Wednesday, August 1, 2012

Dua Hal yang Misterius, ALIEN dan UFO

No comments

Hingga saat ini keberadaan UFO masih menjadi salah satu isu yang paling inspiratif dan kontroversial. Ratusan buku menarik dan penuh imajinatif ditulis lengkap dengan berbagai bentuk kesaksian. Industri film juga tak luput dari pengaruh makhluk-makhluk misterius ini. Puluhan film telah diproduksi dengan biaya milayaran dolar untuk mengangkat kisah mereka melalui berbagai versi. Tak kalah bereaksi adalah para produsen produk yang gemar mengiklankan produk mereka dengan memerankan sosok alien sebagai modelnya.

Dalam tataran ilmiah, sudah berapa kali seminar lokal hingga internasional yang membahas kemungkinan keberadaan mereka. Berbagai proyek penelitian misterius beranggaran milyaran dolar dengan menggunakan alat-alat canggih sengaja dibuat sekadar untuk melacak bisikan mereka. Hingga akhirnya lembaga perserikatan bangsa-bangsa pun ikut merasa terpanggil untuk membicarakannya. Foto di samping ini adalah sebuah  penampakan UFO terkenal yang muncul di atas Passaic, New Jersey, 31 July 1952, yang diambil dari dokumen FBI.

APA KITA PERCAYA MEREKA ADA?
Konon, seorang peneliti UFO internasional bernama J. Allen Hynek pernah melakukan survey untuk mengetahui tingkat kepercayaan makhluk misterius itu. Disimpulkan olehnya, bahwa 57% masyarakat AS mempercayai keberadaan makhluk asing itu.

Di Indonesia sendiri pernah dilakukan riset sejenis oleh Frank Small & associaties (FSA) pada tahun 1997 silam. Hasilnya, ternyata lebih dari 67% warga Jakarta percaya keberadaan UFO. Polling serupa pernah diadakan oleh ROAR pada tahun 2000 di Indonesia. Hasilnya sendiri hampir serupa. 61% dari remaja Indonesia usia 15-24 tahun percaya adanya UFO. ROAR adalah sebuah konsorsium yang terdiri dari surat kabar The Guardian, perusahaan iklan Carlton Secreen, radio siaran Kiss FM, Stasiun televisi Channel 4, majalah konsumen Emap dan biro iklan BMP PMD.

KESAKSIAN KEBERADAAN MEREKA
Tercatat lebih dari 1300 kasus jejak fisik telah dilaporkan. Ribuan orang dari 133 negara mengaku pernah menyaksikan dan bahkan melakukan interaksi dengan makhluk ini. Bahkan beberapa diantara mereka yang bersaksi adalah para astronot, astronom, ahli radar, penerbang sipil dan militer, pejabat pemerintahan hingga para ilmuwan.

Tercatat, kesaksian pertama terhadap penampakan benda asing ini terjadi pada abad 18-an. Saat itu sebuah kapal lampu elektrik terlihat oleh ratusan orang di Sacramento, California. Kejadian itu berlangsung pada tanggal 17 November 1896. Dengan segera muncul ratusan laporan lain yang mengaku melihat obyek misterius yang berputar-putar dan bercahaya. Namun akhirnya kasus itu ditutup karena ditengarai laporan tersebut hanya dibuat-buat.

Kisah lain diceritakan oleh seorang pilot sipil bernama Kenneth Arnold yang memberi kesaksian adanya sembilan pesawat terbang. Pesawat itu bergerak dengan sangat cepat, bercahaya putih biru dan terbang di atas pegunungan Cascade, Washington DC. Sebanyak 88 laporan dari 400 orang yang tersebar di 24 negara bagian pada hari yang sama mengaku melihat apa yang disaksikan Arnold.

Menanggapi isu tersebut, militer mengklaim apa yang dilihat Arnold hanyalah rongsokan dari balon cuaca. Namun klaim tersebut dibantah tigapuluh tahun kemudian oleh ketua intelejan Jesse Marcel yang membuka kembali kasus tersebut.

Kesaksian-kesaksian lain diantaranya yang tercatat dalam situs www.wikipedia.com adalah :
- Tanggal 24 September tahun 1235, Jendral Yoritsune dan pasukannya mengamati bola aneh bercahaya yang terbang dengan pola tak beraturan di langit malam dekat Kyoto, Jepang,
-  Tanggal 14 April 1561, langit di atas Nuremberg, Jerman, dilaporkan bahwa dipenuhi oleh banyak objek yang tampaknya sedang melakukan pertempuran di udara. Menurut cerita, bola-bola kecil dan cakram-cakram muncul dari tabung besar,
-  Bulan Juli 1868, penyelidik BETA mendokumentasikan penampakan piring terbang yang yang terjadi di kota Copiapo, Chili,
-  Tanggal 25 Januari 1878, Denison Daily News menulis bahwa petani lokal yang bernama John Martin melaporkan penampakan objek terbang yang besar, gelap, dan bulat menyerupai balon terbang “dengan kecepatan yang menakjubkan”. Ia membandingkan ukuran objek tersebut saat berada di atas kepalanya sebagai “piring yang besar”,
- Tanggal 13 Oktober 1917 terjadi Insiden Fátima atau “Keajaiban dari Matahari”, yang disaksikan oleh puluhan orang di antara ribuan orang di Fátima, Portugal. Dipercaya oleh beberapa peneliti bahwa kejadian itu benar-benar merupakan peristiwa penampakan piring terbang,
-  Selama Perang Dunia II, penampakan “Pejuang musuh” (bola bercahaya dan terdapat bentuk lainnya yang mengikuti pesawat) dilaporkan oleh pihak Eropa maupun pihak Jepang yang berseteru,
-  Tangal 25 Februari 1942, dikenal dengan Insiden tersebut kemudian dikenal sebagai “Pertempuran Los Angeles”, atau “Peyerangan udara di pesisir barat”, saat tentara Amerika Serikat mendeteksi adanya pesawat terbang tak dikenal yang diamati lewat pandangan mata dan pada radar di atas Los Angeles, wilayah Kalifornia. Asal-usul pesawat tersebut tidak pernah diketahui.

Sayangnya dari semua kesaksian tersebut, tidak ada satupun yang didukung oleh bukti fisik atau sekadar dokumentasi yang memadai. Foto-foto dan video dokumentasi yang ada tidak satupun dibuat dalam kualitas dan akurasi yang bagus. 

Kebanyakan berupa tampilan yang samar dan sangat meragukan. Karena beberapa dokumentasi, setelah melalui pengujian, ternyata hanyalah foto atau video palsu yang dibuat sekadar untuk iseng belaka.

Bantahan dari para saksi dan pemerhati UFO atas minimnya dokumentasi dan data adalah karena hampir semua saksi mengalami masalah pada psiko-fisiologis saat mereka berinteraksi dengan para makhluk asing ini.

Selain itu, kebanyakan mereka yang pernah berinteraksi dengan UFO mengalami gejala-gejala seperti disorientasi, kehilangan rasa waktu, lupuh sebagian, kehilangan pengendalian otot sadar, halusinasi pendengaran dan pendengaran, keluhan mata mulai dari peradangan hingga kebutaan sesaat dan reaksi-reaksi psikis yang sangat kuat dan berjangka panjang seperti gangguan tidur serta perubahan tingkah laku yang drastis.

SEBUTAN UNTUK MEREKA?
Mereka didefinisikan dengan berbagai sebutan. Kebanyakan mereka lebih sering disebut Unidentified Flying Object (UFO). Orang di belakang istilah UFO adalah Edward J. Ruppelt, kepala Airforce’s Project Bluebook, Amerika, pada tahun 1952. Buku catatan Ruppelt, “The Report on Unidentified Flying Objects”, 1956 atau “Laporan mengenai objek terbang tak dikenal”, adalah buku pertama yang menggunakan istilag UFO.

Terkadang mereka juga disebut sebagai makhluk luar angkasan bernama “Extraterestrial” (ET). Selanjutnya karena mereka dipercaya lebih cerdas dari manusia, maka mereka juga disebut makhluk luar angkasa cerdas atau “Extra Terrestrial Intelegence” (ETI).

Para komunitas dan peneliti makhluk luar angkasa di Indonesia lebih sering menggunakan istilah “Benda Terbang Aneh” (BETA). Istilah itu dikenalkan oleh Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) era tahun 1960-an, Marsekal Muda TNI-AU J. Salatun.

Seorang akuntan publik dari Bandung bernama C. M. Tanadi yang pada tahun 80-an banyak menerbitkan buku terjemahan tentang fenomena ini lebih memilih menggunakan istilah “Benda Terbang Belum Dikenal” (BETEBEDI).

SEPERTI APA MEREKA?
Kisah tentang UFO selalu identik dengan wujud mereka dan kendaraan yang mereka gunakan. Wujud para makhluk Alien ini biasanya ditampilkan berupa makhluk yang kecil bermata besar dengan ukuran kepala super besar yang tidak proporsional sebagaimana layaknya manusia kebanyakan. Hal ini menggambarkan ukuran otak mereka yang besar karena dianggap lebih cerdas dari manusia.

Panggilan mereka adalah Alien. Kulit mereka licin dan berwarna hijau terang dengan balutan baju serta rompi besi. Jumlah jemari tangan dan kaki lebih sedikit dari jumlah jemari manusia normal. Mereka berkomunikasi dengan bahasa kode yang konon saking cerdasnya mereka mampu memahami bahasa yang dipakai manusia bumi.


Dengan model tampilan ala kostum pesta Helloween rancangan para desainer Hollywood, sebenarnya sangat tidak menunjukkan karakter makhluk cerdas. Namun itulah wujud sosok imajinatif makhluk asing tersebut yang tersimpan di benak kita.

Konon mereka muncul secara tiba-tiba dengan mengendarai pesawat berbentuk cakram yang mampu melesat secapat kilat. 

Kehadiran mereka seperti bermain kucing-kucingan, datang dan pergi sekilas dan tanpa di duga.

Seorang reporter dari United Press, mengenalkan istilah piring terbang untuk mendefinisikan obyek terbang tersebut. Menurut Mayor Donald Keyhoe, mantan korps operasi AL AS, pada sebuah artikel di majalah True, menyatakan bahwa piring terbang tersebut diduga sedang dalam misi pengawasan terhadap makhluk bumi. Darah, sperma, indung telur menjadi obyek penelitian yang menarik bagi mereka.

Untuk melaksanakan misi tersebut, mereka dilengkapi dengan berbagai senjata dan peralatan pertahanan yang semua serba canggih. Menggunakan sinar laser sebagai senjata utamanya.

Hinggi kini, wujud dan penampakan mereka terus berkembang dan mengalami perubahan sesuai dengan tingkat imajinasi manusia. Dan yang pasti, seperti apa wujud asli dari makhluk asing ini belum ada yang memberikan kesaksian beserta bukti fisiknya. Jadi semua itu masih hanya rekaan semata.

PARA PENCARI UFO?
Meskipun keberadaan mereka masih belum pasti, berbagai bentuk pencarian melalui proyek penelitian mewah dan super canggih terus digalakkan. Tak terkecuali juga dibentuknya berbagai wadah dan kumpulan dari sekadar pencinta hingga para pencari makhluk asing ini.

Riset pertama yang dipusatkan untuk memenuhi obsesi akan komunikasi dengan makhluk asing ini bernama Proyek Ozma. Riset ini diprakarsai oleh Frank Drake, seorang astronom radio dari “National Radio Astronomy Observatory”. Proyek ini menggunakan alat penangkap sinyal berupa sebuah piringan raksasa berukuran 85 kaki dan dipasang pada gelombang 1420 MHz di radio tempat Frank bekerja. Antena dipasang dengan diarahkan pada dua bintang yang umurnya kira-kira sama tuanya dengan matahari.

Hasil penelitian ini belum membuahkan hasil. Selama enam jam per harinya sejak April hingga Juli tahun 1960, proyek ini baru menangkap sinyal yang awalnya di duga berasal dari bintang Tau Ceti dan Epsilon Eridani. Sayang, ternyata sinyal itu tak lebih dari alarm yang salah dari sinyal proyek militer rahasia.

Proyek besar lain yang pendanaannya pernah ditanggung oleh Steven Spilberg, seorang sutradara film brilian dimulai tahun 1984. Proyek ini bernama SETI (Search for Extra Terrestrial Intelegence).

Proyek SERENDIP (Search for Extraterrestrial Radio Emmisions from Nearby Developed Intellegent Populations) adalah usaha lain yang dilakukan dengan menggunakan sinar laser untuk mencari sinyal radio dari luar angkasa. Proyek ini terinspirasi oleh seorang penulis fiksi ilmiah bernama Arthur C. Clarke.

PBB juga pernah terlibat dalam pembahasan serius keberadaan UFO. Atas usulan dari Sir Eric Matthew Gairy, Perdana Menteri Grenada, masalah tentang makhluk asing ini dibicarakan dalam komite khusus dari majelis umum PBB di sidangnya yang ke-33 pada hari senin, 27 November 1978. Dr. J. Allen Hynek, salah seorang penyaji dalam sidang tersebut adalah pendiri “Center for UFO Studies” pada tahun 1973, yang dimaksudkan untuk menyediakan sumber informasi bagi semua kalangan tentang hasil penelitiannya terhadap UFO.

Di AS pernah dilaksanakan proyek rahasia bernama Proyek “Sign” dan “Bluebook”. Keduanya bertugas untuk mengolah dan mempelajari semua kesaksian UFO untuk dilaporkan pada angkatan udara.
Di Inggris pernah didirikan BUFORA (British UFO Research Asosiation). Sedangkan di Indonesia sendiri pernah diadakan sebuah seminar mengangkat tema tentang UFO pada 30 Juni 1979. Diprakarsai oleh Yayasan Idayu, dengan judul “UFO, Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini” dan menghadirkan J. Salatun.

Dari semua proyek penelitian dan seminar yang dilaksanakan demi menggali informasi tentang UFO, sejujurnya tidak pernah satu kalipun mendapatkan data dan informasi yang pasti tentang keberadaan makhluk asing ini. Data yang masuk hanya berupa kesaksian lisan yang terkadang didukung oleh bukti foto dan video yang masih meragukan.

Proyek-proyek prestisius itupun seperti hilang ditelan bumi. Tidak pernah mempublikasikan hasilnya dan seperti tidak ada kelanjutannya. Setiap apa penampakan yang asing, selalu ada bantahannya. Dan semua dokumen hasil penelitian proyek-proyek tersebut selalu hilang entah dimana.

Belakangan di Indonesia sepanjang tahun 2010 marak dengan penampakan Crop Circles, seperti yang sempat muncul di Berbah, Sleman, Yogyakarrta, yang dimaknai sebagai jejak makhluk asing. Namun lagi-lagi semua itu dibantah, karena ditengarai crop circles tersebut hanyalah karya iseng para mahasiswa pecinta UFO.

INSPIRASI YANG TAK TERNILAI
Meskipun memang belum ada hasil yang memadai, namun imajinasi liar akal manusia menerima kehadiran makhluk asing tersebut. Berbagai karya dalam bentuk buku telah ditulis dengan ragam yang sangat banyak. 

Beberapa diantaranya:
The Report on Unidentified Flying Objects, oleh Ruppelt, 1956.
Are we Alone?, oleh Paul Devies, 1996.
Why Aren’t Black Holes Black?, oleh Robert M. Hazen, 1997. 
Sharing the Universe: Perpectives on Extraterrestrial Life, oleh Selt Shostak, 1998. 
Where are They?, oleh Jeff Greenwald, 1999. 
Life in Outer Space: the Search for Extraterrestrials, oleh Kim McDonald, 2000, dll.

Beberapa yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, seperti : 
“Peninggalan Masa Lampau yang Misterius dan UFO”, oleh Yves Naud;
“Adakah Makhluk Lain dari Luar Angkasa?”, oleh Erich von Daniken, 

“Penyelidikan terhadap Hubungan antara Film Fiksi Ilmiah dan Mitologi UFO”, oleh Mark Pilkington, dll

Industri film yang terinspirasi dari kisah-kisah UFO diantaranya adalah : “The Man from Planet X”, (1951); “The Day the Earth Stood Still”, (1951); “The Thing from Another World”, (1951); “The War of the Worlds”, (1953); “Forbidden Planet”, (1956); “Earth vs the Flying Saucers”, (1956); “Invasion of the Body Snatchers”, (1956); “Plan 9 from Outer Space”, (1959); “Close Encounters of the Third Kind”, (1977); “Invasion of the Body Snatchers”, (1978); “Hangar 18”, (1980); “The Thing”, (1982); “E.T. the Extra-Terrestrial”, (1982); “Cocoon“, (1985); “Flight of the Navigator“, (1986); “Predator“, (1987); “Cocoon: The Return“, (1988); “Mac and Me“, (1988); “My Stepmother Is an Alien“, (1988); “Communion“, (1989); “Predator 2“, (1990); “Fire in the Sky“, (1993); “Body Snatchers“, (1993); “U.F.O.“, (1993); “Roswell“, (1994); “Independence Day“, (1996); “Mars Attacks! “, (1996); “The Arrival“, (1996); “Area 51: The Alien Interview“, (1997); “Contact“, (1997); “Men in Black“, (1997); “The X-Files: Fight the Future“, (1998); “Sphere“, (1998); “The Second Arrival“, (1998); “The Astronaut’s Wife“, (1999); “Signs“, (2002); “Visitors“, (2003); “The Forgotten“, (2004); “War of the Worlds“, (2005); “Alien Autopsy“, (2006); The Invasion“, (2007); dan beberapa film lain dengan sajikan special afek yang mengagumkan.

Film ”Star Trek”, karya Gene Roddenberry, dianggap fenomenal karena film ini menyuguhkan kisah fiksi ilmiah yang cukup menakjubkan dari segi pembuatan hingga penayanganya. Ada 649 judul sejak muncul tayang pertama kali 8 September 1966 sampai tahun 2001, dalam bentuk animasi, serial televisi hingga film layar lebar. Dalam bentuk serial televisi, Star Trek muncul dalam empat generasi. Original Series menjadi generasi pertama yang mencakup 79 seri di tahun 1966-1969. Generasi kedua berlabel Star Trek: The Next Generation yang muncul di tahun 1987-1994 dalam 178 episode. Generasi ketiga mencapai 177 episode dengan judul Star Trek: Deep Space Nine, di sepanjang tahun 1993-1999. Generasi terakhir muncul di tahun 1995-2001 dengan tajuk Star Trek: Voyager sebanyak 172 episode (Krauss, 2001).

Dan apakah nantinya teori UFO ini masih inspiratif? Semua itu tergantung dari daya imajinasi kita. Untuk sesuatu yang belum terbukti benar kebenarannya, teori tentang mahluk asing luar angkasa yang cerdas adalah teori yang sangat inspiratif.
OBJEK YANG KONTROVERSIAL
Beberapa kalangan yang masih meragukan keberadaan UFO selain karena dokumentasi yang tidak memadai, juga karena banyaknya temuan-temuan berikutnya yang ternyata menyanggah kesaksian-kesaksian tersebut. Karena kesulitan dalam mendapatkan bukti-bukti atau data-data ilmiah inilah, sebagian masyarakat ilmiah menganggap kajian tentang UFO atau biasa disebut ufologi, sebagai pseudo science (ilmu palsu).

Dari hasil penelitian para ilmuwan dan kalangan militer, diketahui sekitar 90% hingga 95% laporan penampakan UFO adalah kesalahan identifikasi, fenomena alam, atau tipuan yang sengaja dibuat, sedangkan 5% sisanya tetap menjadi misteri yang tidak bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan modern walaupun data yang dikumpulkan cukup lengkap.

Kesalahan identifikasi yang dimaksud adalah bahwa penampakan tersebut sebenarnya merupakan sebuah planet, bintang, atau meteor yang cemerlang. Orang-orang juga telah melaporkan pesawat terbang, peluru kendali, satelit, burung, segerombolan serangga, dan balon cuaca sebagai UFO. Kondisi cuaca yang tidak biasa dapat juga menciptakan ilusi optik yang diyakini sebagai UFO. Para penyelidik UFO dapat menjelaskan sebagian besar fenomena UFO, namun hanya sebagian kecil yang tidak diketahui.

Banyak peneliti yang mencoba menanggapi fenomena UFO dan memberi penjelasan yang masuk akal. Ilmuwan Kanada menemukan hubungan antara fenomena UFO dengan gempa bumi. Menurutnya, tekanan pada batuan sebelum gempa bumi dapat menghasilkan medan listrik kuat dan cahaya aneh. Hasil penelitian Angkatan Udara AS menyatakan bahwa fenomena penampakan UFO sebagian besar merupakan fenomena alam, termasuk penampakan meteor, gejala autokinesis, gangguan emosional, dan sebagainya.

Namun diantara bantahan-bantahan klaim penampakan ini sampai sekarang masih misterius. Diantarnya tentang fenomena jatuhnya UFO di Roswell. Fakta-fakta yang hingga kini masih ditutup-tutupi itulah yang akhirnya muncul istilah “teori konspirasi”. Masyarakat masih menganggap bahwa pemerintah AS menyimpan dan mempelajari UFO yang mengalami kecelakaan di Roswell, di sebuah tempat rahasia di Nevada yang disebut Area 51.

Teori Konspirasi muncul saat pemerintah AS menutup-nutupi sebuah fenomena jatuhnya pesawat UFO di Roswell, New Mexico pada tanggal 4 Juli 1947. Pesawat itu berisikan empat alien yang sudah mati. Angkatan Udara AS yang dikabarkan telah mengotopsi keempat mayat Alien dan serpihan pesawat tersebut tidak mengakuinya. Bahkan memberikan penjelasan bahwa serpihan itu adalah rongsokan balon percobaan yang bernama Skyhook. Ternyata penjelasan tersebut tidak memuaskan masyarakat.

No comments :

Post a Comment