdapat semacam konspirasi yang melibatkan perusahaan farmasi kelas atas dan ini dirancang oleh negara-negara besar “ (halaman 136)

Setelah dengan cepat membaca buku ini tadi malam, untuk beberapa saat bahkan hingga saat ini, saya tidak bisa menghilangkan isi cerita ini dari pikiran saya. Selain ada berbagai pertanyaan yang bermunculan di kepala saya, Zaynur sukses  membuat saya ketakutan, khawatir dan penasaran. Terutama ketika Zaynur menulis bahwa  AIDS bukan berasal dari monyet Afrika atau perbuatan homoseksual. Sebuah studi kasus di New York terlihat bahwa pola pengidap AIDS ternyata sama dengan mereka yang terjangkit Hepatitis B. Dutambah dengan ilustrasi disajikan Zaynur sebagai data pendukung cerita, saya nyaris saja terpengaruh bahwa apa yang ada di buku ini adalah sebuah kebenaran yang nyata, bukan sekedar cerita belaka.

Kelebihan dan Kekurangan
Secara fisik, baik dari desain cover, kualitas kertas, spasi tulisan serta bentuk dan ukuran font, saya suka. Sayangnya, penjilidannya kurang kuat, jadi, ketika saya membuka halaman-halaman saat membacanya, banyak dari halaman-halaman  tersebut terlepas begitu saja. Entah mungkin ini akibat dari kelamaan disimpan juga sih, hehehe...

Disamping ending yang menggantung, meskipun hal ini bisa sangat dipahami karena kita memang tidak tahu (ataukah belum tahu?), tentang kebenaran terwujudnya Tatanan Dunia Baru tersebut, saya sangat menyukai ide dan alur dari cerita pada buku ini.

Rating Time!
Sekalipun hingga halaman terakhirnya buku ini tidak membuat saya bisa menarik nafas lega seperti ketika saya membaca novel-novel thriller lainnya, yang ada justru sempat memunculkan berbagai pertanyaan di kepala saya, saya persembahkan 4/5 bintang untuk buku ini,

Dan, untuk sang penulis dan penerbit yang menurut saya, keduanya terbilang 'berani' untuk menerbitkan novel bertema konspirasi seperti ini saya acungkan dua jempol :)

Dan jadi penasaran juga, ingin membaca buku-buku lain karya penulis Zaynur Ridwan ini.
Review ini diikutsertakan dalan Tantangan Baca Ulas 2015 Season 2

No comments :

Post a Comment