Juni, Buku, dan Luka
June 30, 2026Juni kali ini. Di sepanjang tiga puluh hari yang ada di dalamnya, ada banyak hari yang datang membawa begitu banyak hal yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Membawa kenyataan yang tidak ingin kuterima. Membawa luka yang membuat dadaku terasa begitu sesak, luka yang aku tidak tahu kapan sembuhnya.
Yang paling sulit bukan hanya rasa sedihnya. Yang paling sulit adalah, kenyataan bahwa aku tidak benar-benar bisa menceritakannya kepada siapa pun. Ada beberapa hal yang terlalu rumit untuk dijelaskan. Terlalu panjang dan melelahkan untuk diceritakan. Maka aku diam. Aku menyimpannya sendiri.
Perlahan, aku kembali kepada satu tempat yang selama ini selalu menerimaku tanpa banyak bertanya: buku.
Buku-buku fiksi mengajakku berjalan ke kehidupan orang lain. Mereka menunjukkan bahwa kehilangan bukan hanya milikku. Bahwa setiap orang memiliki perjuangannya sendiri. Bahwa manusia sudah sejak lama belajar bertahan dari berbagai bentuk kesedihan. Dari mereka aku belajar bahwa rasa sakit tidak selalu harus segera hilang agar hidup bisa terus berjalan.
Sementara itu, buku-buku nonfiksi mengingatkanku pada sesuatu yang berbeda. Mereka membuatku sadar betapa luas dunia ini. Betapa banyak hal yang belum kuketahui. Betapa banyak ilmu, sejarah, pengetahuan, dan cerita yang masih menunggu untuk kutemukan.
Di tengah pikiran yang terus berputar-putar pada hal yang tidak bisa kuubah, buku-buku itu seolah berbisik bahwa dunia tidak berhenti hanya karena aku sedang terluka.
Masih ada begitu banyak hal yang layak untuk dipelajari.
Masih ada begitu banyak tempat yang layak untuk dijelajahi.
Masih ada begitu banyak halaman yang belum kubuka.
Aku tidak boleh berhenti.
Dan kadang pertolongan itu datang dalam bentuk yang sangat sederhana.
Membeli satu buku baru.
Membuka plastik pembungkusnya.
Mencium aroma kertas yang khas.
Membalik halaman-halamannya untuk pertama kali.
Atau sekadar berdiri di depan rak buku dan memandangi koleksi yang selama bertahun-tahun telah menemaniku. Hal-hal kecil yang mungkin terdengar sepele bagi orang lain. Tetapi bagiku, itu sering kali cukup untuk membuat hari yang berat menjadi sedikit lebih ringan.
Apakah buku bisa menghilangkan kesedihan?
Tidak.
Apakah buku bisa mengubah kenyataan?
Juga tidak.
Tetapi buku-buku itu membantuku bertahan sampai hari berikutnya.
Karena yang kita butuhkan, kadang memang bukan sesuatu yang mampu menyembuhkan seluruh luka. Kita hanya membutuhkan sesuatu yang membantu kita bertahan satu hari lagi.
Juni kali ini mengajarkanku banyak hal. Tentang menerima. Tentang melepaskan. Tentang tetap melangkah meski hati tidak selalu baik-baik saja.
Dan di sepanjang perjalanan itu, buku-buku selalu ada. Teman-teman diam yang tidak pernah memintaku menjelaskan apa yang terjadi, tetapi selalu berhasil membuatku merasa sedikit lebih baik.
— Selasa, 30 Juni 2026. Jam 23.45
Akhirnya, Juni kali ini berakhir.
Bertahanlah. Bertahanlah di hari-hari berikutnya, dan di hari-hari berikutnya lagi. Sembuhlah.
0 Comments