Sabuk Venus adalah batas berwarna merah muda kecoklatan yang memisahkan berkas bayangan bumi yang berwarna gelap, dengan langit di atasnya.
Sabuk Venus Credit : Pete Lawrence |
Sabuk Venus (Venus Belt) sebenarnya adalah bayangan Bumi yang tampak pada sisi timur atau arah yang berlawanan dengan arah terbenamnya matahari. Fenomena
alam ini akan tampak sangat baik ketika suasana langit tak berawan,
namun sangat berdebu, khususnya pada saat senja, setelah matahari
terbenam. Biasanya terjadi 10 – 15 menit setelah matahari terbenam.
Credit : Tony Flender |
Pada
saat itu, atmosfir bumi memendarkan cahaya matahari yang terbenam, dan
tampak sebagai cahaya kemerahan (pink) dan kecoklatan, yang muncul di antara langit dan cakrawala, sekitar 50 – 100 mil dari tempat kita berdiri.
Proses Terbentuknya Sabuk Venus
Credit : Tony Flender |
Tiga menit
setelah matahari terbenam, akan tampak “pita” merah muda mulai redup,
tetapi dengan warna yang lebih kaya. Setelah itu yang tampak hanya pita
tipis merah muda pada kebiruan langit.
Credit : Tony Flender |
Enam menit
setelah matahari terbenam, akan tampak pita biru tua di bawah pita
merah muda (pink) dan bentuknya mulai lebih jelas, bentuknya tampak
membulat dengan bagian tengah lebih tinggi dibanding bagian tepinya.
Sebenarnya yang kita lihat itu adalah bayangan bumi.
Matahari sekarang terletak sekitar 100 mil di sisi barat, dan cahaya tersebut masih dipancarkan oleh atmosfer ke sisi timur, tapi sekarang, sebagian
terhalang oleh Bumi itu sendiri.
Jadi bagian paling rendah dari
atmosfer yang berlawanan dengan posisi matahari terbenam, tidak lagi
menyala.
Lima belas menit setelah matahari terbenam, warna merah muda akan hilang. Tapi bayangan bumi masih bisa terlihat di sebelah timur sebagai punuk,
di langit yang tampak lebih gelap, di sepanjang cakrawala - persis
kebalikan dari situasi normal, dimana langit terang di sepanjang
cakrawala dan gelap menuju zenit.
Saat itulah merupakan awal dari suatu malam.
Segera, bayangan Bumi akan nampak dan secara dramatis gelap akan datang, dan akhirnya akan menutupi seluruh langit.
Pertama adalah kuatnya hamburan cahaya biru, yang melalui lapisan uadara yang tipis saat matahari sedang rendah,
Kedua adalah “extinction” atau "pemadaman" yang disebabkan oleh partikel debu. Inilah yang menyebabkan bagian spektrum warna merah.
sumber :
6 Comments