Thursday, May 10, 2012

Bagaimana Proses Reaksi Kimia Cinta Bekerja?

No comments
Apa yang sesungguhnya tengah terjadi dalam proses ketertarikan seorang pria kepada wanita, atau sebaliknya? 
Bagaimana mekanisme kimiawi dan biologis pada tubuh mempengaruhi proses ketertarikan seksual antara pria dan wanita?

Secara hormonal, rangsangan dari luar (ketika kita melihat seorang lawan jenis yang kita anggap menarik) akan memicu serangkaian reaksi seksual dalam otak seseorang. Sistem syaraf menyedot darah dari otak dan organ pencernaan. Kelenjar hipofisa di bagian bawah tengkorak merangsang sekresi (pengeluaran) hormon adrenalin ke dalam aliran darah. 
Hal ini menyebabkan detak jantung meningkat dari detak normal 72 kali per menit menjadi 90 kali per menit. Frekuensi pernapasan naik dari 60 kali menjadi 85 kali per menit, dan tekanan darah naik dari 120 menjadi 140.

Perubahan-perubahan aktivitas bagian dalam tubuh (syaraf dan hormonal) akan menyebabkan terjadinya indikator fisik yang bisa dilihat berupa :
1. Pembesaran manik atau pupil mata
2. Terjadinya kerutan kecil pada sudut mata
3. Telapak tangan menjadi basah oleh keringat
4. Pembuluh darah membesar, menyebabkan beberapa bagian tubuh (misalnya bagian dada atau pipi) memerah karena adanya konsentrasi aliran darah.
5. Otot muka dan mata melakukan gerakan tidak sadar yang hampir tidak terlihat (kedutan) yang disebabkan oleh kontraksi tonus
6. Sensasi rangsangan hangat pada bagian genital atau kelamin yang memicu sedikit perasaan nikmat pada bagian tersebut
7. Kenaikan kadar hormon testosteron, yang menyebabkan meningkatnya libido

Namun proses kimia cinta di atas hanya merupakan proses fisiologis dalam tubuh. 
Dia kurang bisa dipertanggungjawabkan akurasinya apabila anda hendak mencari pasangan hidup yang tepat alias cinta sejati, karena dalam proses kimia itu, rasio alias akal tidak berfungsi dan semata-mata mengandalkan insting, sama seperti dua ekor monyet yang sedang jatuh cinta ;-)

Itulah sebabnya mengapa banyak pria yang hanya mengandalkan perasaan ketika mencari pasangan hidup seringkali akan menemui penyesalan, karena setelah beberapa bulan/tahun menikah, proses kimia tersebut akan memudar, dan istrinya tidak lagi punya daya tarik baginya.

Untuk membedakan apakah cinta anda kepada seseorang hanya sekadar cinta monyet ataukah cinta sejati, pertanyaan-pertanyaan berikut bisa menjadi pertimbangan:

1. Apakah kamu suka saling menatap dengannya?
2. Apakah kamu merasa hidup ini berat tanpa kehadiran pasangan kamu?
3. Apakah kamu bersedia berkorban demi pasangan kamu?
4. Apakah kamu bisa mempercayakan hampir segala sesuatu kepada pasangan kamu?
5. Apakah dalam diri kamu dan pasangan kamu telah muncul perasaan “kekamian”. Maksudnya, tidak ada lagi sebutan “Aku” atau “Dia”, yang ada adalah “Kami” atau “Kita” untuk menunjukkan bahwa hubungan yang dibina telah begitu mendalam?

Bila jawaban ‘Ya’ atas semua semua pertanyaan di atas adalah indikator hadirnya sebuah cinta sejati dalam diri kamu.
http://i586.photobucket.com/albums/ss304/xCupycake370x/Chemistry.jpg
Senaaaaannnganyaaaaaaaaaaaaaaa...............................

No comments :

Post a Comment