Monday, June 18, 2012

Perokok Pasif lebih TERANCAM dibanding Perokok Aktif.!!!

5 comments

http://medicine.ucsf.edu/images/fom11/sglantz360.jpg
Prof. Stanton Glant
Seorang Guru Besar Ilmu Kesehatan Universitas of California, Sanfransisco, Amerika Serikat. Prof. Stanton Glant membagi asap rokok menjadi dua kelompok.

Kelompok Pertama;
Asap yang langsung terhisap masuk ke dalam paru-paru oleh si perokok.
Kelompok Kedua;
Asap yang berasal dari ujung rokok terbakar saat tidak dihisap.

Pada kelompok kedua ini ternyata kandungan racun lebih tinggi dari pada kandungan racun kelompok pertama.


Kenapa asap rokok begitu membahayakan?
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8d/Cigarette.jpg/220px-Cigarette.jpg

Karena mengandung zat yang mematikan. Zat-zat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Nikotin, zat ini punya sifat adiktif yang membangkitkan dopamine.
Dopamine adalah salah satu sel kimia dalam otak yang jika berlebihan dapat menimbulkan rasa kecanduan.

Setelah rokok dibakar  lalu dihisap, baik oleh si perokoknya sendiri (perokok aktif) maupun orang-orang disekelilingnya (perokok pasif), 2% dari Nikotin akan langsung menyerap kedalam otak dalam waktu 15 detik. 

Nikotin inilah yang berfungsi sebagai penyebab penyempitan pembuluh darah dan berkurangnya oksigen di seluruh tubuh.

2. Tar, zat yang merupakan partikel padat yang dikeluarkan dan terdiri dari 4000 zat kimia yang membahayakan tubuh. Salah satu penyakit yang ditimbulkan oleh Tar adalah penyakit Kanker.

Ampas Tar yang menempel pada gigi, menyebabkan gigi menjadi berwarna kekuning-kuningan dan bahkan hitam. 
Tar memiliki kandungan 43 bahan Karsinogenik yang menempel di paru-paru. 

Dalam masa 20-30 tahun, bahan ini terus bekerja untuk mengubah sel epitel bronkus paru-paru menjadi sel kanker ganas.

3. Karbonmonoksida/CO
GasCO yang dikeluarkan oleh ujung rokok yang dibakar sama dengan gas beracun yang disemburkan oleh knalpot di jalan raya.

4. Zat-zat beracun lainnya
Hydrogen Cynide (zat kimia yang biasa digunakan untuk mengeksekusi/menhukum mati), Aceton (penghapus kuteks kuku), Ammonia (pembersih lantai), Methanol (bahan bakar roket),  Toluene (zat pelarut yang biasa digunakan di industry-industri kimia), Arsenic (racun tikus), Napthalene (kapur barus), Butane (bahan bakar pada korek api), Cadmium (dipakai untuk accu mobil), Vinyl Cholide (bahan pembuat plastik)

 http://3.bp.blogspot.com/-WDpgMocz0_8/T75R8-ESsJI/AAAAAAAAAoc/nMhzWPUXaUU/s1600/bahaya+merokok.jpg


Bayangkan kalau semua zat tersebut bersarang di tubuh kita, atau ditubuh orang-orang disekeliling kita. Walau saat ini kita merasa nyaman dan sehat dapat dipastikan umur kita akan berakhir dengan tubuh yang digerogoti berbagai penyakit kronis, karena semua itu memang berlangsung dalam jangka panjang.

Jangan merasa sungkan untuk menegur orang yang sedang merokok didekat kita, apalagi jika ada bayi atau kecil juga disekitar itu, atau segeralah menjauh darinya. Sebab perokok pasif (orang yang mencium asap rokok dari yang sedang merokok), lebih beresiko dibandingkan dengan perokok itu sendiri.

Untuk mereka para perokok aktif, diharapkan dapat menempatkan diri ketika sedang merokok, sehingga tidak mendholimi orang lain.


http://rokokituberbahaya.files.wordpress.com/2010/08/kampanyeantirokok_08012010154302.jpg


5 comments :

  1. Aku Bukan Perokok,,
    Klo ada yg merokok, lngsung aku bilangin "Tolong matikan Rokoknya"

    ( 0_0)

    ReplyDelete
  2. bagus-baguss... two thumb up deh buat Bobby >_<

    ReplyDelete
  3. bner banget mba, perokok pasif lebih bahaya dari perokok aktif :)
    tapi saya sendiri blm bisa berhenti merokok.hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa. Pasti bisa. Semangaat!!
      Demi kesehatan diri sendiri dan orang-orang disekitar mas Hendri, harus bisa ^_^

      Delete
  4. dulu,20 tahun yang lalu,samar-samar aku mendengar rokok buruk untukmu karena memicu kanker, sekarang aku mendengar teriakan keras,matikan rokokmu, tidak baik untuk kesehatan, dan sekarang samar samar aku mendengar, nasi tidak baik untukmu karena kandungan gula terlalu tinggi, bisa diabetes,jangan-jangan 20 tahun kemudian ada teriakan keras ,jangan makan nasi, tidak baik untuk kesehatan, makanlah gandum

    ReplyDelete