Saturday, May 5, 2012

Supermoon dan Hujan Meteor Eta Aquarids, 6 Mei 2012

No comments
Supermoon di Ambon,
Indonesia - 19 Maret 2011
Minggu dini hari 6 Mei kita bisa menyaksikan supermoon atau lunar perigee di langit.

Lunar Perigee atau titik Perigee adalah jarak terdekat antara bulan dan bumi. Sedangkan Lunar Apogee atau titik Apogee adalah jarak terdekat antara bulan dan bumi.

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa fenomena ini terjadi saat Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. 

Bulan akan terlihat lebih besar dari biasanya, namun susah untuk membedakannya. 

Jarak rata-rata Bulan dengan Bumi adalah 384 ribu km. Pada saat supermoon terjadi, jarak Bulan dengan Bumi sekitar 357 km. Sehingga pada saat fenomena terjadi, jarak bulan lebih dekat 27 ribu km dari jarak rata-ratanya.

Supermoon adalah istilah astrologi yang mengaitkan dengan potensi bencana. Namun secara astronomi tidak terlalu istimewa. 

Menurut space.com (30/4), supermoon pada 6 Mei mendatang merupakan jarak bulan dengan Bumi yang paling dekat di tahun 2012 ini. Saat peristiwa terjadi Bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang hingga 16 persen dari rata-rata. 
Fenomena ini terjadi karena orbit Bulan bukanlah lingkaran sempurna, sehingga bulan memiliki titik Perigee dan titik Apogee, seperti yang telah dijelaskan diatas.

Pada 28 November mendatang akan terjadi fenomena yang berkebalikan dengan supermoon. Di akhir tahun nanti, saat Bulan purnama, Bulan sedang berada di titik terjauh dari Bumi. Sehingga Bulan akan tampak kecil dan redup. 

Supermoon sebelumnya terakhir kali terlihat pada tanggal 19 Maret 2011.

Akibat Supermoon bisa terjadi pasang naik, wilayah sekitar pantai memang berpotensi rob dan ini bukan sesuatu yang mengejutkan. 

Namun tidak ada yang perlu dikhawatirkan bila rob tidak disertai dengan efek gabungan yang bisa mengakibatkan banjir. Para ilmuwan juga sudah mewanti-wanti masyarakat agar tidak mengkhawatirkan fenomena ini. Perbedaan jarak yang sedikit tidak cukup untuk menyebabkan gempa bumi atau efek pasang surut ekstrem.

Tak hanya Supermoon, Hujan meteor juga meramaikan angkasa pada 6 Mei 2012. Selain supermoon, kita juga bisa menyaksikan puncak hujan meteor Eta Aquarids. Di saat puncak, setiap satu menit ada satu meteor yang melintas di langit. Puncak hujan meteor ini pada tanggal 6 Mei. Pada dini hari terbit di timur, lalu menjelang subuh di arah tenggara.

Hujan meteor Eta Aquarids adalah fenomena angkasa tahunan yang terjadi manakala Bumi melintasi sisa debu komet Halley. Di saat puncak akan ada 60 meteor per jam, alias satu meteor per menit. Hujan meteor Eta Aquarids muncul dari bintang Eta Aquarids di rasi Aquarius. 
Fenomena ini terjadi setiap tahun, dari tanggal 19 April hingga 28 Mei. Puncaknya antara 6 Mei hingga 8 Mei dini hari.

Bumi melintasi debu komet Halley sebanyak dua kali dalam setahun. Lintasan pada April-Mei menghasilkan hujan meteor Eta Aquarids, sedangkan jika melintas pada Oktober menghasilkan hujan meteor Orionids. Orionids tidak sebesar Eta Aquarids, hanya sepertiga dari Eta Aquarids. Komet Halley merupakan komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Diberi nama Halley karena ditemukan oleh Edmund Halley.

Fenomena hujan meteor Eta Aquarids kali ini bersamaan dengan Supermoon. Bagaimana peluang menyaksikan fenomena angkasa ini karena langit tidak bebas polusi cahaya lantaran ada Bulan yang menjelang purnama dalam keadaan fase Supermoon. Dilemanya bersamaan dengan purnama, di mana menjelang subuh ada di barat, sedangkan ini (hujan meteor) ada di tenggara dan kemungkinan penampakkan hujan heteor akan terganggu namun kemungkinan terlihat tetap ada, meski tidak sebagus bila cahaya Bulan minimal.

Namun itu hanya prediksi yang bisa tepat namun bisa juga meleset. Para penggemar fenomena angkasa, tentu akan bersabar mencari meteor yang jatuh tiap satu menit sekali dari bintang Eta Aquarids di rasi Aquarius. 

Selamat menikmati pertunjukan langit malam di akhir pekan ini.

No comments :

Post a Comment