Wednesday, September 23, 2015

Book Review : The House I Loved by Tatiana de Rosnay

1 comment
Paris, France: 1860's. Hundreds of houses are being razed, whole neighborhoods reduced to ashes. By order of Emperor Napoleon III, Baron Haussman has set into motion a series of large-scale renovations that will permanently alter the face of old Paris, moulding it into a "modern city." The reforms will erase generations of history--but in the midst of the tumult, one woman will take a stand.

Rose Bazelet is determined to fight against the destruction of her family home until the very end; as others flee, she stakes her claim in the basement of the old house on rue Childebert, ignoring the sounds of change that come closer and closer each day. Attempting to overcome the loneliness of her daily life, she begins to write letters to Armand, her beloved late husband. And as she delves into the ritual of remembering, Rose is forced to come to terms with a secret that has been buried deep in her heart for thirty years. Tatiana de Rosnay's The House I Loved is both a poignant story of one woman's indelible strength, and an ode to Paris, where houses harbor the joys and sorrows of their inhabitants, and secrets endure in the very walls...


Identitas Buku
Judul : The House I Loved
Penulis : Tatiana de Rosnay
Bahasa : Inggris
Kategori : Historical Fiction, Romance
Format/Tebal : PDF/184 Halaman
Penerbit : St. Martin's Press, 14 Februari 2012
ISBN 13 :  9781429950473
Rate : 3/5 Bintang

Review
Rose Bazelet, adalah seorang janda yang baru saja ditinggal mati oleh suaminya, Armand Bazelet. Selama menikah dengan Armand, mereka tinggal di rumah keluarga Bazelet.

Sebelumnya, ketika masih lajang, Rose dan kakaknya tinggal di rumah sederhana di sebuah pedesaan. Masa-masa kecil Rose dan kakaknya adalah masa-masa penuh kepedihan dan kesepian. Mereka bertahan hidup tanpa kasih sayang dan cinta dari orang tua mereka. Beruntung, ketika Rose menikah dengan Armand, Odette, ibu Armand adalah sesosok wanita yang sangat baik, ramah, lembut, keibuan dan penuh cinta. Odette begitu menyayangi Rose dan kakaknya. Saat Rose tinggal dirumah keluarga Bazelet yang nyaman dan penuh bersejarah bagi suaminya, kakak Rose tetap menginginkan tinggal di rumah sederhana mereka. Namun demikian, hampir setiap minggu mereka saling mengunjungi.

Tidak lama setelah suaminya meninggal, Odette, ibu mertua yang begitu sangat ia sayangi pun meninggal dunia. Sejak saat itu pula, Rose lah yang bertanggung jawab atas rumah keluarga Bazelet sekaligus menjadi pemiliknya. Sedih karena kini Armand dan Odette sudah tiada, Rose bertekad akan selalu menjaga dan merawat rumah yang telah menjadi tempat lahir, tumbuh dan bahkan menjadi tempat saat suaminya menghembuskan nafas terakhirnya itu. Dengan menyewa beberapa properti untuk keperluan membuka sebuah toko. Rose menjadi dua ruangan bagian depan rumah tua menjadi sebuah toko bunga yang cantik yang setiap paginya selalu dipenuhi bunga-bunga harum dan cantik dan sebuah toko buku. Rose merasa senang, saat pada setiap harinya, kedua tokonya selalu kedatangan pengunjung dan pembeli. Ia yakin, jauh disana, Armand dan Odette juga pasti merasa senang.

Ketika Raja Napoleon III mulai merenovasi Paris untuk menjadi sebuah kota yang lebih modern, Rose menerima surat yang isinya memberitahukan bahwa rumahnya serta seluruh jalan disekitar lingkungan tersebut akan diruntuhkan. Betapa kaget dan sedih nya Rose saat itu. Berbeda dengan para tetangganya yang menerima dengan begitu saja keputusan dari pemerintah, Rose adalah satu-satunya pemilik rumah di kawasan itu yang menolak rumahnya dirubuhkan. Saat hampir semua tetangganya mulai berpindah ke tempat lain, Rose tetap tinggal disitu bahkan hingga tempat itu sudahtidak berpenghuni dan siap diratakan.

Rose yang merasa sedih dan bersalah karena tidak bisa menjaga tempat kesayangan suaminya itu, sering menghabiskan duduk termenung di dalam rumah. Sementara para petugas di luar rumahnya membujuk untuk keluar dan segera pindah dari rumah itu. Hingga akhirnya, para petugas sedikit demi sedikit mulai meruntuhkan beberapa bagian-bagian rumahnya. Namun bukannya merasa takut dan keluar dari rumah itu, Rose justru memasuki ruang bawah tanah milik keluarga Bazelet dahulu.

Di ruang bawah tanah tersebut, menghabiskan waktu dengan menulis surat. Banyak surat. Untuk Armand, suami yang sangat ia cintai. Ia menulis banyak hal tentang semua yang ia rasakan. Menceritakan kisah hidupnya, beberapa kisah ketika ia masih kecil dan remaja yang belumsempat ia ceritakan kepada suaminya. Bahkan termasuk, pengalaman-pengalaman menyedihkan hidup tanpa orantua, juga pengalaman-pengalaman konyol dan lucu bersama dengan kakaknya. orang lain di jalan, Rose perkelahian kembali. Dia menolak untuk bergerak. Tidak hanya itu, Rose juga menuliskan sebuah rahasia yang tersimpan selama 30 tahun terakhir ini, sebuah rahasia yang berkaitan dengan rumah tua keluarga Bazelet, sebuah rahasia yang kemudian semakin menguatkan tekad Rose untuk tetap mempertahankan rumah itu dari penggusuran.

Berhasilkah Rose mempertahankan rumah yang begitu bersejarah bagi suaminya dan kini juga menjadi sebuah rumah yang sangat ia cintai itu? Rahasia apa yang Rose tuliskan dalam sebuah surat untuk suaminya terkait rumah itu?

==========

Pada bagian awak sampai mejelang pertengahan cerita, jujur saja saya agak merasa bosan membaca ebook ini. Namun, ketika penulis semakin banyak bercerita tentang suasana keteraturan hidup masyarakat Paris di tahun 1880-an yang terasa cukup detail, kebosanan yang saya rasakan diawal, berangsur-angsur hilang dan kemudian saya malah jadi enggan melepaskan ebook ini sebelum akhirnya sampai di halaman terakhir.

Sebuah kisah fiksi sejarah yang romantis :)

1 comment :