Monday, January 9, 2012

Mengapa SATU HARI 24 JAM?

No comments
Pada awalnya, istilah second dalam bahasa inggris dikenal sebagai "second minute" (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai "prime minute" (menit perdana) yang sama seperti dengan menit yang dikenal sekarang.

Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu ada 60 menit dalam satu jam dan ada 60 detik pada satu menit.
Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang babylonia. yang menggunakan hitungan berdasarkan sexagesimal(basis 60).

Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari.
Ini membuat detik menjadi 1/86.400 dari mean hari matahari.

https://lh4.googleusercontent.com/-NaQnchn-m58/TX2Fd-lH07I/AAAAAAAAAGM/IujAQ-AabpE/Day+and+Time.png
Tiap hari dimulai tepatnya tengah malam
sumber gambar: englishclub.com
Di tahun 1956, International Committe for weight and Measure (CIMP) dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weight and Measure (CGMP) kesepuluh ditahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumi di sekeliling matahari saat epoch.

Karena pada saat itu telah disadari putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu. Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb's tables of the sun (Daftar Matahari Newcomb) yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad delapanbelas dan sembilanbelas.

Dengan demikian detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris. Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weight and Measure ke sebelas ditahun 1960.

Referensi ke tahun 1900 ini bukan berarti ini adalah epoch dari mean matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik. dari waktu epheremis.
Wktu Epheremis (Epheremis time - ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi objek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis newton.

Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom.
Sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi putaran bumi.

Dari hasil kerja beberapa tahun, astronomer di United States Naval Obsevatory (USNO)
dan dua astronomer di National Physical Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyparfine transition frequensi atom caesium dan detik ephemeris.

Dengan menggunakan metoden pengukuran common view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV. mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan disekeliling bumi yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom.

Sebagai hasilnya di tahun 1967, General Conference on Weight and Measure mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari atom caesium-133.

Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan magnet.
Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris.
Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat.

Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K
Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya.

No comments :

Post a Comment